<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-2995520596496386522</id><updated>2011-11-29T04:07:00.934-08:00</updated><category term='Tanya Jawab'/><category term='Manajemen Rapat'/><category term='Trustco Lampung'/><category term='Team Building'/><category term='Artikel Motivasi'/><category term='Keterampilan Belajar'/><category term='Wanvisioner News'/><category term='Komunikasi Efektif'/><category term='Pengembangan Diri'/><category term='Manajemen Kelas'/><category term='Manajemen Strategi'/><category term='Manajemen Organisasi'/><category term='Kepemimpinan'/><category term='My Activity'/><category term='Character Building'/><category term='Renungan Hidup'/><category term='Dakwah Kampus'/><category term='Tukeran Link'/><category term='Download free e-books'/><title type='text'>Wawan Herdianto | wanvisioner</title><subtitle type='html'>Artikel Motivasi dan Pengembangan Diri. Komunikasi Efektif. Membangun Kualitas Diri dan Organisasi.  Kepemimpinan Dalam Tim dan Organisasi. Tips Belajar Efektif. Informasi Training dan Outbound</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://wanvisioner.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2995520596496386522/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wanvisioner.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Wawan Herdianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08860039703692730326</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-9lufY8ZL7oc/TZHeUlkO88I/AAAAAAAAA9M/QuBdc_8ybKU/s220/wawan%2Btrustco.png'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>63</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2995520596496386522.post-1199560812325915307</id><published>2010-12-31T04:29:00.000-08:00</published><updated>2010-12-31T04:31:34.035-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manajemen Organisasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manajemen Strategi'/><title type='text'>Urgensi Manajemen Strategi</title><content type='html'>&lt;b&gt;Pengertian Manajemen Strategi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Manajemen strategi&lt;/b&gt; adalah seni dan ilmu penyusunan, penerapan, dan pengevaluasian keputusan keputusan lintas fungsional yang dapat memungkinkan suatu perusahaan mencapai sasarannya. &lt;b&gt;Manajemen strategi&lt;/b&gt; adalah proses penetapan tujuan organisasi, pengembangan kebijakan dan perencanaan untuk mencapai tujuan tersebut, serta mengalokasikan sumber daya untuk menerapkan kebijakan dan merencanakan pencapaian tujuan organisasi. Manajemen strategis mengkombinasikan aktivitas aktivitas dari berbagai bagian fungsional suatu bisnis untuk mencapai tujuan organisasi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Manajemen Strategis&lt;/b&gt; merupakan aktivitas manajemen tertinggi yang biasanya disusun oleh dewan direktur dan dilaksanakan oleh CEO serta tim eksekutif organisasi tersebut. Manajemen strategis memberikan arahan menyeluruh untuk perusahaan dan terkait erat dengan bidang perilaku organisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Strategi&lt;/b&gt; memiliki kaitan yang erat dengan konsep perencanaan dan pengambilan keputusan, sehingga strategi berkembang menjadi manajemen strategi. Pengertian manajemen sendiri adalah proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengawasan terhadap upaya upaya yang dilakukan anggota organisasi dan penggunaan segala macam sumber daya organisasi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan organisasi. (James A.F. Stoner, 1992:8)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Husein Umar (1996:86) menyatakan bahwa &lt;b&gt;manajemen strategi&lt;/b&gt; adalah suatu seni dan ilmu dalam hal pembuatan (formulating), penerapan (implementing), dan evaluasi (evaluating) keputusan keputusan strategis antar fungsi yang memungkinkan sebuah organisasi mencapai tujuannya di masa datang. Menurut Pearce and Robinson (1997:20), &lt;b&gt;manajemen strategi&lt;/b&gt; dapat diartikan sebagai sekumpulan keputusan dan tindakan yang menghasilkan formulasi dan implementasi rencana yang dirancang untuk mencapai sasaran sasaran perusahaan. Glueck &amp;amp; Jauch (1991:6) menyebutkan bahwa &lt;b&gt;manajemen strategi&lt;/b&gt; adalah arus keputusan dan tindakan yang mengarah pada perkembangan suatu strategi atau strategi strategi yang efektif untuk membantu mencapai sasaran perusahaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Urgensi Manajemen Strategi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Manajemen strategi&lt;/b&gt; sangat dibutuhkan oleh organisasi social, bisnis dan professional untuk mewujudkan impian atau meminimalkan dampak lingkungan social ke dalam kehidupan organisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Dalam kegelapan, maka kita membutuhkan cahaya&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dalam kondisi social yang tidak menentu, maka kita membutuhkan langkah langkah yang lebih pasti.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dalam menentukan masa depan, kita membutuhkan cita cita yang jelas, inspiratif, clear dan terukur.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dalam mencapai masa depan, kita membutuhkan langkah langkah yang sistematis dan terukur untuk mencapai tujuan.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Manajemen strategi&lt;/b&gt; dibutuhkan, karena akan membantu organisasi dan pimpinan dalam menentukan langkah langkah dan pengelolaan sumber daya untuk mendapatkan masa depan sesuai dengan yang diimpikan.  (Pada Artikel berikutnya kita akan membahas mengenai Fungsi Fungsi &lt;b&gt;Manajemen Strategi&lt;/b&gt;). (Sumber : &lt;a href="http://wawanherdianto.com/2010/12/urgensi-manajemen-strategi/"&gt;wawanherdianto.com&lt;/a&gt;)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2995520596496386522-1199560812325915307?l=wanvisioner.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wanvisioner.blogspot.com/feeds/1199560812325915307/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wanvisioner.blogspot.com/2010/12/urgensi-manajemen-strategi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2995520596496386522/posts/default/1199560812325915307'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2995520596496386522/posts/default/1199560812325915307'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wanvisioner.blogspot.com/2010/12/urgensi-manajemen-strategi.html' title='Urgensi Manajemen Strategi'/><author><name>Wawan Herdianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08860039703692730326</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-9lufY8ZL7oc/TZHeUlkO88I/AAAAAAAAA9M/QuBdc_8ybKU/s220/wawan%2Btrustco.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2995520596496386522.post-2120772921599668352</id><published>2010-12-08T02:01:00.000-08:00</published><updated>2010-12-08T02:05:38.856-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wanvisioner News'/><title type='text'>Free Blogger Template - Wanvisioner Gallery</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_kRyEIb9dYf0/TP9Vl4g6rkI/AAAAAAAAA6s/ZeA81GkDs7k/s1600/wanvisioner+gallery.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://1.bp.blogspot.com/_kRyEIb9dYf0/TP9Vl4g6rkI/AAAAAAAAA6s/ZeA81GkDs7k/s320/wanvisioner+gallery.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Wanvisioner Gallery. Free Blogger Templates Gallery. Download free Blogger Templates. Free Wallpaper and graphic design Gallery. merupakan blog yang menyediakan berbagai macam template blogger 1 kolom, 2 kolom, 3 kolom, 4 kolom, magazine blogger template, ads ready, dll. dengan berbagai tema dan fitur yang anda sukai. &lt;a href="http://wanvisionergallery.blogspot.com/"&gt;&lt;b&gt;Wanvisioner Gallery &lt;/b&gt;&lt;/a&gt;merupakan salah satu blog yang Wawan Herdianto Kelola selain blog &lt;a href="http://wanvisioner.blogspot.com/"&gt;&lt;b&gt;wanvisioner&lt;/b&gt;&lt;/a&gt; ini dan &lt;a href="http://looksmartpeople.blogspot.com/"&gt;&lt;b&gt;look smart people&lt;/b&gt;&lt;/a&gt; yang menyajikan artikel Motivasi dan Pengembangan Diri. Komunikasi Efektif. Membangun Kualitas Diri dan Organisasi. Kepemimpinan Dalam Tim dan Organisasi. Tips Belajar Efektif. Informasi Training dan Outbound. Saya pribadi mengundang sahabar semua untuk berkunjung ke &lt;a href="http://wanvisionergallery.blogspot.com/"&gt;&lt;b&gt;wanvisioner gallery&lt;/b&gt;&lt;/a&gt; free blogger template gallery. Semoga bermanfaat.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2995520596496386522-2120772921599668352?l=wanvisioner.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wanvisioner.blogspot.com/feeds/2120772921599668352/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wanvisioner.blogspot.com/2010/12/free-blogger-template-wanvisioner.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2995520596496386522/posts/default/2120772921599668352'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2995520596496386522/posts/default/2120772921599668352'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wanvisioner.blogspot.com/2010/12/free-blogger-template-wanvisioner.html' title='Free Blogger Template - Wanvisioner Gallery'/><author><name>Wawan Herdianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08860039703692730326</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-9lufY8ZL7oc/TZHeUlkO88I/AAAAAAAAA9M/QuBdc_8ybKU/s220/wawan%2Btrustco.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_kRyEIb9dYf0/TP9Vl4g6rkI/AAAAAAAAA6s/ZeA81GkDs7k/s72-c/wanvisioner+gallery.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2995520596496386522.post-1588740906914599812</id><published>2010-11-28T05:55:00.000-08:00</published><updated>2010-11-28T06:02:14.366-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wanvisioner News'/><title type='text'>Look Smart People - Blog Aggregator Motivasi dan Pengembangan Diri Pertama di Dunia</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_kRyEIb9dYf0/TPJdpgskgtI/AAAAAAAAA1o/vf141PmIV_c/s1600/LOOK+SP.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_kRyEIb9dYf0/TPJdpgskgtI/AAAAAAAAA1o/vf141PmIV_c/s1600/LOOK+SP.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://looksmartpeople.blogspot.com/"&gt;&lt;b&gt;Look Smart People&lt;/b&gt;&lt;/a&gt; merupakan blog Aggregator yang saya buat bagi  Anda yang ingin  mencari referensi atau tulisan tulisan di internet yang berkaitan dengan motivasi, pengembangan diri, manjemen, kepemimpinan, komunikasi effektif, POAC, analisis SWOT, manajemen organisasi, team building, dan semua hal yang berkaiatan peningkatan kapasitas diri dan institusi atau organisasi. Semua informasi yang berkaitan dengan hal di atas dikumpulakan di blog ini sehingga Anda dapat dengan mudah menemukan apa yang Anda cari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya Look Smart People mungkin bukanlah blog aggregator motivasi dan pengembangan diri pertama di dunia, karena menurut saya ada situs aggregator lain yang mungkin sama dan sudah jauh lebih dulu &lt;i&gt;nongkrong&lt;/i&gt; di internet.  Judulnya sengaja dibuat demikian agar menarik perhatian serta lebih kelihatan bombastis, peace :) .  Yap, mungkin lebih tepatnya judulnya adalah “Look Smart People, Aggregator Motivasi dan Pengembangan Diri Pertama di Dunia buatan Wawan Herdianto”. Oke deh, terlepas dari itu semua semoga kehadiran Look Smart People bermanfaat untuk kita semua. Buat rekan rekan yang ingin blog atau webnya dipasang di Look Smart People silahkan lihat persyaratanya di sini. &amp;nbsp;Silahkan klik &lt;b&gt;&lt;a href="http://looksmartpeople.blogspot.com/"&gt;Look Smart People&lt;/a&gt;&lt;/b&gt; untuk berkunjung. Selamat mengalami&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2995520596496386522-1588740906914599812?l=wanvisioner.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wanvisioner.blogspot.com/feeds/1588740906914599812/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wanvisioner.blogspot.com/2010/11/look-smart-people-blog-aggregator.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2995520596496386522/posts/default/1588740906914599812'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2995520596496386522/posts/default/1588740906914599812'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wanvisioner.blogspot.com/2010/11/look-smart-people-blog-aggregator.html' title='Look Smart People - Blog Aggregator Motivasi dan Pengembangan Diri Pertama di Dunia'/><author><name>Wawan Herdianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08860039703692730326</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-9lufY8ZL7oc/TZHeUlkO88I/AAAAAAAAA9M/QuBdc_8ybKU/s220/wawan%2Btrustco.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_kRyEIb9dYf0/TPJdpgskgtI/AAAAAAAAA1o/vf141PmIV_c/s72-c/LOOK+SP.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2995520596496386522.post-1221828199033234713</id><published>2010-11-28T05:00:00.001-08:00</published><updated>2010-11-28T05:00:54.846-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pengembangan Diri'/><title type='text'>Kalau Mau Belajar, Anda Pasti Bisa !</title><content type='html'>Belajar adalah kunci menuju ilmu pengetahuan dan keterampilan dalam hal apapun. Tidak ada yang sulit jika kita mau berusaha untuk mempelajarinya. Pada Awalnya mungkin saja kita akan mengalami kesulitan. namun, jika kita terus mencoba, mencoba, dan mencoba lagi saya yakin kita akan mampu untuk menguasainya. Dan pada akhirnya hal yang kita anggap sulit pada awalnya akan menjadi mudah pada akhirnya. Misanya saja orang yang sedang belajar mengendari sepeda, pada awalnya mungkin saja akan terjatuh dan terluka, tapi kalau dia punya kemauan yang kuat dan terus belajar maka dia akan menjadi lihai dalam mengendarainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbanyak belajar dan berlatih, untuk mengetahui cara bekerja yang benar, serta mampu melakukan dengan benar. SUKSES adalah sebuah proses. Kegagalan adalah bumbu kehidupan. Tetapi jangan hobi membuat kesalahan dan melupakan pengalaman. Perbanyak berlatih agar terbiasa menapaki jalan menuju sukses, serta meminimalkan kesalahan. Perbanyak belajar untuk menghilangkan kebodohan, dan tidak mengulangi kesalahan serupa di masa yang akan datang. Selamat belajar, Sukses untuk kita semua !&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2995520596496386522-1221828199033234713?l=wanvisioner.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wanvisioner.blogspot.com/feeds/1221828199033234713/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wanvisioner.blogspot.com/2010/11/kalau-mau-belajar-anda-pasti-bisa.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2995520596496386522/posts/default/1221828199033234713'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2995520596496386522/posts/default/1221828199033234713'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wanvisioner.blogspot.com/2010/11/kalau-mau-belajar-anda-pasti-bisa.html' title='Kalau Mau Belajar, Anda Pasti Bisa !'/><author><name>Wawan Herdianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08860039703692730326</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-9lufY8ZL7oc/TZHeUlkO88I/AAAAAAAAA9M/QuBdc_8ybKU/s220/wawan%2Btrustco.png'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2995520596496386522.post-6453514177231250479</id><published>2010-11-17T02:02:00.001-08:00</published><updated>2010-11-17T02:02:32.358-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Motivasi'/><title type='text'>Temukanlah Cinta Anda</title><content type='html'>&lt;p&gt;Bila anda tak mencintai pekerjaan anda, maka cintailah orang orang yang bekerja di sana. Rasakanlah kegembiraan dari pertemanan itu. Dan, pekerjaan itu jadi menggembirakan. Bila anda tak bisa mencintai rekan rekan kerja anda maka cintailah suasana dan gedung kantor anda. Ini mendorong anda untuk bergairah berangkat kerja dan melakukan tugas tugas dengan lebih baik lagi. Bila toh anda juga tidak bisa melakukannya, cintai setiap pengalaman pulang pergi dari dan ke tempat kerja anda. Perjalanan yang menyenangkan menjadikan tujuan tampak meneyenangkan juga. Namun, bila anda tak menemukan kesenangan di sana, maka cintai apa pun yang bisa anda cintai dari kerja anda : tanaman penghias meja, cicak di atas dinding, atau gumpalan awan dari balik jendela. Apa saja, Bila anda tak menemukan apa yang bisa anda cintai dari pekerjaan anda, maka mengapa anda ada disitu? Tak ada alasan bagi anda untuk tetap bertahan. Cepat pergi dan carilah yang anda cintai, lalu bekerjalah disana. Hidup hanya sekali. Tak ada yang lebih indah selain melakukan dengan rasa cinta yang tulus. (Penulis : Anynimous)&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2995520596496386522-6453514177231250479?l=wanvisioner.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wanvisioner.blogspot.com/feeds/6453514177231250479/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wanvisioner.blogspot.com/2010/11/temukanlah-cinta-anda.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2995520596496386522/posts/default/6453514177231250479'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2995520596496386522/posts/default/6453514177231250479'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wanvisioner.blogspot.com/2010/11/temukanlah-cinta-anda.html' title='Temukanlah Cinta Anda'/><author><name>Wawan Herdianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08860039703692730326</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-9lufY8ZL7oc/TZHeUlkO88I/AAAAAAAAA9M/QuBdc_8ybKU/s220/wawan%2Btrustco.png'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2995520596496386522.post-3537242539004118268</id><published>2010-04-12T23:10:00.000-07:00</published><updated>2010-04-13T00:20:27.005-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Trustco Lampung'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='My Activity'/><title type='text'>Be A Strong Leader : SSDK UKM Al Banna Polinela</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="background-color: #eeeeee; clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_kRyEIb9dYf0/S8QKOJU7-1I/AAAAAAAAAvA/zKwbaGZFpiI/s1600/my+activity.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="341" src="http://2.bp.blogspot.com/_kRyEIb9dYf0/S8QKOJU7-1I/AAAAAAAAAvA/zKwbaGZFpiI/s400/my+activity.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya saya ucapkan terimakasih kepada pengurus UKM Al Banna Polinela dan para peserta yang begitu antusias dan bersemangat. Are You Ready ?...Yes !, Setiap manusia dilahirkan untuk menjadi pemimpin, namun untuk menjadi seorang pemimpin yang baik tak cukup hanya dengan memiliki  kemauan tapi juga harus memiliki kemampuan, mau dan mampu !. Oleh karena itu para pemimpin harus senantiasa mengasah dirinya dengan terus belajar dan berlatih agar selalu siap untuk menghadapi segala tantangan serta mampu mengelola dan mengorganisasikan semua sumber daya yang dimiliki untuk merealisasikan tujuan yang telah di tetapkan. “Be A Strong Leader”,  terus belajar dan berlatih. &lt;b&gt;Terimakasih kepada&lt;/b&gt; pengurus UKM Al Banna Politeknik Negeri Lampung (Polinela) dan para peserta Training SSDK (Strategi Sukses Dakwah Kampus) yang begitu antusias dan bersemangat. Terimaskasih  atas kesempatan yang diberikan kepada saya untuk mengelola dan mengisi kegiatan tersebut. Semoga bermanfaat, sukses. (Bandar Lampung, 27 Maret 2010)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2995520596496386522-3537242539004118268?l=wanvisioner.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wanvisioner.blogspot.com/feeds/3537242539004118268/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wanvisioner.blogspot.com/2010/04/be-strong-leader-ssdk-ukm-al-banna.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2995520596496386522/posts/default/3537242539004118268'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2995520596496386522/posts/default/3537242539004118268'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wanvisioner.blogspot.com/2010/04/be-strong-leader-ssdk-ukm-al-banna.html' title='Be A Strong Leader : SSDK UKM Al Banna Polinela'/><author><name>Wawan Herdianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08860039703692730326</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-9lufY8ZL7oc/TZHeUlkO88I/AAAAAAAAA9M/QuBdc_8ybKU/s220/wawan%2Btrustco.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_kRyEIb9dYf0/S8QKOJU7-1I/AAAAAAAAAvA/zKwbaGZFpiI/s72-c/my+activity.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2995520596496386522.post-4661194553641365003</id><published>2010-04-10T20:21:00.000-07:00</published><updated>2010-04-10T20:29:27.379-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pengembangan Diri'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Motivasi'/><title type='text'>Carilah Cara Agar Anda Dikenal Banyak Orang !</title><content type='html'>&lt;blockquote&gt;&lt;i&gt;Biasakanlah untuk selalu melihat setiap orang sebagai pribadi yang layak dipelajari sekecil apapun kisah sukses yang dicapainya.&lt;/i&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Orang tidak akan membeli jasa keahlian dan barang anda , jika anda tidak dikenal oleh banyak orang . Dan anda tidak akan dikenal oleh banyak orang , jika anda tidak mengambil inisiatif untuk bisa bergaul dengan banyak orang .Inisiatif untuk bisa bergaul dengan banyak orang ini , bisa anda mulai dengan secara konsisten mendatangi forum , perkumpulan , klub , paguyuban atau organisasi dimana anda diundang karena anda mengambil inisiatif untuk menjadi bagiannya. Dan perkenalkanlah diri anda dengan sangat berkualitas kepada orang orang yang anda temui ditempat itu. Akan tetapi orang akan tidak akan tertarik berkenalan dengan anda jika anda tidak menampilkan kualitas kualitas diri sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="background-color: #cfe2f3;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol style="background-color: #cfe2f3;"&gt;&lt;li&gt;Selalu menampakkan sikap yang memaklumi bahwa tidak ada pribadi sempurna ,selalu saja setiap orang punya kelebihan , prestasi dan keberhasilan , sebagaimana ia juga punya kekurangan , kegagalan , sisi buruk dalam hidupnya. Dengan ini anda telah menghilangkan jarak psikologis serta menyediakan jembatan rasa untuk saling mendekatkan dua orang atau lebih yang memiliki banyak perbedaan namun bisa saling membangun keunggulan satu sama lain.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menampakkan diri sebagai pribadi yang tulus dan senang menerima kehadiran orang lain dalam hidup anda.Inilah yang dibutuhkan oleh banyak orang ketika mereka bertemu seseorang . Dengan cara ini orang orang yang bertemu , berkenalan dan berbicara dengan anda menemukan suasana psikologis yang menyejukkan , menghilangkan rasa rendah diri untuk berekpresi , menumbuhkan rasa berani untuk berbagi .&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mau menampakkan respek , penghargaan serta semangat mau belajar terhadap prestasi yang dicapai oleh orang lain .Orang akan selalu ingin bertemu lagi dengan anda , karena kebutuhan dasar seseorang adalah ingin diakui dan dihargai prestasi yang dicapainya ., ingin membagikan pengalaman suksesnya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tidak memperlihatkan sikap mau menonjol dan mau menang sendiri ketika berbicara.Orang sangat tidak suka kepada sikap ini .Cepat atau lambat ia akan memciptakan perasaan tidak senang pada orang orang yang pernah bertemu anda , untuk tidak lagi bertemu anda.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mau berbagi kisah keberhasilan , kemampuan dan keahlian yang anda miliki dengan cara santun dan rendah hati .Degan ini anda akan menarik respek orang kepada anda.Sebab begitu banyak orang yang berprestasi yang tidak disukai untuk dijadikan teman bergaul , partner bekerja , sahabat dalam kehidupan karena ia menampakan sikap tinggi hati , pongah dan cenderung merendahkan orang dengan segala prestasi yang dicapainya.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="background-color: #cfe2f3;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol style="background-color: white;"&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;Inilah setidak setidak nya yang saya lihat  mengapa seseorang mengalami peningkatan reputasi positif dan kemudian menuai dampak menakjubkan dari reputasi yang didapatnya tersebut. (Ahmad Arqom, &lt;a href="http://trustcosurabaya.com/"&gt;trustcosurabaya.com&lt;/a&gt;)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2995520596496386522-4661194553641365003?l=wanvisioner.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wanvisioner.blogspot.com/feeds/4661194553641365003/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wanvisioner.blogspot.com/2010/04/carilah-cara-agar-anda-dikenal-banyak.html#comment-form' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2995520596496386522/posts/default/4661194553641365003'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2995520596496386522/posts/default/4661194553641365003'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wanvisioner.blogspot.com/2010/04/carilah-cara-agar-anda-dikenal-banyak.html' title='Carilah Cara Agar Anda Dikenal Banyak Orang !'/><author><name>Wawan Herdianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08860039703692730326</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-9lufY8ZL7oc/TZHeUlkO88I/AAAAAAAAA9M/QuBdc_8ybKU/s220/wawan%2Btrustco.png'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2995520596496386522.post-7128967950071347476</id><published>2010-03-18T05:58:00.000-07:00</published><updated>2010-04-09T02:10:44.210-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kepemimpinan'/><title type='text'>Regenerasi Pemimpin</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;Dalam &lt;i&gt;Leadership Training&lt;/i&gt; untuk para Kepala Sekolah SD se Kabupaten Kutai Timur di Kota Sangata Desember 2008 lalu ,saya sempat bertanya kepada beberapa  peserta : “ &lt;i&gt;Kalau bapak kemudian diangkat sebagai pejabat di dinas Pdan K , berapa jumlah guru yang siap menggantikan bapak sebagai kepala sekolah ?&lt;/i&gt;. Berbeda beda jawaban sejumlah kepala sekolah terhadap pertanyaan saya itu .Ada yang mengatakan satu .Ada yang bilang dua .Ada bahkan yang dengan percaya diri mengatakan tiga. Yang jelas kemudian saya menyampaikan kepada para kepala sekolah itu bahwa jumlah orang yang siap menjadi kepala sekolah berikutnya mencerminkan kemampuan mereka sebagai pemimpin dalam melakukan regenerasi kepemimpinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="background-color: #fff2cc;"&gt;&lt;b&gt;Kunci Regenerasi&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Ada sejumlah prinsip yang penting yang perlu anda perhatikan dalam melakukan regenarasi kepemimpinan .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;1. Menyadari bahwa institusi tidak boleh bergantung kepada orang , tetapi harus bergantung pada system pembinaan dan kaderisasi SDM yang berkualitas.&lt;/b&gt; Memang ada sebuah gejala psikologis yang secara umum selalu terjadi , bahwa apabila seorang pemimpin sukses memimpin institusinys , mulailah tumbuh rasa eman pada semua orang orang dalam institus itu , jika sang pemimpin itu akhirnya meninggalkan institusi itu.Secara emosional tiba – tiba muncul rasa tidak percaya bahwa amat mungkin muncul pemimpin yang akan lebih baik dari sang pendahulu.Jika anda memimpin , maka perasaan emosional itu tidak boleh mengalahkan logika rasioanal akan kemungkinannya terjadi pergantian kepemimpinan melalui kaderisasi yang berkualitas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;2. Percaya bahwa ada orang yang bisa anda persiapkan untuk membesarkan institusi anda . &lt;/b&gt;Anda harus menanamkan rasa percaya pada semua orang orang dalam institusi anda bahwa akan selalu ada orang yang bisa dipersiapkan untuk menjadi pemimpin berikutnya setelah anda memimpin. Tentu ini akan berdampak pada kesiapan orang orang anda , untuk ditinggalkan oleh anda..Ini tentu sangat bagus.Dan ini dibutuhkan sebagai landasan bagi proses kaderisasi .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;3. Memberi kesempatan kepada orang orang anda untuk menggantikan sebagian tugas tugas anda secara bertahap.&lt;/b&gt; Regenerasi kepemimpin memang dimulai dengan menciptakan situasi psikologis pada orang orang anda untuk dapat menyadari pentingnya regenerasi kepemimpinan serta mau untuk memulai prose situ.Nah setelah itu anda harus mulai secara selektif memilih siapa saja orang orang yang anda nilai memiliki kemampuan menjalani proses regenerasi itu.Kemudian anda harus merencanakan sejumlah kesempatan kerja dimana orang orang yang telah anda seleksi itu berkesempatan menggantikan sebagian dari tugas tugas anda sebagai pemimpin .Ini berfungsi untuk memberikan orientasi bagi orang orang yang anda pilih itu , terhadap pekerjaan anda sebagai pemimpin.Ini juga berfungsi untuk memberikan ransangan berpikir bagaimana melakukan proses penyesuaian dari tugas dan pekerjaan mereka yang lama ke tugas dan pekerjaan mereka yang baru , kelak apabila mereka sudah menggantikan anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;4. Memulai menyiapkan orang orang anda .&lt;/b&gt; Orang orang yang hendak anda kader menjadi pemimpin anda itu , sebagai saya sebut diatas akan melakukan proses orientasi dan adaptasi terhadap pengalaman baru mereka , ketika mereka anda beri kesempatan untuk menggantikan sebagian tugas tugas anda.Nah dalam masa – masa orientasi dan adaptasi itu anda perlu melakukan hal hal berikut kepada mereka :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;a. Membiasakan memiliki cita cita besar.&lt;/b&gt; Begitu mereka mulai mengerjakan sebagian pekerjaan pekerjaan anda yang digantikan itu , mereka harus segera diingatkan bahwa yang lebih penting dari pekerjaan anda yang digantikan itu adalah bahwa mereka harus mulai terbiasa bercita cita besar.Mereka harus didorong memiliki rasa ketidakpuasan yang konstruktif .Rasa ketidakpuasan yang mendorong seseroang untuk selalu membawa institusinya selalu menjadi jauhlebih maju dari waktu ke waktu . Disini mereka harus terbiasa memiliki ukuran kemajuan kemajuan yang jelas yang hendak diraih dalam periode waktu tertentu kedepan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;b. Membimbingnya untuk memiliki keyakinan yang kuat. &lt;/b&gt;Tetapi anda juga harus ingat , cita –cita itu selalu memerlukan keyakinan untuk meraihnya.Keyakinan akan memberikan seribu satu alasan kepada diri seseorang untuk mewujudkannya.Anda harus memeriksa apakah keyakinan itu ada pada orang orang anda bersama cita cita besar yang hendak diwujudkannya itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;c. Menumbuhkan motivasi untuk sukses.&lt;/b&gt; Kombinasi cita-cita dan keyakinan biasanya menjelma menjadi motivasi untuk sukses bagi seseorang .Akan tetapi itu bukan satu satunya sumber motivasi.Motivasi sebagai sebuah kekuatan yang mendorong untuk sukses dan berprestasi bisa datang dari banyak sumber. Sebagai pemimpin yang hendak mempersiapkan pemimpin berikutnya dalam institusi anda , anda harus bisa memastikan orang orang yang anda persiapkan selalu memiliki motivasi untuk berhasil yang berasal dari beragam sumber.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;d. Mendisiplinkannya untuk memiliki sikap dan kebiasaan unggul.&lt;/b&gt; Berikutnya yang harus anda kontrol dari orang orang yang anda persiapkan menjadi kader pemimpin berikutnya dalam institusi anda adalah mengontrol sikap dan kebiasaan hidup mereka.Sebab sukses dan keberhasilan adalah muara dari sikap dan kebiasaan unggul yang diulang ulang setiap hari. (Sumber : Akhmad Arqom&amp;nbsp; &lt;a href="http://trustcosurabaya.com/regenerasi-pemimpin.html"&gt;Trustco Surabaya&lt;/a&gt;)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2995520596496386522-7128967950071347476?l=wanvisioner.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wanvisioner.blogspot.com/feeds/7128967950071347476/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wanvisioner.blogspot.com/2010/03/regenerasi-pemimpin.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2995520596496386522/posts/default/7128967950071347476'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2995520596496386522/posts/default/7128967950071347476'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wanvisioner.blogspot.com/2010/03/regenerasi-pemimpin.html' title='Regenerasi Pemimpin'/><author><name>Wawan Herdianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08860039703692730326</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-9lufY8ZL7oc/TZHeUlkO88I/AAAAAAAAA9M/QuBdc_8ybKU/s220/wawan%2Btrustco.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2995520596496386522.post-1942486437470034196</id><published>2010-03-09T02:32:00.000-08:00</published><updated>2010-03-09T02:32:30.717-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kepemimpinan'/><title type='text'>Jadilah Pemimpin Motivasional</title><content type='html'>Jika anda dapat membangun diri anda menjadi pribadi yang punya daya gerak bagi orang orang anda untuk bertumbuh dan berkembang sungguh ini menjadi sesuatu yang menarik dalam kehidupan kepemimpinan anda.Bagaimana mewujudkannya ? Inilah sejumlah langah langkahnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pertama :Ciptakan dan Miliki Visi Besar&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemimpin akan selalu menjadi mesin utama penggerak perubahan dalam institusi yang dinakhodainya .Tetapi tentu dia harus terlebih dahulu menggerakkan dirinya untuk berubah , bertumbuh dan berkembang menjadi lebih baik ..Begitupun anda jika memimpin .Tetapi yang akan membuat anda bisa segera mau berubah , bertumbuh dan berkembang adalah kalau anda menciptakan dan memiliki visi besar dalam hidup anda.Visi ini harus selalu memanggil anda untuk bertindak dan berbuat.Visi ini akan selalu mengingatkan anda untuk tidak menyerah pada kesulitan .Visi ini selalu menjadi referensi anda dalam berpikir dan bertindak sehingga anda selalu terarah dalam hidup ini dan tidak kehilangan efektifitas dan produktiftas dalam hidup ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kedua :Tetapkanlah Standart Tinggi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Visi anda tidak akan terwujud jika anda bekerja dengan standart biasa biasa saja.Mungkin memang bisa tercapai , tapi anda akan butuh waktu lama untuk mencapainya , karena cara anda bekerja biasa biasa saja. Dalam hal bekerja jangan menoleransi ketidak tepatan waktu , sikap asal-asalan , seenaknya sendiri melayani kolega atau pelanggan , menunda nunda penyelesaian masalah , menurunkan mutu pelayanan dan seterusnya.Berusahalah dan biasakanlah untuk menerapkan standart yang tinggi dalam seluruh sepak terjang anda bekerja .Ini akan menjadi penggedor bagi orang orang anda untuk juga bersikap dan bertindak serupa .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ketiga :Hadapilah Ketakutan Anda&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Emosi itu menular. Semangat , rasa percara diri , kegigihan , insiatif , kreatifitas , tanggung jawab , serta seluruh keunggulan anda akan selalu menulari orang orang anda dengan seketika . Sebagaimana juga keputusasaaan , rasa tidak percaya diri , kebiasaan lari dari resiko , melempar tanggung jawab juga ajan seketika merasuki orang orang anda. Pemimpin adalah orang yang merintis jalan. bagi orang orangnya.Jika memperlihatkan ketakutan , dengan segera orang orangnya enggan bertindak .Tetapi jika dia menampakkan rasa percaya diri dalam bertindak dan menghadapi resiko, orang orangnya akan memperlihatka hal yang sama. Nah sekarang hadapilah ketakutan ketakutan anda dengan penuh percaya diri dan penuh perhitungan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Empat :Bersikap Realistis terhadap Situsasi Anda&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam situasi apapun bertindaklah rasional dan dalam batas batas kemampuan yang bisa anda tunjukkan secara maksimal. Orang orang anda akan selalu setia bersama anda dan akan memberikan loyalitas kerja nya kepada anda .Jangan bertindak melebihi kapasitas diri anda dan orang orang anda.Ini hanya akan menciptakan stagnasi pada institusi dan orang orang anda.Jangan bekerja melebihi realitas objektif dari kemampuan sumber daya yang anda miliki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Lima :Terimalah Tanggung Jawab&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda bisa menyalahkan orang orang anda pada saat terjadi krisis dalam institusi anda .Tetapi jika anda mengambilalih tanggungjawab terhadap terjadiya krisis itu , orang orang anda akan bersimpati bahkan mereka mau tetap bersama anda dengan memperlihatkan kinerja terbaik mereka. Anda harus berbesar jiwa bahwa persoalan pokok dari menurunnya kinerja sebuah institusi bersumber dari buruknya kepemimpinan .Jadi jangan salah orang orang anda.Tapi dengan penuh tanggung jawab banahilah kualitas kepemimpinan anda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Enam :Ambillah Tindakan Dengan Semangat Penuh&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua keputusan anda untuk membawa maju institusi anda harus anda tindak lanjuti dengan aksi nyata yang penuh semangat Orang orang anda harus melihat anda sebagai pribadi yang menampakkan kekuatan tekad dan gemuruh energi perubahan untuk maju&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Tujuh :Berusahalah Menuju Kesempurnaan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prestasi luar biasa yang bisa diraih oleh individu perindividu hanya bisa dicapai oleh kesempurnaan kerja individu Ditingkat institusipun begitu.Jadi anda harus bisa meraih kesempurnaan dalam segala kinerja institusi anda .Ini diperlukan agar orang orang anda selalu juga terobsesi meraih kesempurnaan dalam kinerja individu mereka.Tentu saja sesuai dengan kemampuan maksimal yang bisa mereka perlihatkan. Sumber : &lt;a href="http://trustcosurabaya.com/jadilah-pemimpin-motivasional.html"&gt;trustcosurabaya.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2995520596496386522-1942486437470034196?l=wanvisioner.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wanvisioner.blogspot.com/feeds/1942486437470034196/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wanvisioner.blogspot.com/2010/03/jadilah-pemimpin-motivasional.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2995520596496386522/posts/default/1942486437470034196'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2995520596496386522/posts/default/1942486437470034196'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wanvisioner.blogspot.com/2010/03/jadilah-pemimpin-motivasional.html' title='Jadilah Pemimpin Motivasional'/><author><name>Wawan Herdianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08860039703692730326</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-9lufY8ZL7oc/TZHeUlkO88I/AAAAAAAAA9M/QuBdc_8ybKU/s220/wawan%2Btrustco.png'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2995520596496386522.post-1548777914600492344</id><published>2010-03-09T02:28:00.000-08:00</published><updated>2010-03-09T02:35:24.648-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kepemimpinan'/><title type='text'>Lakukanlah General Check Up Terhadap Kepemimpinan Anda !</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_kRyEIb9dYf0/S5YkXVW4p0I/AAAAAAAAAtw/C7vlFmY8NSc/s1600-h/leader.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_kRyEIb9dYf0/S5YkXVW4p0I/AAAAAAAAAtw/C7vlFmY8NSc/s320/leader.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Saya percaya bahwa anda dalam setahun terakhir ini banyak sekali melihat pertumbuhan sebuah institusi bisnis yang begitu menakjubkan .Sebagaimana anda juga melihat bertumbangannya begitu banyak institusi bisnis disekitar anda .Kunci utama dari sebuah pertumbuhan atau sebuah kehancuran adalah kepemimpinan dari sang pemilik bisnis itu.Tapi ini sesungguhnya berlaku umum . Tumbuh dan hancurnya sebuah institusi apapun amat bergantung pada kemampuan pemimpinnya dalam memimpin .Jadi sekarang mari lakukan  General Check Up terhadap kualitas kepemimpinan yang ada dalam diri anda , sebelum anda memimpin lebih jauh lagi  :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pertama : Tanyakan pada diri anda apakah anda punya pengaruh pada orang orang anda ?&lt;/b&gt;. Ya ini satu prissip fundamental dalam memimpin .Orang orang anda tidak akan mau anda gerakkan kalau mereka tidak melihat dan tidak merasa adanya pengaruh yang anda tanam dalam diri mereka.Anda bisa menanamkan pengaruh dengan benar melalui materi yang anda bagikan dengan tulus, atensi yang anda perlihatkan dengan penuh empati , edukasi yang anda lakukan dengan penuh dedikasi untuk meningkatkan kualitas mereka , serta moralitas yang anda tampilkan dengan penuh tanggungjawab yang tulus dan murni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kedua : Jujurlah pada diri anda apakah anda memiliki kemampuan membuat prioritas kerja dalam hidup anda ?&lt;/b&gt; Begitu anda berhasrat mencapai tujuan tujuan yang lebih besar dari sekarang , anda tidak bisa lagi menangani semua pekerjaan .Sebagiannya harus anda delegasikan kepada orang orang yang anda yakini dapat menjalankannya dengan memberikan ruang toleransi, bahwa mereka tidak bisa selalu memperlihatkan kesempurnaan dan tiak pernah salah .Sementara sebagian pekerjaan yang lain harus anda tangani sendiri.Jadi anda harus tahu apa yang harus anda dahulukan untuk dituntaskan oleh anda sendiri .Mana yang harus kemudian kerjakan kemudian ? Dan mana lagi pekerjaan yang harus anda delegasikan pada orang orang anda ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda harus dapat memprioritaskan melakukan tindakan tindakan yang punya dampak besar dan strategis bagi pencapaian visi anda. .Inilah sejumlah tindakan yang harus anda prioritaskan : (1)Melakukan semua aktivitas pengembangan diri anda dan orang orang anda. (2)Membangun jaringan dengan sebanyak mungkin pusat pusat sumber daya. (3)Memperbaiki proses proses produksi sehingga output barang dan jasa menjadi lebih unggul. (4) Meningkatkan aktifitas promosi dari barang dan jasa yang anda hasilkan. (5) Meningkatkan jumlah transaksi permintaan atas barang dan jasa dari institusi anda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ketiga : Periksalah diri anda apakah punya kemampuan memecahkan masalah ?.&lt;/b&gt; Sepanjang anda bekerja mencapai visi institusi anda , maka anda akan dihadapkan pada masalah masalah sumber daya , jaringan dan networking , proses proses produksi ,promosi dan peningkatan jumlah transaksi.Jika anda tidak mampu memecahkan masalah masalah itu anda hanya mendapati institusi anda menjadi stagnan dan bahkan akan hancur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Keempat : Dengarkanlah kritik dan saran orang pada anda tentang integritas diri anda ?&lt;/b&gt;. Bukan hanya penguasaan beragam ilmu dan keahlian yang dibutuhkan oleh orang orang anda, tetapi mereka ingin pada pemimmpinnya ada kepaduan antara keyakinannya, ucapan-ucapannya yang mengispirasi serta tindakan –tindakan yang memperlihatkan rasa percaya diri dan kecermatan dalam bekerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karenanya bukalah diri anda untuk dapat menampung semua umpan balik , masukan , kritik atau apa saja namanya , yang selalu mengaharapkan anda dapat menyempurnakan kualitas kepribadian anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi jauh lebih baik kalau anda dapat menangkap isyarat dini – jadi tidak perlu menunggu umpan balik itu – untuk dapat memperbaiki integritas diri anda..Begitu anda melihat loyalitas yang mulai menurun pada orang –orang anda , itu pertanda bahwa anda sedang diprotes pada kualitas integritas anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kelima : Buka kembali catatan masa lalu anda , apakah anda punya kebiasaan disiplin dalam hidup anda ?&lt;/b&gt;. Anda akan menemukan bahwa setiap kebiasaan dan tindakan disiplin selalu membawa keberhasilan dalam semua rencana hidup anda.Akan tetapi sebaliknya ketidak displinan selalu mempertemukan anda dengan kegagalan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Keenam : Lihatlah fokus perhatian anda , apakah anda selalu berpikir untuk mengembangkan orang orang anda ?&lt;/b&gt;. Anda harus menyadari , jika semua pekerjaan institusi anda , anda tangani sendiri , institusi anda memang berjalan dan tumbuh tetapi dalam laju yang sangat pelan.Namun jika anda berfokus mengembangkan orang orang anda sehinga level kemampuan mereka meningkat anda akan mendapati kenyataan bahwa institusi anda akan mengalami lompatan kemajuan .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ketujuh : Sebelum anda memulai perjalanan anda dalam memimpin , apakah anda punya asset utama berupa SDM handal dalam institusi anda?&lt;/b&gt;. Jika asset SDM anda kapasitasnya biasa biasa saja , pertumbuhan instusi anda juga biasa – biasa saja . Jika asset SDM anda handal pertumbuhan institusi anda akan luar biasa , sebab ketika anda mengembangkannya , mereka akan berkembang mencapai level lebih tinggi dari yang mungkin dicapai oleh SDM yang biasa biasa saja kualitasnya. Itu artinya anda bisa lebih cepat meraih visi institusi anda .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kedelapan : Apakah anda punya visi dan wawasan yang cukup untuk membawa institusi anda bertumbuh dan berkembang ?&lt;/b&gt;. Visi dan wawasan akan menyediakan referensi berpikir bagi anda .Dengannya anda tahu kemana institusi anda akan dibawa.Anda juga mengerti bagaimana mengembangkan semua asset yang anda miliki.Anda juga bisa memecahkan masalah yang dihadapi institusi anda. Sumber : &lt;a href="http://trustcosurabaya.com/lakukanlah-general-check-up-terhadap-kepemimpinan-anda.html"&gt;trustcosurabaya.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2995520596496386522-1548777914600492344?l=wanvisioner.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wanvisioner.blogspot.com/feeds/1548777914600492344/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wanvisioner.blogspot.com/2010/03/lakukanlah-general-check-up-terhadap.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2995520596496386522/posts/default/1548777914600492344'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2995520596496386522/posts/default/1548777914600492344'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wanvisioner.blogspot.com/2010/03/lakukanlah-general-check-up-terhadap.html' title='Lakukanlah General Check Up Terhadap Kepemimpinan Anda !'/><author><name>Wawan Herdianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08860039703692730326</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-9lufY8ZL7oc/TZHeUlkO88I/AAAAAAAAA9M/QuBdc_8ybKU/s220/wawan%2Btrustco.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_kRyEIb9dYf0/S5YkXVW4p0I/AAAAAAAAAtw/C7vlFmY8NSc/s72-c/leader.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2995520596496386522.post-2356565730507816787</id><published>2010-02-25T02:37:00.000-08:00</published><updated>2010-03-02T18:47:35.668-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manajemen Organisasi'/><title type='text'>Meningkatkan Kualitas Organisasi Dengan 4N</title><content type='html'>“Tiada hari tampa belajar“, ungkapan ini mungkin sering kita dengar atau bahkan ada yang menjadikannya sebagai moto hidup. Belajar merupakan sebuah proses yang harus terus dilakukan selama kita hidup. Orang yang berhenti untuk belajar berarti telah mendatangani kontrak untuk gagal. Zaman terus berubah dengan berbagai tantangan dan masalah yang menyertainya, ini artinya kita harus senantiasa meng &lt;b&gt;&lt;i&gt;up grade&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; kemampuan kita agar kita lebih siap dan mampu menghadapi tantangan tantangan dan permasalahan permasalahan yang ada.&amp;nbsp;&amp;nbsp; Dalam konteks organisasi pun demikian kita harus menjadikan organisasi yang kita kelola sebagai organisasi yang terus belajar, yaitu dengan terus menerus melakukan penyempurnaan terhadap aktivitas pengelolaannya.&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada empat N yang dapat dilakukan dalam rangka meningkatkan kualitas organisasi yang kita kelola, empat N tersebut yaitu Niteni Neroake Nambah-nambahi dan Nemoake (&lt;i&gt;&lt;b&gt;bahasa Jawa&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;). &lt;i&gt;Pertama&lt;/i&gt;, &lt;b&gt;NITENI. &lt;/b&gt;yaitu kenali, kuasai, perhatikan, identifikasi gaya/ciri-ciri sebuah organisasi yang baik. &lt;i&gt;Kedua, &lt;/i&gt;&lt;b&gt;NEROAKE.&lt;/b&gt; mulailah dengan meniru gaya atau ciri tersebut untuk memajukan organisasi kita. &lt;i&gt;Ketiga&lt;/i&gt;, &lt;b&gt;NAMBAH-NAMBAHI. &lt;/b&gt;berilah modifikasi, tambahan dari gaya/ciri yang kita tiru secara kreatif. &lt;i&gt;Keempat&lt;/i&gt;, &lt;b&gt;NEMOAKE.&lt;/b&gt; akhirnya kita temukan gaya/ciri organisasi kita sesuai dengan karakteristik kita sendiri. OK…sementara ini dulu yang dapat saya tuliskan, semoga bermanfaat. Silahkan baca juga artikel » &lt;a href="http://wanvisioner.blogspot.com/2009/10/organisasi-pembelajar-organizational.html"&gt;Organisasi Pembelajar&lt;/a&gt; untuk tambahan referensi. °&lt;b&gt;wawan herdianto&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2995520596496386522-2356565730507816787?l=wanvisioner.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wanvisioner.blogspot.com/feeds/2356565730507816787/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wanvisioner.blogspot.com/2010/02/meningkatkan-kualitas-organisasi-dengan.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2995520596496386522/posts/default/2356565730507816787'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2995520596496386522/posts/default/2356565730507816787'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wanvisioner.blogspot.com/2010/02/meningkatkan-kualitas-organisasi-dengan.html' title='Meningkatkan Kualitas Organisasi Dengan 4N'/><author><name>Wawan Herdianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08860039703692730326</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-9lufY8ZL7oc/TZHeUlkO88I/AAAAAAAAA9M/QuBdc_8ybKU/s220/wawan%2Btrustco.png'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2995520596496386522.post-8156913699463648768</id><published>2010-02-18T06:11:00.000-08:00</published><updated>2010-02-18T06:11:33.675-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pengembangan Diri'/><title type='text'>Konsep Diri Positif: Kunci Keberhasilan Hidup</title><content type='html'>Perubahan dunia yang sangat pesat membuat  persaingan hidup semakin meningkat. Para orangtua saat ini berlomba-lomba memberikan bekal pendidikan, yang dipercaya sebagai bekal terbaik bagi anak. Asumsi orangtua pada umumnya adalah semakin tinggi level pendidikan formal, semakin terjamin masa depan anaknya. Apakah benar demikian?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menjawab pertanyaan itu, kita perlu melihat ke sekeliling kita. Berapa jumlah sarjana yang menganggur? Berapa jumlah lulusan luar negeri, yang setelah pulang ke Indonesia, tidak bisa bekerja atau tidak berhasil? Berapa banyak yang lulus cum laude, namun prestasi hidupnya biasa-biasa saja? Sebaliknya, ada banyak orang yang prestasi akademiknya biasa biasa saja, namun prestasi hidupnya sangat luar biasa. Jadi, sebenarnya prestasi akademik bukan jaminan keberhasilan hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian yang dilakukan di Amerika oleh Dr. Eli Ginzberg beserta timnya menemukan satu hasil yang mencengangkan. Penelitian ini melibatkan 342 subjek penelitian yang merupakan lulusan dari berbagai disiplin ilmu. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa yang berhasil mendapatkan beasiswa dari Colombia University. Dr. Ginzberg dan timnya meneliti seberapa sukses 342 mahasiswa itu dalam hidup mereka, lima belas tahun setelah mereka menyelesaikan studi. Hasil penelitian yang benar benar mengejutkan para peneliti itu adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Mereka yang lulus dengan mendapat penghargaan (predikat memuaskan, dengan hormat atau dengan kehormatan tertinggi), mereka yang mendapatkan penghargaan atas prestasi akademiknya, dan mereka yang berhasil masuk dalam Phi Beta Kappa ternyata lebih cenderung berprestasi biasa biasa saja.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Hasil Penelitian ini membuktikan tidak ada hubungan langsung antara keberhasilan akademik dan keberhasilan hidup. Lalu faktor apa yang menjadi kunci keberhasilan hidup manusia?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kunci keberhasilan hidup adalah konsep diri positif. Konsep diri memainkan peran yang sangat besar dalam menentukan keberhasilan hidup seseorang karena konsep diri dapat di analogikan sebagai suatu operating system yang menjalankan suatu komputer. Terlepas dari sebaik apapun perangkat keras komputer dan program yang di install, apabila sistem operasinya tidak baik dan banyak kesalahan, komputer tidak dapat bekerja maksimal. Hal yang sama berlaku bagi manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsep diri adalah sistem operasi yang menjalankan komputer mental, yang memengaruhi kemampuan berpikir seseorang. Konsep diri ini setelah ter-install akan masuk ke pikiran bawah sadar dan mempunyai bobot pengaruh sebesar 88 % terhadap level kesadaran seseorang dalam suatu waktu. Semakin baik konsep diri, semakin mudah seseorang untuk berhasil. Demikian pula sebaliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses pembentukan konsep diri dimulai sejak anak masih kecil. Masa kritis pembentukan konsep diri adalah saat anak masuk sekolah dasar. Glasser, seorang pakar pendidikan dari Amerika, menyatakan lima tahun pertama di SD akan menentukan “nasib” anak selanjutnya. Sering kali proses pendidikan yang salah, saat di SD, mengakibatkan rusaknya konsep diri anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita dapat melihat konsep diri seseorang dari sikap mereka. Konsep diri yang jelek akan mengakibatkan rasa tidak percaya diri, tidak berani mencoba hal-hal baru, tidak berani mencoba hal yang menantang, takul gagal, takut sukses, merasa diri bodoh, rendah diri, merasa diri tidak berharga, merasa tidak layak sukses, pesimis, dan masih banyak perilaku inferior lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya, orang yang konsep dirinya baik akan selalu optimis, berani mencoba hal-hal baru, berani sukses, berani gagal, percaya diri, antusias, merasa diri berharga, berani menetapkan tujuan hidup, bersikap dan berpikir positif, dan dapat menjadi pemimpin yang andal. *****(Dikutip dari buku Kesalahan Fatal Dalam Mengejar Impian yang ditulis oleh Adi W. Gunawan). Sumber : &lt;a href="http://rumahedukasi.wordpress.com/"&gt;Rumah Edukasi&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2995520596496386522-8156913699463648768?l=wanvisioner.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wanvisioner.blogspot.com/feeds/8156913699463648768/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wanvisioner.blogspot.com/2010/02/konsep-diri-positif-kunci-keberhasilan.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2995520596496386522/posts/default/8156913699463648768'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2995520596496386522/posts/default/8156913699463648768'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wanvisioner.blogspot.com/2010/02/konsep-diri-positif-kunci-keberhasilan.html' title='Konsep Diri Positif: Kunci Keberhasilan Hidup'/><author><name>Wawan Herdianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08860039703692730326</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-9lufY8ZL7oc/TZHeUlkO88I/AAAAAAAAA9M/QuBdc_8ybKU/s220/wawan%2Btrustco.png'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2995520596496386522.post-6273659504503766000</id><published>2010-02-03T02:09:00.000-08:00</published><updated>2010-03-02T18:49:50.653-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pengembangan Diri'/><title type='text'>Cara Mengetahui Kecerdasan Anda yang Dominan</title><content type='html'>Pada artikel sebelumnya yang berjudul &lt;a href="http://rumahedukasi.wordpress.com/2009/09/12/delapan-kecerdasan-dasar-menurut-gardner/"&gt;Multiple Intelligence&lt;/a&gt; kita sudah membahas mengenai kecerdasan majemuk (Multiple Intelligences) yang susun oleh Howard Gardner. Setiap orang bisa jadi memiliki satu atau lebih kecerdasan dominan yang siap untuk dikembangkan. Lalu yang menjadi pertanyaan adalah, “Bagaimana mengetahi kecerdasan dominan yang kita miliki?”.  Langsung saja, berikut ada sebuah sarana yang dapat anda gunakan untuk mengetahuinya, yaitu situs Personallity.info . Situs ini merupakan situs yang menawarkan&lt;span style="color: green;"&gt;&lt;b&gt; tes personallity types&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; dan &lt;span style="color: green;"&gt;&lt;b&gt;tes Multiple Intelligences&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; secara online dan gratis. Syaratnya anda cukup melakukan registrasi stelah itu anda tinggal memililih tes yang anda inginkan. Berikut adalah contoh hasil tes saya untuk Personallity Tipes.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://wawanherdianto.mypersonality.info/" target="_top"&gt;&lt;img alt="Click to view my Personality Profile page" border="0" src="http://badges.mypersonality.info/badge/0/19/191127.png" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oke, langsung saja silahkan klik &lt;b&gt;&lt;a href="http://www.mypersonality.info/" target="_self" title="Tes Kepribadian dan Kecerdasan "&gt;www.mypersonality.info&lt;/a&gt;&lt;/b&gt; untuk langsung menuju situs tersebut, dan melakukan tes untuk mengetahui Personality Types dan Kecerdasan anda yang dominan (Multiple Intelligences). Tapi jangan lupa resgistrasi dulu ya, dengan mengklik &lt;b&gt;Create Account&lt;/b&gt; yang ada di pojok kanan atas situs tersebut.  Selanjutnya saya berharap sahabat semua bersedia  MENULISKAN KOMENTAR, saran dan masukan, pada kotak komentar di bawah ini. Semoga bermanfaat. Terima kasih. (Sumber : &lt;a href="http://rumahedukasi.wordpress.com/"&gt;Rumah Edukasi&lt;/a&gt;)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2995520596496386522-6273659504503766000?l=wanvisioner.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wanvisioner.blogspot.com/feeds/6273659504503766000/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wanvisioner.blogspot.com/2010/02/cara-mengetahui-kecerdasan-anda-yang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2995520596496386522/posts/default/6273659504503766000'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2995520596496386522/posts/default/6273659504503766000'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wanvisioner.blogspot.com/2010/02/cara-mengetahui-kecerdasan-anda-yang.html' title='Cara Mengetahui Kecerdasan Anda yang Dominan'/><author><name>Wawan Herdianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08860039703692730326</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-9lufY8ZL7oc/TZHeUlkO88I/AAAAAAAAA9M/QuBdc_8ybKU/s220/wawan%2Btrustco.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2995520596496386522.post-8803661633213955046</id><published>2010-01-24T22:17:00.000-08:00</published><updated>2010-03-02T18:50:49.199-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Komunikasi Efektif'/><title type='text'>R.E.A.C.H : Lima Hukum Komunikasi Efektif</title><content type='html'>Pada artikel sebelumnya yang berjudul &lt;b&gt;&lt;a href="http://wanvisioner.blogspot.com/2010/01/komunikasi-efektif.html"&gt;Komunikasi Efektif&lt;/a&gt;&lt;/b&gt; kita sudah membahas “Integritas: Fondasi Utama Komunikasi Efektif”. Setelah kita memiliki integritas sebagai fondasi utama  dalam membangun komunikasi efektif, berikutnya kita perlu memperhatikan Lima Hukum Komunikasi Yang Efektif (The 5 Inevitable Laes of Effective Communication). Dalam buku Make Yourself A Leader yang ditulis oleh Aribowo Prijosaksono dan Ping Hartono Lima hukum ini dikembangkan dan dirangkum dalam satu kata yang mencerminkan esensi dari komunikasi, yaitu REACH, yang berarti merengkuh atau meraih. Pada dasarnya komunikasi adalah upaya kita untuk meraih perhatian, cinta kasih, minat, kepedulian, simpati, tanggapan, maupun respon positif dari orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Hukum #1: &lt;i&gt;Respect&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa hormat dan saling menghargai (respect) merupakan hukum pertama dalam kita berkomunikasi dengan orang lain. Kita harus ingat bahwa manusia selalu ingin dihargai dan dianggap penting. Jika kita harus mengkritik atau memarahi seseorang, kita bisa melakukan dengan penuh respek terhadap harga diri dan kebanggaan seseorang. Jika kita membangun komunikasi dengan rasa dan sikap saling menghargai dan menghormati, kita dapat membangun kerjasama yang menghasilkan sinergi yang akan meningkatkan efektifitas kinerja kita baik secara individu maupun secara keseluruhan sebagai sebuah tim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Dale Carnegie dalam bukunya How to Win Friends and Influence People, rahasia terbesar yang merupakan salah satu prinsip dasar dalam berurusan dengan manusia adalah dengan memberikan penghargaan yang jujur dan tulus. Seorang ahli psikologi yang sangat terkenal William James juga mengatakan bahwa prinsip paling dalam pada sifat dasar manusia adalah kebutuhan untuk dihargai. Sifat ini merupakan rasa lapar manusia yang harus dipenuhi (bukan harapan atau keinginan yang bisa ditunda). Lebih jauh Carnegie mengatakan bahwa setiap individu yang dapat memuaskan kelaparan hati ini akan menggenggam orang dalam telapak tangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Hukum #2: &lt;i&gt;Empathy&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Empati adalah kemampuan kita untuk menempatkan diri pada situasi atau kondisi yang dihadapi oleh orang lain. Salah satu prasarat utama dalam memiliki sifat empati adalah kemampuan kita untuk mendengarkan atau mengerti terlebih dulu sebelum didengarkan atau dimengerti oleh orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara khusus Covey menempatkan kemampuan mendengarkan sebagai salah satu dari tujuh kebiasaan manusia yang sangat efektif. Covey mnyebutnya sebagai komunkasi empatik, yaitu kebiasaan untuk mengerti terlebih dahulu, baru dimengerti. Kita perlu memahami dan mendengar orang lain terlebih dahulu untuk dapat membangun keterbukaan dan kepercayaan dalam membangun sinergi dengfan orang lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa empati akan memampukan kita untuk menyampaikan pesan (message).  Cara dan sikap empati juga akan memudahkan penerima pesan (receiver)  menerima pesan yang kita sampaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam komunikasi untuk membangun kerjasama tim, rasa empati sangat memegang peranan. Dengan empati kita bisa memahami perilaku anggota tim kita, seperti kebutuhan, keinginan, minat, harapan, dan kesenangan mereka. Rasa empati akan menimbulkan respek. Rasa respek akan membangun kepercayaan yang merupakan unsur utama dalam membangun teamwork.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam membangun komunikasi dengan empati, kita harus mempunyai kemampuan untuk mendengar dan siap menerima masukan apa pun dengan sikap positif. Banyak di antara kita yang tidak mau mendengarkan saran, apalagi kritik dari orang lain. Padahal esensi dari komunikasi adalah aliran dua arah. Komunikasi satu arah tidak akan efektif manakala tidak ada umpan balik (feedback) yang merupakan arus balik dari penerima pesan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Hukum #3: &lt;i&gt;Audible&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesan yang kita sampaikan harus audible, artinya pesan dapat diterima dan dimengerti oleh penerima pesan dengan baik. Untuk itu, pesan bisa disampaikan melalui berbagai media, seperti alat bantu audio visual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sisi media untuk penyampaian pesan, penggunaan teknologi bisa membantu melipatgandakan pancaran sinyal pesan yang kita sampaikan sehingga pesan bisa diterima oleh jauh lebih banyak orang. Sebagai contoh dengan menggunakan media internet, kita bisa berkomunikasi dengan mudah dan murah kepada banyak orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Hukum #4: Clarity&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hukum keempat dalam membangun komunikasi yang efektif adalah pesan yang kita sampaikan harus jelas sehingga tidak menimbulkan penafsiran yang berlainan. Pesan yang dapat menimbulkan berbagai penafsiran akan menimbulkan dampak yang tidak sederhana. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Clarity dapat pula berarti keterbukaan. Dalam berkomunikasi kita perlu mengembangkan sikap transparan sehingga dapat menimbulkan rasa percaya dari penerima pesan atau anggota tim kita. Keterbukaan akan mencegah timbulnya sikap saling curiga yang akan menurunkan semangat dan antusisme tim kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Hukum #5: &lt;i&gt;Humble&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hukum kelima dalam membangun komunikasi yang efektif adalah sikap rendah hati. Sikap ini merupakan unsur yang terkait dengan hukum pertama, yaitu respect. Untuk membangun rasa menghargai orang lain, biasanya didasari oleh sikap rendah hati yang kita miliki. Sikap rendah hati adalah sikap yang penuh melayani, sikap menghargai, mau mendengar dan menerima kritik, tidak sombong, tidak memandang rendah orang lain, berani mengakui kesalahan, rela memaafkan, lemah lembut dan penuh pengendalian diri, serta mengutamakan kepentingan yang lebih besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita membangun komunikasi berdasarkan pada lima hukum pokokkomunikasi yang efektif ini, kita dapat menjadi seorang komunikator yang handal yang dapat membangun jaringan hubungan dengan orang lain dengan penuh penghargaan (respect), karena hal inilah yang dapat membangunhubungan jangka panjang yang saling menguntungkan dan saling menguatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="background-color: #eeeeee;"&gt;Referensi : Prijosaksono, Aribowo dan Ping Hartono. 2002. &lt;i&gt;Make Yourself A Leader&lt;/i&gt;. PT Elex Media Komputindo. Jakarta.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2995520596496386522-8803661633213955046?l=wanvisioner.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wanvisioner.blogspot.com/feeds/8803661633213955046/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wanvisioner.blogspot.com/2010/01/reach-lima-hukum-komunikasi-efektif.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2995520596496386522/posts/default/8803661633213955046'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2995520596496386522/posts/default/8803661633213955046'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wanvisioner.blogspot.com/2010/01/reach-lima-hukum-komunikasi-efektif.html' title='R.E.A.C.H : Lima Hukum Komunikasi Efektif'/><author><name>Wawan Herdianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08860039703692730326</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-9lufY8ZL7oc/TZHeUlkO88I/AAAAAAAAA9M/QuBdc_8ybKU/s220/wawan%2Btrustco.png'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2995520596496386522.post-4206708581585440421</id><published>2010-01-20T19:53:00.000-08:00</published><updated>2010-01-20T19:56:01.931-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Komunikasi Efektif'/><title type='text'>Komunikasi Efektif</title><content type='html'>Komunikasi berasal dari perkataan “&lt;i&gt;Communicare&lt;/i&gt;” yaitu yang di dalam bahasa latin mempunyai arti “berpartisipasi atau memberitahukan”, sedangkan perkataan “&lt;i&gt;Comunis&lt;/i&gt;” berarti milik bersama ataupun “berlaku dimana-mana” atau juga berarti sama, sama di sini maksudnya sama makna. Jadi jika dua orang melakukan komunikasi misalnya dalam bentuk percakapan maka komunikasi akan berjalan atau berlangsung dengan baik selama ada kesamaan makna mengenai apa yang dipercakapkan. Collen McKenna mendifinisikan komunikasi sebagai proses pengiriman pesan kepada penerima dengan saling pengertian. Proses ini melibatkan beberapa komponen, yaitu pengirim pesan (&lt;i&gt;sender&lt;/i&gt;), pesan yang dikirimkan (&lt;i&gt;message&lt;/i&gt;), bagaimana pesan tersebut dikirimkan (&lt;i&gt;delivery channel&lt;/i&gt; atau &lt;i&gt;media&lt;/i&gt;), penerima pesan (&lt;i&gt;receiver&lt;/i&gt;), dan unpan balik (&lt;i&gt;feedback&lt;/i&gt;) yang diharapkan. WHO say WHAT to WHOM in what CHANNEL, yang dapat diilistrasikan pada bagan berikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_kRyEIb9dYf0/S1fPIvIvJoI/AAAAAAAAAtQ/Z0q60NgjHIM/s1600-h/Komunikasi+Efektif.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_kRyEIb9dYf0/S1fPIvIvJoI/AAAAAAAAAtQ/Z0q60NgjHIM/s320/Komunikasi+Efektif.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Keterampilan Terpenting dalam Kepemimpinan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemampuan mengembangkan komunikasi yang efektif merupakan salah satu keterampilan yang amat diperlukan untuk pengembangan diri kita baik sebagai pemimpin maupun sebagai anggota sebuah tim. Paling tidak kita harus menguasai empat jenis keterampilan dasar dalam komunikasi, yaitu menulis, membaca (bahasa tulisan), mendengar, dan berbicara (bahasa lisan). Perhatikan, hampir setiap saat kita menghabiskan waktu untuk mengerjakan setidaknya salah satu dari keempat hal itu. Oleh karena itu, kemampuan untuk menguasai keterampilan dasar komunikasi dengan baik mutlak kita perlukan demi efektifitas dan keberhasilan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Covey, komunikasi merupakan keterampilan terpenting dalam hidup kita. Kita menghabiskan sebagian besar waktu kita untuk berkomunikasi. Namun, sama seperti kita tidak pernah memperhatikan cara kita bernafas, komunikasi kita anggap sebagai hal yang otomatis terjadi begitu saja. Kita tidak memiliki kesadaran untuk melakukan komunikasi dengan efektif. Sebagai contoh, kita tidak pernah mempelajari bagaimana menulis efektif, bagaimana membaca cepat dan efektif, bagaiamana berbicara secara efektif, dan bagaimana menjadi pendengar yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Integritas : Fondasi Utama Komunikasi Efektif&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Covey menekankan konsep kesalingtergantungan untuk menjelaskan hubungan antarmanusia. Menurut Covey, unsur terpenting pada komunikasi bukan sekedar pada apa yang kita tulis atau kita katakan, tetapi lebih pada karakter kita dan bagaimana kita menyampaikan pesan itu. Jika pesan yang kita sampaikan di bangun dari hubungan manusia yang dangkal, bukan dari diri kita yang paling dalam, orang lain akan melihat dan membaca sikap kita. Jadi syarat utama dalam komunikasi efektif adalah karakter yang kokoh yang dibangun dari fondasi integritas pribadi yang kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk memperjelas konsep ini, kita bisa menggunakan analogi sistem bekerjanya sebuah bank. Jika kita memdepositokan integritas kita di dalam rekening bank emosi orang lain melalui sopan santun, kebaikan hati, kejujuran, dan memenuhi setiap komitmen kita, berarti kita menambah cadangan kepercayaan orang itu terhadap kita. Kepercayaan orang itu menjadi lebih tinggi. Ketika kepercayaan semakin tinggi, komunikasi pun mudah, cepat, dan efektif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hubungan komunikasi yang efektif, kepercayaan merupakan dasar terciptanya teamwork. Kepercayaan ini hanya bisa muncul kalau kita mempunyai integritas, yang mencakup hal hal yang lebih dari sekedar kejujuran. Kalau kejujuran mengatakan kebenaran atau menyesuaikan kata kata kita dengan realitas, integritas menyesuaikan realitas dengan kata kata kita. Integritas bersifat aktif, sedangkan kejujuran bersifat pasif. Bersambung....&lt;i&gt;(Selanjutnya R.E.A.C.H : Lima Hukum Komunikasi Efektif)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="background-color: #eeeeee;"&gt;Referensi : Prijosaksono, Aribowo dan Ping Hartono. 2002. &lt;i&gt;Make Yourself A Leader&lt;/i&gt;. PT Elex Media Komputindo. Jakarta. &lt;b style="color: blue;"&gt;][&lt;/b&gt; Raharjo, Sekti dan Rina Susanti. 2007.&lt;i&gt; F.U.N tactics&lt;/i&gt;. Syaamil. Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2995520596496386522-4206708581585440421?l=wanvisioner.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wanvisioner.blogspot.com/feeds/4206708581585440421/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wanvisioner.blogspot.com/2010/01/komunikasi-efektif.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2995520596496386522/posts/default/4206708581585440421'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2995520596496386522/posts/default/4206708581585440421'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wanvisioner.blogspot.com/2010/01/komunikasi-efektif.html' title='Komunikasi Efektif'/><author><name>Wawan Herdianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08860039703692730326</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-9lufY8ZL7oc/TZHeUlkO88I/AAAAAAAAA9M/QuBdc_8ybKU/s220/wawan%2Btrustco.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_kRyEIb9dYf0/S1fPIvIvJoI/AAAAAAAAAtQ/Z0q60NgjHIM/s72-c/Komunikasi+Efektif.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2995520596496386522.post-5622265068008928375</id><published>2010-01-19T06:37:00.000-08:00</published><updated>2010-03-02T18:51:54.473-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pengembangan Diri'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Keterampilan Belajar'/><title type='text'>Syarat Belajar : Keinginan dan Tindakan</title><content type='html'>Keinginan dan kemauan untuk bertindak adalah syarat penting untuk mempelajari dan mendapatkan apapun. Cicero pernah berkata, “Langkah pertama menuju pengetahuan adalah mengetahui bahwa kita bersikap ingin tahu.”  Rasa ingin tahu, ingin bisa, merupakan power  yang akan menggerakan kita untuk mempelajari sesuatu. Namun, ingin saja tidak cukup. Ia harus dibarengi oleh kemauan untuk bertindak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya yakin untuk syarat yang pertama “keinginan” kita semua sudah memilikinya. Bahkan mungkin anda akan memerlukan berlembar lembar kertas jika saya minta anda untuk menuliskannya . Anda mungkin pernah mengatakan pada diri sendiri, “saya berharap saya dapat melakukan itu,” atau “saya berharap saya memiliki kemampuan ini” dan sebagainya. Nah, anda dapat berharap dan berharap tetapi tidak pernah benar benar belajar apapun. Oleh karena itu, bila anda ingin belajar apa pun, mulailah !. Ya benar, mulailah untuk merealisasikan apa yang anda ingin atau harapkan. Contoh sederhana, misalnya jika anda ingin bisa membuat blog, mulailah mencari tutorialnya, membeli bukunya, bertanya dan minta bimbingan dari ahlinya. Mulailah mencoba, terus berlatih, melakukan, maka kemampuan dan keahlian akan anda miliki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="background-color: #f6b26b; text-align: center;"&gt;INSPIRATION WORDS&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #fff2cc;"&gt;Kita dapat belajar apa saja yang ingin kita pelajari. Tidak ada yang tidak bisa, kecuali tidak mau berusaha. Segala sesuatu awalnya sulit sebelum menjadi mudah. Bersungguh sungguhlah, karena orang yang bersungguh sungguh akan mendapatkan apa yang ia usahakan. Tidak ada yang bisa menghentikan anda, kecuali diri anda sendiri.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2995520596496386522-5622265068008928375?l=wanvisioner.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wanvisioner.blogspot.com/feeds/5622265068008928375/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wanvisioner.blogspot.com/2010/01/syarat-belajar-keinginan-dan-tindakan.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2995520596496386522/posts/default/5622265068008928375'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2995520596496386522/posts/default/5622265068008928375'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wanvisioner.blogspot.com/2010/01/syarat-belajar-keinginan-dan-tindakan.html' title='Syarat Belajar : Keinginan dan Tindakan'/><author><name>Wawan Herdianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08860039703692730326</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-9lufY8ZL7oc/TZHeUlkO88I/AAAAAAAAA9M/QuBdc_8ybKU/s220/wawan%2Btrustco.png'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2995520596496386522.post-7892204672036716899</id><published>2010-01-17T02:22:00.000-08:00</published><updated>2010-03-02T18:56:26.539-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wanvisioner News'/><title type='text'>Peluncuran Blog Baru : Wan Gallery</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_kRyEIb9dYf0/S1XMgta1eQI/AAAAAAAAAtI/jvjrO_DqE2I/s1600-h/wan+gallery.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_kRyEIb9dYf0/S1XMgta1eQI/AAAAAAAAAtI/jvjrO_DqE2I/s320/wan+gallery.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Alhamdulillah akhirnya rampung juga blog terbaru buatan saya. Blog ini saya beri nama Wan Gallery "Wawan Herdianto Wallpaper and Foto". Karena baru tentu blog ini belumlah sempurna dan masih memerlukan saran dan masukan dari sahabat sahabat semua. Sesuai dengan namanya blog ini merupakan blog yang berisi gambar wallpaper dan foto. Wallpaper yang saya suguhkan di blog ini merupakan wallpaper yang berisi kata kata inspirasi, jadi tentunya bukan sembarang wallpaper. So, silahkan berkunjung ke blog tersebut, download wallpapernya, pasang di komputer atau laptopmu. Selamat membaca. Untuk langsung ke TKP langsung aja kunjungi di &lt;a href="http://wanvisionergallery.blogspot.com/"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;wanvisionergallery.blogspot.com&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style="color: black;"&gt;atau klik banner yang ada di atas postingan ini.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2995520596496386522-7892204672036716899?l=wanvisioner.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wanvisioner.blogspot.com/feeds/7892204672036716899/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wanvisioner.blogspot.com/2010/01/peluncuran-blog-baru-wan-gallery.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2995520596496386522/posts/default/7892204672036716899'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2995520596496386522/posts/default/7892204672036716899'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wanvisioner.blogspot.com/2010/01/peluncuran-blog-baru-wan-gallery.html' title='Peluncuran Blog Baru : Wan Gallery'/><author><name>Wawan Herdianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08860039703692730326</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-9lufY8ZL7oc/TZHeUlkO88I/AAAAAAAAA9M/QuBdc_8ybKU/s220/wawan%2Btrustco.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_kRyEIb9dYf0/S1XMgta1eQI/AAAAAAAAAtI/jvjrO_DqE2I/s72-c/wan+gallery.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2995520596496386522.post-3931791376243401327</id><published>2010-01-12T22:51:00.000-08:00</published><updated>2010-03-02T18:57:22.948-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan Hidup'/><title type='text'>Hidup Adalah Pilihan</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Ada dua buah bibit tanaman yang terhampar di sebuah ladang yang subur. Bibit yang pertama berkata, “Aku ingintumbuh besar. Aku ingin menjejakkan akarku dalam dalam di tanah ini, dan menjulangkan tunas tunasku di atas kerasnya tanah ini. Aku ingin membentangkan semua tunasku, untuk menyampaikan salam musim semi. Aku ingin merasakan kehangatan matahari, dan kelembutan embun pagi di pucuk pucuk daunku.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan bibit itu tumbuh, makin menjulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bibit yang kedua bergumam, “Aku takut. Jika kutanamkan akarku ke dalam tanah ini, aku tak tahu, apa yang akan kutemui di bawah sana. Bukankah di sana sangat gelap? Dan jika kuteroboskan tunasku ke atas, bukankah keiandahan tunas tunasku nanti akan hilang? Tunasku ini pasti akan terkoyak. Apa yang akan terjadi jika tunas tunasku terbuka, dan siput siput mencoba untuk memakannya? Dan pasti, jika aku tumbuh dan merekah, semua anak kecil akan berusaha mencabutku dari tanah. Tidak, akan lebih baik jika aku menunggu sampai semuanya aman.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan bibit itupun menunggu, dalam kesendirian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa pekan kemudian, seekor ayam mengais tanah itu, menemukan bibit yang kedua tadi, dan mencaploknya segera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Renungan :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Memang, selalu saja ada pilihan dalam hidup. Selalu saja ada lakon lakon yang harus kita jalani. Namun, seringkali kita berada dalam kepesimisan, kengerian, keraguan, dan kebimbangan kebimbangan yang kita ciptakan sendiri. Kita kerap terbuai dengan alasan alasan untuk tak mau melangkah, tak mau menatap hidup. Karena hidup adalah pilihan, maka, hadapilah itu dengan gagah. Dan karena hidup adalah pilihan, maka, pilihlah dengan bijak.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2995520596496386522-3931791376243401327?l=wanvisioner.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wanvisioner.blogspot.com/feeds/3931791376243401327/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wanvisioner.blogspot.com/2010/01/hidup-adalah-pilihan.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2995520596496386522/posts/default/3931791376243401327'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2995520596496386522/posts/default/3931791376243401327'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wanvisioner.blogspot.com/2010/01/hidup-adalah-pilihan.html' title='Hidup Adalah Pilihan'/><author><name>Wawan Herdianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08860039703692730326</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-9lufY8ZL7oc/TZHeUlkO88I/AAAAAAAAA9M/QuBdc_8ybKU/s220/wawan%2Btrustco.png'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2995520596496386522.post-8608638746259572215</id><published>2009-12-22T02:33:00.000-08:00</published><updated>2010-03-02T18:57:54.962-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manajemen Organisasi'/><title type='text'>Mengembangkan SDM dalam Fungsi Manajemen</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_kRyEIb9dYf0/SzCjRvJxGoI/AAAAAAAAAlA/m2ZYc6m3608/s1600-h/wawan+trustco.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_kRyEIb9dYf0/SzCjRvJxGoI/AAAAAAAAAlA/m2ZYc6m3608/s400/wawan+trustco.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;SEMUA ORGANISASI memiliki Goal, VISI atau obsesi. Agar Organisasi dapat mewujudkan visinya dalam memberikan pelayanan pelanggan dengan prima, maka organisasi harus di kelola dengan fungsi manajemen yang handal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;VISION harus membangun inspirasi dan motivasi, mudah diingat, fokus, menghasilkan sesuatu yang besar, serta mempunyai nilai. Ada 4 KUNCI sukses sebuah organisasi yaitu menyinergikan cara berpikir (mind setting), terobosan strategis (&lt;i&gt;strategic breakthrough&lt;/i&gt;), penyelarasan strategi (&lt;i&gt;strategy alignment&lt;/i&gt;) serta tata budaya (managing beliefs &amp;amp; values). Mind setting dilakukan melalui menghilangkan ego sektoral dan mental blocks yang menghambat. Strategic breakthrough diterapkan dengan penetapkan sasaran yang jelas, terukur dan membangun strategi utama. Strategy alignment dijalankan dengan memperjelas dan mengatur strategi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya SDM yang memiliki budaya yang kuat yang akan mampu menopang pertumbuhan dan strategi organisasi. Inilah langkah untuk menghindari kegagalan dalam implementasi strategis yang diakibatkan oleh tujuan yang tidak jelas, sasaran yang tidak fokus, kurangnya pemahaman dan rasa memiliki sesama serta strategi yang tidak jelas dan terukur. (Sumber : Manajemen Pengembangan Aset MANUSIA Untuk Masa Depan Bangsa, B.S. Wibowo, Dipl.Rad. SKM. MARS.) Lembaga manajemen Terapan TRUSTCO.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2995520596496386522-8608638746259572215?l=wanvisioner.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wanvisioner.blogspot.com/feeds/8608638746259572215/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wanvisioner.blogspot.com/2009/12/mengembangkan-sdm-dalam-fungsi.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2995520596496386522/posts/default/8608638746259572215'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2995520596496386522/posts/default/8608638746259572215'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wanvisioner.blogspot.com/2009/12/mengembangkan-sdm-dalam-fungsi.html' title='Mengembangkan SDM dalam Fungsi Manajemen'/><author><name>Wawan Herdianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08860039703692730326</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-9lufY8ZL7oc/TZHeUlkO88I/AAAAAAAAA9M/QuBdc_8ybKU/s220/wawan%2Btrustco.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_kRyEIb9dYf0/SzCjRvJxGoI/AAAAAAAAAlA/m2ZYc6m3608/s72-c/wawan+trustco.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2995520596496386522.post-556430216436880056</id><published>2009-11-10T05:10:00.000-08:00</published><updated>2009-11-10T05:10:31.410-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pengembangan Diri'/><title type='text'>Konsep Diri Positif: Kunci Keberhasilan Hidup</title><content type='html'>Perubahan dunia yang sangat pesat membuat  persaingan hidup semakin meningkat. Para orangtua saat ini berlomba-lomba memberikan bekal pendidikan, yang dipercaya sebagai bekal terbaik bagi anak. Asumsi orangtua pada umumnya adalah semakin tinggi level pendidikan formal, semakin terjamin masa depan anaknya. Apakah benar demikian?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menjawab pertanyaan itu, kita perlu melihat ke sekeliling kita. Berapa jumlah sarjana yang menganggur? Berapa jumlah lulusan luar negeri, yang setelah pulang ke Indonesia, tidak bisa bekerja atau tidak berhasil? Berapa banyak yang lulus cum laude, namun prestasi hidupnya biasa-biasa saja? Sebaliknya, ada banyak orang yang prestasi akademiknya biasa biasa saja, namun prestasi hidupnya sangat luar biasa. Jadi, sebenarnya prestasi akademik bukan jaminan keberhasilan hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian yang dilakukan di Amerika oleh Dr. Eli Ginzberg beserta timnya menemukan satu hasil yang mencengangkan. Penelitian ini melibatkan 342 subjek penelitian yang merupakan lulusan dari berbagai disiplin ilmu. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa yang berhasil mendapatkan beasiswa dari Colombia University. Dr. Ginzberg dan timnya meneliti seberapa sukses 342 mahasiswa itu dalam hidup mereka, lima belas tahun setelah mereka menyelesaikan studi. Hasil penelitian yang benar benar mengejutkan para peneliti itu adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Mereka yang lulus dengan mendapat penghargaan (predikat memuaskan, cum laude atau summa cum laude), mereka yang mendapatkan penghargaan atas prestasi akademiknya, dan mereka yang berhasil masuk dalam Phi Beta Kappa ternyata lebih cenderung berprestasi biasa biasa saja.&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Hasil Penelitian ini membuktikan tidak ada hubungan langsung antara keberhasilan akademik dan keberhasilan hidup. Lalu faktor apa yang menjadi kunci keberhasilan hidup manusia?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kunci keberhasilan hidup adalah konsep diri positif. Konsep diri memainkan peran yang sangat besar dalam menentukan keberhasilan hidup seseorang karena konsep diri dapat di analogikan sebagai suatu operating system yang menjalankan suatu komputer. Terlepas dari sebaik apapun perangkat keras komputer dan program yang di install, apabila sistem operasinya tidak baik dan banyak kesalahan, komputer tidak dapat bekerja maksimal. Hal yang sama berlaku bagi manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsep diri adalah sistem operasi yang menjalankan komputer mental, yang memengaruhi kemampuan berpikir seseorang. Konsep diri ini setelah ter-install akan masuk ke pikiran bawah sadar dan mempunyai bobot pengaruh sebesar 88 % terhadap level kesadaran seseorang dalam suatu waktu. Semakin baik konsep diri, semakin mudah seseorang untuk berhasil. Demikian pula sebaliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses pembentukan konsep diri dimulai sejak anak masih kecil. Masa kritis pembentukan konsep diri adalah saat anak masuk sekolah dasar. Glasser, seorang pakar pendidikan dari Amerika, menyatakan lima tahun pertama di SD akan menentukan “nasib” anak selanjutnya. Sering kali proses pendidikan yang salah, saat di SD, mengakibatkan rusaknya konsep diri anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita dapat melihat konsep diri seseorang dari sikap mereka. Konsep diri yang jelek akan mengakibatkan rasa tidak percaya diri, tidak berani mencoba hal-hal baru, tidak berani mencoba hal yang menantang, takul gagal, takut sukses, merasa diri bodoh, rendah diri, merasa diri tidak berharga, merasa tidak layak sukses, pesimis, dan masih banyak perilaku inferior lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya, orang yang konsep dirinya baik akan selalu optimis, berani mencoba hal-hal baru, berani sukses, berani gagal, percaya diri, antusias, merasa diri berharga, berani menetapkan tujuan hidup, bersikap dan berpikir positif, dan dapat menjadi pemimpin yang andal. *****(Dikutip dari buku Kesalahan Fatal Dalam Mengejar Impian yang ditulis oleh Adi W. Gunawan)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2995520596496386522-556430216436880056?l=wanvisioner.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wanvisioner.blogspot.com/feeds/556430216436880056/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wanvisioner.blogspot.com/2009/11/konsep-diri-positif-kunci-keberhasilan.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2995520596496386522/posts/default/556430216436880056'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2995520596496386522/posts/default/556430216436880056'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wanvisioner.blogspot.com/2009/11/konsep-diri-positif-kunci-keberhasilan.html' title='Konsep Diri Positif: Kunci Keberhasilan Hidup'/><author><name>Wawan Herdianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08860039703692730326</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-9lufY8ZL7oc/TZHeUlkO88I/AAAAAAAAA9M/QuBdc_8ybKU/s220/wawan%2Btrustco.png'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2995520596496386522.post-1942563248610440839</id><published>2009-11-03T03:39:00.000-08:00</published><updated>2010-03-02T18:58:43.545-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan Hidup'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pengembangan Diri'/><title type='text'>Ingatlah Mereka yang Berjasa Kepada Anda</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_kRyEIb9dYf0/SvAWW-MFYKI/AAAAAAAAAkM/pd3TmmRTISc/s1600-h/wanvisioner+10.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_kRyEIb9dYf0/SvAWW-MFYKI/AAAAAAAAAkM/pd3TmmRTISc/s200/wanvisioner+10.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Mengingat orang orang yang berjasa kepada anda merupakan bagian yang penting dari kemampuan untuk “membalas budi” dalam hidup. Selain itu, Anda bisa menggunakan pengalaman positif yang anda peroleh dari orang orang yang telah membantu anda dalam usaha anda membantu orang lain. Dunia ini akan menjadi tempat yang jauh lebih menyenangkan kalau kita tidak terlalu memikirkan diri sendiri dan, sebaliknya, memikirkan—dan membantu—orang lain sebanyak banyaknya . Zig Ziglar pernah mengatakan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;“Kunci untuk mendapatkan semua yang anda inginkan dalam hidup tidak lain hanyalah dengan semampunya membantu orang lain mendapatkan apa yang mereka inginkan.”&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Apa yang dikatakan Zig memang benar. Orang hanya memedulikan seberapa tahukah anda saat mereka tahu seberapa besar kepedulian anda. Oleh karena itu, JANGAN PERNAH melupakan orang-orang yang telah berjasa kepada anda sepanjang perjalanan hidup anda. Kalau anda tidak bisa melakukannya, carilah anak-anak muda dan lakukanlah apa yang pernah mereka lakukan dulu untuk anda. Orang itu seumur hidupnya akan berterima kasih atas waktu dan tenaga yang telah anda berikan kepadanya. Salah satu investasi terbaik yang bisa kita buat adalah meluangkan waktu sebanyak-banyaknya bagi kaum muda saat ini karena mereka akan menjadi pemimpin masa depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingatlah bahwa kita tidak bisa mengubah orang lain, tak peduli betapa anda menginginkannya. Jika anda ingin memengaruhi orang lain atau suatu organisasi. Anda harus “menjadi” perubahan yang anda inginkan itu. Itulah arti kepemimpinan yang sesungguhnya !. Akhirnya, saya mendorong anda untuk memiliki foto orang-orang yang secara positif telah memengaruhi hidup anda, lalu bingkailah dan tempatkanlah foto-foto itu di dinding rumah atau kantor anda. Foto-foto itu akan menjadi “Wall of Fame” dan berfungsi sebagai pengingat anda kepada orang-orang yang pernah berjasa dalam hidup anda. (Rangkuman Bab 8 buku Creating Your Own Destiny: Bagaimana Mendapatkan Apa yang Benar-Benar Anda Inginkan Dalam Hidup, Patrick Snow).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2995520596496386522-1942563248610440839?l=wanvisioner.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wanvisioner.blogspot.com/feeds/1942563248610440839/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wanvisioner.blogspot.com/2009/11/ingatlah-mereka-yang-berjasa-kepada.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2995520596496386522/posts/default/1942563248610440839'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2995520596496386522/posts/default/1942563248610440839'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wanvisioner.blogspot.com/2009/11/ingatlah-mereka-yang-berjasa-kepada.html' title='Ingatlah Mereka yang Berjasa Kepada Anda'/><author><name>Wawan Herdianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08860039703692730326</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-9lufY8ZL7oc/TZHeUlkO88I/AAAAAAAAA9M/QuBdc_8ybKU/s220/wawan%2Btrustco.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_kRyEIb9dYf0/SvAWW-MFYKI/AAAAAAAAAkM/pd3TmmRTISc/s72-c/wanvisioner+10.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2995520596496386522.post-7685523565926921481</id><published>2009-11-02T06:29:00.000-08:00</published><updated>2009-11-02T06:29:18.750-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pengembangan Diri'/><title type='text'>Kunci Sukses Dimulai Dengan Inisiatif</title><content type='html'>&lt;blockquote&gt;&lt;i&gt;“Success comes from taking the initiative and following up… persisting… eloquently expressing the depth of your love. What simple action could you take today to produce a new momentum toward success in your life?”&lt;/i&gt; &lt;b&gt;Anthony Robbins&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Sering kali kita mendengar kata inisiatif. Bahkan mungkin saja setiap dari kita sudah sering mendengarnya saat kita masih kecil atau saat kita mulai bersekolah. Ketika kita kuliah ataupun saat mengikuti kegiatan organisasi, hingga saat sekarang ini, di mana kita bekerja atau melakukan bisnis, kata ini kerapkali terdengar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang di sekitar kita pun sering mengatakan, “Kalau mau sukses dan berhasil, intinya mesti dimulai dari inisiatif!”. Bahkan seorang motivator kelas dunia seperti Anthony Robbins pun mengatakan bahwa kesuksesan itu datangnya dari inisiatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pun teringat dengan sebuah cerita yang pernah diceritakan oleh teman saya. Alkisah ada seseorang yang bekerja kepada seorang bangsawan di Eropa. Suatu ketika, istri bangsawan itu memanggil seorang pekerjanya untuk diajak berbicara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Andrew, berapa lama Anda sudah tinggal dan bekerja bersama kami?”, tanya istri bangsawan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kira-kira sekitar dua puluh lima tahun, Nyonya” jawab Andrew. “Oiya, saya ingat kalau engkau dipekerjakan untuk memelihara satu-satunya kuda perang waktu itu,” kata sang Nyonya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Benar sekali, Nyonya,” jawab Andrew.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Andrew, kuda itu sudah mati sepuluh tahun yang lalu”, ujar sang Nyonya kepada Andrew. “Benar sekali, Nyonya.” Jawab Andrew. “Jadi, apakah yang harus saya lakukan sekarang?”, lanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hey! Jangan-jangan kita sama seperti Andrew.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang tidak memiliki inisiatif dan menunggu selama bertahun-tahun agar orang lain memberitahukan kepadanya apa yang seharusnya dia lakukan, sehingga segala kesuksesan, keberhasilan, prestasi serta pencapaian-pencapaian yang harusnya telah kita raih tidaklah kita dapatkan dikarenakan kurangnya inisiatif dari kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;4 Kategori pribadi berdasarkan inisiatifnya&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara pribadi, saya ingin membagi empat kategori orang berdasarkan tingkatan inisiatifnya. Keempat kategori itu adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Orang tipe pertama,&lt;/b&gt; orang-orang yang tidak pernah melakukan hal yang benar, tidak peduli apa pun yang dikatakan kepadanya. Orang yang termasuk dalam kategori pertama ini sering kali menjadi sumber masalah baik di dalam pekerjaan maupun dalam hubungan interaksinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain cuek, yang memperparah mereka adalah meskipun sudah diberitahukan hal yang benar, mereka tidak dapat mengerjakan sesuatunya dengan benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, ini bukanlah sesuatu yang tidak bisa diperbaiki lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan, kita tidak perlu ‘menyepak’ orangorang ini dari organisasi kita. Saya pun teringat pepatah dari novelis, Robert A. Heinlein yang pernah mengatakan, “A society that gets rid of all its troublemakers goes downhill.” Ya, organisasi yang mengeluarkan para troublemaker-nya, malahan akan terpuruk. Saat ini, di tempat di mana kita menjadi sang pemimpin, mungkin saja ada orang-orang yang masuk dalam kategori ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah terbaik yang harus kita lakukan bukanlah secara langsung dengan menghindari orang tersebut, tetapi mulailah dengan mengajak orang tersebut dalam proses coaching atau counseling. Mungkin saja ada pengalamanpengalaman masa lalu yang menyebabkan dirinya menjadi seperti itu. Ketika bisa diperbaiki, orang ini bisa jadi justru menjadi aset yang berharga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Orang tipe kedua,&lt;/b&gt; orang-orang yang melakukan hal benar setelah diberitahukan lebih dari satu kali. Dibandingkan dengan tipe pertama, maka orang yang masuk dalam kategori ini tentunya lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika dalam tim terdapat orang seperti ini, hal yang perlu dilakukan adalah sedikit bersabar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin juga sebagai pemimpin, kita tidak memberikan arahan yang cukup jelas. Janganlah langsung menyalahkan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Orang tipe ketiga,&lt;/b&gt; orang-orang yang melakukan hal yang benar saat diberitahukan sekali. Rata-rata sebagian besar orang-orang di dalam tim biasanya masuk dalam kategori ini. Orang dalam kategori ini merupakan kelompok terbesar, sehingga kelompok ini dapat disebut sebagai kelompok standar (rata-rata).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika saat ini Anda mau menjadi orang luar biasa, maka perlu bergerak dari kelompok ini menjadi pribadi yang masuk ke orang dalam kategori keempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Orang tipe keempat, &lt;/b&gt;orang-orang yang melakukan hal benar tanpa harus diberitahukan. Inilah yang dikategorikan sebagai orang yang memiliki inisiatif. Untuk belajar tentang inisiatif, saya jadi teringat pada masa kecil saya di mana saya suka sekali mengamati kegiatan yang dilakukan oleh semut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semut-semut, meskipun tidak ada pemimpinnya, pengaturnya, atau penguasanya, mereka mengumpulkan makanan pada waktu musim panas. Setiap kali ada kesempatan, mereka selalu mengumpulkan makanan dan selalu bekerja sama dalam mengumpulkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semuanya tampak terjadi, tanpa ada yang mengomando. Nah, jika semut saja bisa, harusnya setiap kita pun mampu melakukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, kita bisa simpulkan bahwa salah satu rahasia besar untuk menjadi seorang pribadi yang sukses dan berhasil, adalah kemauan untuk mengambil berbagai inisiatif. Untuk itu, janganlah memiliki sikap hanya menunggu bola datang menghampiri, tetapi yang harus dilakukan adalah menjemput bola kemudian cetaklah gol dalam kehidupan. Ini khususnya berlaku dalam bidangbidang sales ataupun bisnis kepada customer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, dalam banyak pembicaraan, saya sering menemukan sekali orang yang hanya terus menunggu datangnya kesempatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka terus berharap akan adanya peluang yang datang menghampiri hidup mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentunya sampai beberapa tahun pun mereka akan tetap didapati sebagai orang yang dalam posisi yang sama. Alihalih menunggu datangnya kesempatan dan peluang dalam hidup kita, lebih baik kita mempersiapkan hidup kita saat ini dengan terus mengasah skill dan kemampuan, membangun networking, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pastikan pada saatnya kesempatan itu datang, Anda sudah siap! Saya pun jadi teringat oleh sebuah pepatah yang pernah disampaikan oleh sahabat saya, “Janganlah berdoa supaya kesempatan datang, tetapi berdoalah supaya Anda siap saat kesempatan datang!” Mungkin Anda pernah mengalami saat-saat dimana kesempatan datang, tetapi Anda justru belum siap. Betapa sayangnya! Maka, mulai saat ini mari berjanjilah untuk menjadi pribadi yang berinisiatif serta mempersiapkan segala sesuatunya, sehingga saat peluang ada di depan mata, Anda dapat meraihnya sehingga mampu menggenggam sukses dan keberhasilan Anda. (Oleh : &lt;b&gt;Anthony Dio Martin&lt;/b&gt;, Managing Director HR Excellency. sumber :&lt;a href="http://web.bisnis.com/kolom/2id2058.html"&gt; http://web.bisnis.com/kolom/2id2058.html&lt;/a&gt;)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2995520596496386522-7685523565926921481?l=wanvisioner.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wanvisioner.blogspot.com/feeds/7685523565926921481/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wanvisioner.blogspot.com/2009/11/kunci-sukses-dimulai-dengan-inisiatif.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2995520596496386522/posts/default/7685523565926921481'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2995520596496386522/posts/default/7685523565926921481'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wanvisioner.blogspot.com/2009/11/kunci-sukses-dimulai-dengan-inisiatif.html' title='Kunci Sukses Dimulai Dengan Inisiatif'/><author><name>Wawan Herdianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08860039703692730326</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-9lufY8ZL7oc/TZHeUlkO88I/AAAAAAAAA9M/QuBdc_8ybKU/s220/wawan%2Btrustco.png'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2995520596496386522.post-7735049030814384947</id><published>2009-10-08T23:05:00.001-07:00</published><updated>2010-03-02T18:59:10.090-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manajemen Organisasi'/><title type='text'>Organisasi Pembelajar (Organizational Learning)</title><content type='html'>Organisasi pada dasarnya seperti mahluk hidup yang kelangsungan hidupnya sangat ditentukan oleh kemampuannya utk beradapatasi dengan lingkungan.&amp;nbsp; Perubahan lingkungan strategik organisasi yang sangat cepat dalam berbagai dimensi, seperti teknologi, sosial, ekonomi, perundangan , globalisasi, dll. menuntut organisasi untuk mampu&amp;nbsp; beradaptasi pada perubahan itu. Apabila organisasi terlambat utk berubah maka sangat besar kemungkinan organisasi akan mundur kinerjanya bahkan, dapat punah. Oleh karena itu suatu hal yang harus dilakukan oleh organisasi untuk tetap bertahan dan bekembang ialah apabila dia mempelajari perubahan lingkungan strategik dan segera beradaptasi pada &lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;perubahan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Dimensi organisasi Pembelajar&lt;/b&gt;     &lt;br /&gt;Beberapa dimensi perlu ada untuk menjadikan organisasi dapat terus bertahan. Organisasi seperti ini dinamakan organisasi pembelajar, karena dimensi-dimensi ini akan memungkinkan organisasi untuk belajar, berkembang, dan berinovasi. Dimensi-dimensi tersebut adalah:&lt;br /&gt;1) Model mental    &lt;br /&gt;2) System thinking     &lt;br /&gt;3) Shared Vision     &lt;br /&gt;4) Personal Mastery&amp;nbsp; dan     &lt;br /&gt;5) Team Learning.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima dimensi organisasi pembelajar ini harus hadir bersama-sama dalam sebuah organisasi untuk&amp;nbsp; mempercepat proses pembelajaran organisasi dan meningkatkan kemampuannya untuk beradaptasi pada perubahan dan&amp;nbsp; mengantisipasi perubahan di masa depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;1. Mental Model&lt;/b&gt;     &lt;br /&gt;Respon manusia terhadap situasi yang terjadi di lingkungannya sangat dipengaruhi oleh asumsi dan kebiasaan yang selama ini berlaku. Di dalam organisasi, berlaku pula kesimpulan yang diambil mengenai ’how things work’ di dalam organisasi. Hal ini disebut dengan mental model, yang dapat terjadi tidak hanya pada level individual tetapi juga kelompok dan organisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mental model memungkinkan manusia bekerja dengan lebih cepat. Namun, dalam organisasi yang terus berubah, mental model ini kadang-kadang tidak berfungsi dengan baik dan menghambat adaptasi yang dibutuhkan. Dalam organisasi pembelajar, mental model ini didiskusikan, dicermati, dan direvisi pada level individual, kelompok, dan organisasi.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;2. Pemikiran System Thinking&lt;/b&gt;     &lt;br /&gt;Organisasi pada dasarnya terdiri atas unit yang harus bekerjasama untuk menghasilkan kinerja yang optimal. Unit-unit antara lain ada yang disebut divisi, direktorat, bagian, atau cabang. Kesuksesan suatu organisasi sangat ditentukan oleh kemampuan organisasi untuk melakukan pekerjaan secara sinergik. Kemampuan untuk membangun hubungan yang sinergik&amp;nbsp; ini hanya akan dimiliki kalau semua anggota unit saling memahami pekerjaan unit lain, dan memahami juga dampak dari kinerja unit tempat dia bekerja pada unit lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seringkali dalam organisasi orang hanya memahami apa yang dia kerjakan dan tidak memahami dampak dari pekerjaan dia pada unit lainnya. Selain itu seringkali timbul fanatisme seakan-akan hanya unit dia sendiri yang penting perannya dalam organisasi dan unit lainnya tidak berperan sama sekali. Fenomena ini disebut dengan ego-sektoral. Kerugian akan sangat sering terjadi akibat ketidakmampuan untuk bersinergi satu dengan lainnya. Pemborosan biaya, tenaga dan waktu. Terlepas dari adanya perasaan bahwa unit diri sendiri adalah unit yang paling penting,&amp;nbsp; tidak adanya pemikiran sistemik ini akan membuat anggota perusahaan tidak memahami konteks keseluruhan dari organisasi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini semakin banyak organisasi yang mengandalkan pada struktur tanpa batas (borderless organization), atau kalaupun masih menggunakan struktur organisasi berbasis fungsi, kini fungsi-fungsi yang terkait dengan proses yang sama dibuat saling melintas batas fungsi. Organisasi yang demikian disebut organisasi lintas fungsi atau cross-functional organization. Organisasi yang demikian ini akan membuat proses pembelajaran lebih cepat karena masing-masing orang dari fungsi yang berbeda akan berbagi pengetahuan dan pengalamannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;3. Shared Vision      &lt;br /&gt;&lt;/b&gt;Oleh karena organisasi terdiri atas berbagai orang yang berbeda latar belakang pendidikan, kesukuan, pengalaman serta budayanya, maka akan sangat sulit bagi organsasi untuk bekerja secara terpadu kalau tidak memiliki visi yang sama. Selain perbedaan latar belakang karyawan, organisasi juga memiliki berbagai unit yang pekerjaannya berbeda antara satu unit dengan unit lainnya. Untuk menggerakkan organisasi pada tujuan yang sama dengan aktivitas yang terfokus pada pencapaian tujuan bersama diperlukan adanya visi yang dimiliki oleh semua orang dan semua unit yang ada dalam organisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;4. Personal Mastery&lt;/b&gt;     &lt;br /&gt;Organisasi pembelajar memerlukan karyawan yang memiliki kompetensi yang tinggi agar bisa beradaptasi dengan tuntutan perubahan, khususnya perubahan teknologi dan perubahan paradigma bisnis dari paradigma yang berbasis kekuatan fisik (tenaga otot ) ke paradigma yang berbasis pengetahuan (tenaga otak). Selain itu kecepatan perubahan tipe pekerjaan, telah menyebabkan&amp;nbsp; banyak pekerjaan yang tidak diperlukan lagi oleh organisasi&amp;nbsp; karena digantikan oleh tipe pekerjaan baru, atau digantikan oleh pekerjaan yang menuntut penggunaan teknologi. Bilamana pekerja tidak mau belajar hal baru, maka dia akan kehilangan pekerjaan. Selain itu banyak pekerjaan yang ditambahkan&amp;nbsp; pada satu pekerjaan (job-enlargement),&amp;nbsp; atau job rotation (mutasi karyawan) agar memudahkan karyawan untuk memahami kegiatan di unit kerja yang lain demi terwujudnya sinergi. Oleh karena itu karyawan harus belajar hal-hal baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk memenuhi persyaratan perubahan dunia kerja ini semua pekerja di sebuah organisasi harus memiliki kemauan dan kebiasaan untuk meningkatkan kompetensi dirinya dengan terus belajar. Kompetensi dirinya bukan semata-mata di bidang pengetahuan, tetapi kemampuan berinteraksi dengan orang lain, menyelesaikan konflik, dan saling mengapresiasi pekerjaan orang lain. Organisasi lintas fungsi seperti yang telah dibicarakan di atas akan mempercepat proses pembelajaran individu di dalam organisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;5. Team Learning.      &lt;br /&gt;&lt;/b&gt;Kini makin banyak organisasi berbasis team, karena rancangan organisasi dibuat dalam lintas fungsi yang biasanya berbasis team. Kemampuan organisasi untuk mensinergikan kegiatan team ini ditentukan oleh adanya visi bersama dan kemampuan berfikir sistemik seperi yang telah dibicarakan di atas. Namun demikian tanpa adanya kebiasaan berbagi wawasan sukses dan gagal yang terjadi dalam suatu team, maka pembelajaran organisasi akan sangat lambat, dan bahkan berhenti. Pembelajaran dalam organisasi akan semakin cepat kalau orang mau berbagi wawasan dan belajar bersama-sama. Oleh karena itu semangat belajar dalam team, cerita sukses atau gagal suatu team harus disampaikan pada team yang lainnya. Berbagi wawasan pengetahuan dalam tim menjadi sangat penting untuk peningkatan kapasitas organisasi dalam menambah modal intelektualnya. (Penulis : &lt;b&gt;&lt;i&gt;Djamaludin Ancok&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; Sumber &lt;a href="http://ancok.staff.ugm.ac.id/h-8/alive-6-organisasi-pembelajar-organizational-learning.html" title="http://ancok.staff.ugm.ac.id"&gt;http://ancok.staff.ugm.ac.id&lt;/a&gt;)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2995520596496386522-7735049030814384947?l=wanvisioner.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wanvisioner.blogspot.com/feeds/7735049030814384947/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wanvisioner.blogspot.com/2009/10/organisasi-pembelajar-organizational.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2995520596496386522/posts/default/7735049030814384947'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2995520596496386522/posts/default/7735049030814384947'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wanvisioner.blogspot.com/2009/10/organisasi-pembelajar-organizational.html' title='Organisasi Pembelajar (Organizational Learning)'/><author><name>Wawan Herdianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08860039703692730326</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-9lufY8ZL7oc/TZHeUlkO88I/AAAAAAAAA9M/QuBdc_8ybKU/s220/wawan%2Btrustco.png'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2995520596496386522.post-8689024363859650559</id><published>2009-08-25T23:29:00.001-07:00</published><updated>2010-03-02T18:59:46.861-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manajemen Organisasi'/><title type='text'>Regenerasi Atau Mati</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_kRyEIb9dYf0/S01-ZvjbnTI/AAAAAAAAApE/qV8WltFuLiE/s1600-h/regenerasi+organisasi.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_kRyEIb9dYf0/S01-ZvjbnTI/AAAAAAAAApE/qV8WltFuLiE/s200/regenerasi+organisasi.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Sebelumnya saya ucapkan terima kasih kepada para sahabat wanvisioner yang telah membantu saya untuk menulis artikel di blog ini. Beberapa waktu yang lalu saya menulis artikel berjudul “&lt;a href="http://wanvisioner.blogspot.com/2009/06/silahkan-anda-bertanya.html"&gt;Silahkan Anda Bertanya?&lt;/a&gt;". Dimana sahabat blogger bisa menuliskan pertanyaan seputar pengelolaan tim atau organisasi. Dari pertanyaan pertanyaan tersebut saya kemudian menulis artikel,  dan Ini salah satunya. Buat pertanyaan sahabat yang lain insyaallah akan segera saya jawab. Berikut adalah salah satu pertanyaan tersebut : &lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Mas wawan yang bijaksana...Saya ingin berdiskusi dengan mas tentang regenerasi dari sebuah organisani. Kata orang membuat sesuatu itu jauh lebih mudah daripada mempertahankan sesuatu, dan saya kira begitu juga dengan tim atau organisasi. Menurut mas wawan, bagaimanakah regenerasi yang baik untuk kelangsungan suatu organisasi? terima kasih mas wawan. dan salam kenal. (Pertanyaan ditulis oleh &lt;a href="http://gudang-kata.blogspot.com/" target="_blank"&gt;Gudang Kata&lt;/a&gt;)&lt;/blockquote&gt;Semoga bukan suatu yang berlebihan jika saya memberi judul artikel ini “Regenerasi Atau Mati”, Karena menurut saya proses regerasi adalah suatu yang sangat penting dalam kehidupan kita. Baik dalam konteks pribadi maupun organisasi. Regenerasi diperlukan bukan hanya untuk menjaga kelangsungan individu tetapi kehidupan itu sendiri. Regenerasi dibutuhkan untuk pembinaan dan pewarisan gagasan. Artinya menjadi kewajiban bagi kita untuk menyiapkan generasi generasi yang lebih baik, generasi unggul yang siap mengemban amanah dan menjaga kelangsungan organisasi. Kita dibatasi oleh waktu, usia kita terbatas. Sementara ada visi besar yang harus diwujudkan. Ini artinya harus ada proses transformasi ide, gagasan dan impian sehingga sebuah cita cita besar dapat diwujudkan. &lt;i&gt;“Usia kita memang terbatas, tapi ide, gagasan, impian kita tak dibatasi waktu, ia akan terus hidup selama ada orang yang mau melanjutkannya. Itulah yang harus kita siapkan”.&lt;/i&gt; Maka tak heran banyak organisasi yang sangat memperhatikan aspek regenerasi, itu semua untuk menjaga kelangsungan organisasi di masa depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut saya  ada beberapa aspek penting yang harus diperhatikan agar proses regenerasi suatu organisasi dapat berjalan dengan baik. &lt;b&gt;&lt;i&gt;Pertama, Rekruitment. &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;Semua Organisasi melakukan proses ini, baik organisasi profit maupun non profit/sosial, pemerintah maupun swasta. Semuanya melakukan proses ini. Dalam proses rekrutmen kita perlu menentukan klasifikasi orang orang yang akan kita rekrut sesuai dengan kebutuhan tim atau organisasi yang kita kelola. Untuk itu, sebuah organisasi perlu menyiapkan berbagai sarana dan prasarana yang memungkinkan untuk dilakukannya proses tersebut. &lt;b&gt;&lt;i&gt;Kedua, Pembinaan. &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;Dalam sektor apapun faktor Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan faktor yang sangat menentukan. Oleh karena itu kita perlu memberikan perhatian yang serius pada aspek ini. Proses pembinaan dapat dilakukan melalui pendidikan, training dan bimbingan secara intensif. Melalui proses pembinaan ini nantinya diharapkan akan lahir SDM-SDM  yang bermutu, punya dedikasi, komitmen, dan produktif. Untuk itu kita perlu menyiapkan adanya &lt;i&gt;tools &lt;/i&gt;(seperti kurikulum) yang akan diberikan selama proses pembinaan ini dilakukan. &lt;b&gt;&lt;i&gt;Ketiga, Berdayakan. &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;Setelah bekalan yang diberikan dirasa cukup maka sesorang dapat diberdayakan atau ditempatkan pada sebuah posisi untuk melaksanakan tugasnya. Dalam hal ini kita harus menempatkan sesorang sesuai dengan kemampuan yang dimiliki, &lt;i&gt;“The right man in the right place”. &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Dari ketiga aspek tersebut proses pembinaan adalah aspek yang harus terus dilakukan dalam proses regenerasi. Pembinaan diberikan kepada semua anggota organisasi di semua level. Dengan melihat tingkat kebutuhannya. Dengan demikian kualitas mereka akan senantiasa terus meningkat, lebih produktit, dan senantiasa siap untuk menghadapi berbagai macam perubahan yang menjadi tantangan bagi organiasi yang kita kelola. &lt;b&gt;Anda punya masukan lainnya?&lt;/b&gt; Senang jika Anda mau berbagi pengalaman dengan kami. Terima kasih, semoga bermanfaat. (Wanvisioner)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2995520596496386522-8689024363859650559?l=wanvisioner.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wanvisioner.blogspot.com/feeds/8689024363859650559/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wanvisioner.blogspot.com/2009/08/regenerasi-atau-mati.html#comment-form' title='7 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2995520596496386522/posts/default/8689024363859650559'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2995520596496386522/posts/default/8689024363859650559'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wanvisioner.blogspot.com/2009/08/regenerasi-atau-mati.html' title='Regenerasi Atau Mati'/><author><name>Wawan Herdianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08860039703692730326</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-9lufY8ZL7oc/TZHeUlkO88I/AAAAAAAAA9M/QuBdc_8ybKU/s220/wawan%2Btrustco.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_kRyEIb9dYf0/S01-ZvjbnTI/AAAAAAAAApE/qV8WltFuLiE/s72-c/regenerasi+organisasi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2995520596496386522.post-7877116417232191892</id><published>2009-08-25T02:04:00.001-07:00</published><updated>2010-03-02T19:00:17.832-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kepemimpinan'/><title type='text'>From Leader to Worker</title><content type='html'>&lt;b&gt;&lt;a href="http://lh4.ggpht.com/_kRyEIb9dYf0/SpOpCDQYMAI/AAAAAAAAAgI/-_GOENneufo/fromleadertoworker8.jpg?imgmax=800"&gt;&lt;img align="left" alt="from leader to worker" border="0" height="109" src="http://lh3.ggpht.com/_kRyEIb9dYf0/SpOpG2lc7yI/AAAAAAAAAgM/2htaXMw36fk/fromleadertoworker_thumb6.jpg?imgmax=800" style="border-width: 0px; display: inline; margin: 0px 6px 0px 0px;" title="from leader to worker" width="162" /&gt;&lt;/a&gt; From Leader to Worker&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Human Resources Management&lt;br /&gt;&lt;b&gt;PEMIMPIN&lt;/b&gt; yang sukses memiliki karisma dan wibawa, ia memiliki integritas moral dan keteladanan secara nyata. Pemimpin memiliki visi masa depan yang jelas, utuh dan menggugah. Visi itu kemudian diterjemahkan oleh pengikutnya menjadi strategi. Para pemikir membutuhkan “&lt;i&gt;conceptual tools” &lt;/i&gt;untuk mewujudkan visi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembinaan SDM dengan diklat bertujuan untuk&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;mentranformasi gagasan, sedangkan mentoring untuk membangun karakter dan budaya. Pemimpin sebagai mentor berfungsi sebagai inspirator, motivator dan pelopor dalam perubahan, sehingga terus memberikan inspirasi, insight dan pencerahan pada tindakan nyata.&lt;br /&gt;Soekarno : “Berikan aku 10 pemuda yang dengannya aku akan ubah dunia”. Dibutuhkan &lt;i&gt;talent management &lt;/i&gt;pada pembinaan pemuda yang berpotensi. Pemuda tidak akan menyalip usia dan masa kerja seniornya, tetapi asset dan talentanya dapat diasah dan dimanfaatkan lebih cepat. Perlu pembinaan bagi semua orang untuk meningkatkan motivasi, super soft skill, pemberdayaan diri, kemampuan berpikir, baik melalui pembinaan, diskusi, bacaan, program computer dll.&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Akhirnya hidup harus berkarya, dan dapat berhasil dengan &lt;b&gt;BEKERJA KHAS&lt;/b&gt;, guna mewujudkan Indonesia menjadi masyarakat madani yang adil, sejahtera dan bermartabat.&lt;/blockquote&gt;Semoga kita dapat menghasilkan susuatu yang bermanfaat dan dapat dinikmati oleh keluarga dan masyarakat. Itulah pahlawan yang mewujudkan amal secara nyata. (Sumber : Buku “Manajemen Pengembangan Aset MANUSIA Untuk Masa Depan Bangsa, B.S. Wibowo, Dipl.Rad. SKM. MARS. Lembaga Manajemen Terapan TRUSTCO).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2995520596496386522-7877116417232191892?l=wanvisioner.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wanvisioner.blogspot.com/feeds/7877116417232191892/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wanvisioner.blogspot.com/2009/08/from-leader-to-worker.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2995520596496386522/posts/default/7877116417232191892'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2995520596496386522/posts/default/7877116417232191892'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wanvisioner.blogspot.com/2009/08/from-leader-to-worker.html' title='From Leader to Worker'/><author><name>Wawan Herdianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08860039703692730326</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-9lufY8ZL7oc/TZHeUlkO88I/AAAAAAAAA9M/QuBdc_8ybKU/s220/wawan%2Btrustco.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh3.ggpht.com/_kRyEIb9dYf0/SpOpG2lc7yI/AAAAAAAAAgM/2htaXMw36fk/s72-c/fromleadertoworker_thumb6.jpg?imgmax=800' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2995520596496386522.post-1929469040272912331</id><published>2009-06-25T23:17:00.000-07:00</published><updated>2010-03-02T19:01:11.757-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manajemen Organisasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pengembangan Diri'/><title type='text'>The Power of Networking</title><content type='html'>&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"No bird soars too high if he soars with his own wings. Tidak ada burung terbang terlalu tinggi bila ia terbang dengan sayap-sayapnya sendiri."&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;William Blake &lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Kurang lebih William Blake mengungkapkan bahwa setiap mahkluk di dunia ini memerlukan satu sama lain untuk dapat berprestasi dan hidup bahagia. Meskipun kita berada di era modern, dimana segala sesuatu dapat dikendalikan dengan tehnologi mutakhir, tetapi kesuksesan berprestasi dan kebahagiaan kita masih sangat bergantung terhadap &lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;keberhasilan menciptakan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;networking&lt;/span&gt; .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam dunia usaha lazim dikatakan kita tidak bekerja jika tidak membangun &lt;span style="font-style: italic;"&gt;networking&lt;/span&gt; atau hubungan sosial. Dengan kata lain menjalin hubungan sosial dengan siapa pun menjadi bagian penting dalam segala aktivitas kehidupan, entah pada saat kita di tempat kerja, di rumah, lingkungan rumah, tempat umum dan perbelanjaan dan lain sebagainya. Apa sebenarnya arti &lt;span style="font-style: italic;"&gt;networking&lt;/span&gt; sehingga berdampak sangat besar terhadap kehidupan kita?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Networking&lt;/span&gt; adalah membangun hubungan dengan orang lain atau organisasi yang berpengaruh terhadap kesuksesan pofesional maupun personal. Karena &lt;span style="font-style: italic;"&gt;networking&lt;/span&gt; lebih dari sekadar berkenalan, melainkan berbagi potensi dan informasi, mendapatkan integritas dan mempengaruhi, dan menciptakan visi yang mengarahkan kemampuan masing-masing individu untuk melakukan sesuatu terhadap orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengertian tersebut tak berbeda dengan pendapat &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Dr. Frank Minirth&lt;/span&gt; dalam bukunya berjudul &lt;span style="font-style: italic;"&gt;You Can&lt;/span&gt; . Ia mengungkapkan bahwa &lt;span style="font-style: italic;"&gt;networking&lt;/span&gt; adalah seni berkomunikasi satu sama lain, berbagi ide, informasi dan sumberdaya untuk meraih kesuksesan individu ataupun kelompok. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Networking is a process of getting together to get ahead.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;It is the building of mutually beneficial relationship&lt;/span&gt;". Networking adalah proses kebersamaan. Selain itu networking merupakan jalinan hubungan yang bermanfaat dan saling menguntungkan, tandasnya. Secara garis besar dalam membangun &lt;span style="font-style: italic;"&gt;networking&lt;/span&gt; haruslah berlandaskan prinsip saling menguntungkan dan komunikasi dua arah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila banyak orang merasa kurang berhasil membangun &lt;span style="font-style: italic;"&gt;networking&lt;/span&gt; karena mereka hanya berkenalan atau bertukar kartu nama. Setelah tiba di rumah, kartu nama itu hanya memenuhi laci meja kerja dan sulit mengingat lagi siapa mereka. Sedangkan membangun kekuatan networking hanya bisa dikerjakan dengan cara yang terorganisasi. Saya akan menguraikan beberapa &lt;span style="font-style: italic;"&gt;tips&lt;/span&gt; keberhasilan membangun kekuatan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;networking&lt;/span&gt; .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah pertama adalah menanamkan pola pikir yang didasari rasa cinta terhadap orang lain. Pada kenyataannya orang-orang lebih senang membicarakan tentang diri mereka sendiri. Mereka akan selalu berpikir, Apa yang bisa saya peroleh? atau Apa keuntungan percakapan ini untuk diri saya sendiri? Bila kita mampu menunjukkan ketertarikan terhadap apa yang mereka pikirkan ataupun katakan, maka kita akan mendapatkan banyak keuntungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keuntungan pertama kita akan mendapatkan informasi sebanyak-banyaknya dalam kesempatan pertemuan singkat tersebut, misalnya informasi tentang anak-anak, usaha mereka atau hobi yang sedang mereka jalankan saat ini. Informasi lebih banyak tentang diri pribadi mereka sangat penting guna memberikan perlakuan yang paling tepat, di sisi lain mereka juga pasti terkesan pada diri kita. Tetapi mungkin orang lain enggan bercerita jika kita tidak menunjukkan sikap dari keinginan yang tulus. Jadi kita harus bersikap sebaik mungkin tanpa unsur dibuat-buat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah lain adalah menciptakan tujuan. Dengan demikian kita akan mampu memvisualisasikan siapa saja yang harus kita dekati. Sehingga tak perlu membuang waktu dengan mengikuti perkumpulan yang tidak berhubungan dengan target yang ingin kita capai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi sebaiknya kita tidak mendekati sampai lusinan orang dalam setiap kesempatan. Ketika kita mampu menciptakan jalinan hubungan baik dengan tiga orang saja dalam setiap kesempatan itu sudah cukup. Karena kekuatan networking terletak pada kualitas dibandingkan kuantitas atau jumlahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesudah itu, maksimal dalam 72 jam kita harus berusaha menjalin komunikasi dengan mereka agar mereka tidak melupakan kita begitu saja. Langkah yang bisa kita lakukan adalah mengirimkan kartu pos, mengirimkan e-mail, surat, menelpon seraya mengungkapkan kebahagiaan kita mendapatkan kesempatan bertemu mereka atau menanyakan kabar tentang anak-anak, usaha, maupun hobi yang sedang mereka kerjakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara lain adalah mengirimkan sesuatu dan menyampaikan kesan mendalam sekaligus keinginan untuk bertemu mereka suatu saat nanti, dan lain sebagainya. Ciptakan berbagai langkah menciptakan jalinan komunikasi, karena hal itu akan membuat mereka lebih mengingat kita. Sehingga apabila suatu ketika kita menghubungi atau bertemu lagi, mereka akan dengan mudah mengingat dan menjalin keakraban dengan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk dapat menciptakan networking, kita juga dituntut bersikap sabar tetapi aktif dan proaktif dalam memberi, entah dalam bentuk pelayanan atau kontribusi lainnya kepada perorangan maupun grup. Milikilah nilai tersendiri bagi orang lain, dengan menciptakan kerjasama yang memberikan kemudahan dan berbagai nilai yang menguntungkan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu kita juga harus bersikap lebih cerdas dan selalu menyampaikan informasi yang akurat atau tidak mengada-ada. Caranya adalah dengan terus belajar banyak hal setiap ada kesempatan. Dengan demikian, kita akan lebih dikenal dibandingkan orang lain karena kelebihan ilmu pengetahuan yang kita miliki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu kita harus selalu meluangkan waktu untuk melakukan komunikasi guna mengembangkan dan mempertahankan hubungan tersebut. Salah satu alasannya karena tak ada jalan pintas dalam mengembangkan dan mempertahankan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;networking&lt;/span&gt; kecuali kesinambungan komunikasi. Kalaupun ada cara tercepat mengembangkan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;networking&lt;/span&gt; menurut Joe Girald adalah menjalin hubungan dengan orang yang sudah mempunyai jaringan cukup besar. Tetapi &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Joe Girald&lt;/span&gt; dalam bukunya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;The Greatest Salesman In The World&lt;/span&gt; , menyatakan bahwa kesinambungan komunikasi sudah dapat memperluas &lt;span style="font-style: italic;"&gt;networking&lt;/span&gt; . Ia berpendapat orang biasapun memiliki sekurang-kurangnya 250 orang yang cukup dekat dalam kehidupannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesinambungan komunikasi dengan orang lain benar-benar kunci keberhasilan kita membangun networking . Berdasarkan sebuah penelitian, sebagian besar orang tidak akan pernah menyadari sedang memerlukan orang lain sebelum berkomunikasi dengan orang yang bersangkutan selama 8-10 kali. Jangan pula berkeinginan untuk menunda menjalin komunikasi dengan orang lain, karena selain tak mendapatkan hubungan baru kita juga akan kehilangan semangat baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara garis besar kita sangat membutuhkan networking untuk menjadikan kehidupan kita lebih sukses dan bahagia. Betapapun kita sangat ahli di bidang tertentu, mampu menginspirasi tim kerja, ahli dalam bernegosiasi dan memasarkan produk, dan berbagai kemampuan lainnya, tetapi semua itu selalu berkaitan dengan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalaupun mungkin kita tak berpikir dapat membangun sebuah bisnis yang beromzet puluhan atau ratusan juta rupiah. Tetapi dengan memiliki networking yang besar dan berkualitas, semua itu bisa saja terjadi. Kesempatan untuk mendapatkan impian yang kita inginkan akan semakin terbuka lebar bila kita berhasil membangun networking yang besar dan berkualitas. Penulis : &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Muhammad Abduh&lt;/span&gt;, Sumber &lt;a href="http://trustco.or.id/net%20working.htm"&gt;TRUSTCO&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2995520596496386522-1929469040272912331?l=wanvisioner.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wanvisioner.blogspot.com/feeds/1929469040272912331/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wanvisioner.blogspot.com/2009/06/power-of-networking.html#comment-form' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2995520596496386522/posts/default/1929469040272912331'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2995520596496386522/posts/default/1929469040272912331'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wanvisioner.blogspot.com/2009/06/power-of-networking.html' title='The Power of Networking'/><author><name>Wawan Herdianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08860039703692730326</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-9lufY8ZL7oc/TZHeUlkO88I/AAAAAAAAA9M/QuBdc_8ybKU/s220/wawan%2Btrustco.png'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2995520596496386522.post-5868473648256323636</id><published>2009-06-15T06:25:00.000-07:00</published><updated>2009-10-14T05:30:07.787-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tanya Jawab'/><title type='text'>Silahkan anda bertanya ?</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_kRyEIb9dYf0/SjZNGadalXI/AAAAAAAAAdY/DVStICyUZuk/s1600-h/images.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5347546380126295410" src="http://4.bp.blogspot.com/_kRyEIb9dYf0/SjZNGadalXI/AAAAAAAAAdY/DVStICyUZuk/s320/images.jpg" style="cursor: pointer; float: left; height: 130px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 124px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Silahkan anda bertanya?. Sahabat blogger, pada kesempatan kali ini saya ingin minta bantuan temen temen semua untuk mengirimkan pertanyaan seputar berbagai permasalahan yang sering temen temen hadapi dalam mengelola tim atau organisasi. Pertanyaan temen temen silahkan dituliskan di kolom komentar pada postingan ini. Pertanyaan temen temen semua insyaallah akan saya jadikan sebagai bahan untuk saya belajar dan menulis artikel artikel berikutnya. Temen temen juga bisa memberikan masukan buat temen temen yang lain secara langsung dengan menuliskannya di kolom komentar. Postingan “Silahkan anda bertanya?” ini akan saya jadikan sebagai salah satu sarana buat saya untuk belajar. Terimakasih.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2995520596496386522-5868473648256323636?l=wanvisioner.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wanvisioner.blogspot.com/feeds/5868473648256323636/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wanvisioner.blogspot.com/2009/06/silahkan-anda-bertanya.html#comment-form' title='13 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2995520596496386522/posts/default/5868473648256323636'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2995520596496386522/posts/default/5868473648256323636'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wanvisioner.blogspot.com/2009/06/silahkan-anda-bertanya.html' title='Silahkan anda bertanya ?'/><author><name>Wawan Herdianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08860039703692730326</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-9lufY8ZL7oc/TZHeUlkO88I/AAAAAAAAA9M/QuBdc_8ybKU/s220/wawan%2Btrustco.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_kRyEIb9dYf0/SjZNGadalXI/AAAAAAAAAdY/DVStICyUZuk/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>13</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2995520596496386522.post-5832608967071539267</id><published>2009-06-07T05:36:00.000-07:00</published><updated>2010-03-02T19:01:54.402-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manajemen Organisasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kepemimpinan'/><title type='text'>Hubungan organisasi, manajemen dan kepemimpinan</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_kRyEIb9dYf0/Siu8pD-85UI/AAAAAAAAAcw/h_6MDUyjwhM/s1600-h/Organisasi+Manajemen.gif" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5344572796435227970" src="http://2.bp.blogspot.com/_kRyEIb9dYf0/Siu8pD-85UI/AAAAAAAAAcw/h_6MDUyjwhM/s320/Organisasi+Manajemen.gif" style="cursor: pointer; float: left; height: 149px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 149px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Saya meminta anda untuk mengambil sesuatu benda kecil yang menarik di dekat anda. Pegang dan amati. Anda tentu akan bertanya-tanya dalam hati kenapa saya harus melakukan ini. Tentu, saya meminta hal ini karena untuk menunjukkan bagaimana kita nantinya memandang sebuah organisasi. Nah, kembali ke topik semula, tentunya anda sekarang telah memiliki sebuah benda yang – walau mungkin tidak anda pegang – sedang anda amati. Perhatikanlah seluruhnya, karena anda akan menjawab sendiri pertanyaan-pertanyaan sederhana berikut. Pertama, mari kita lihat bersama benda tersebut. Bisakah anda &lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;menyebut nama benda tersebut dan dari bahan atau unsur pembentuk apa saja yang menjadikannya menjadi benda tersebut? Misalkan, saat ini anda sedang menyentuh atau melihat selembar kain katun berwarna biru tua dengan motif garis-garis hitam. Selanjutnya kita menyebutkan satu-persatu bahan-bahan penyusun kain tersebut. Ketika saya menulis artikel ini, yang muncul dalam benak saya adalah benang katun dan cat tekstil berwarna biru dan hitam. Pertanyaan kedua, benda tersebut tentu dibuat dalam suatu proses pembuatan, alat-alat apa saja yang harus digunakan agar benda tersebut dapat dibuat? Menurut saya, kain tadi dibuat dengan menggunakan alat tenun, tempat gulungan benang, tempat pencelupan, dan gudang penyimpanan barang. Ketiga, siapa atau keahlian apa saja yang dibutuhkan agar benda tersebut sampai kepada kita? Saya merunut dari mulai pembelian hingga kain itu sampai di tangan, yang berarti terdapat beberapa orang yang harus berada dalam proses ini yaitu: pembeli bahan baku (benang, cat), penenun bila menggunakan cara manual, pengontrol mesin tenun bila menggunakan mesin, bagian pencelup, bagian sortir mutu, bagian pengepakan, bagian distribusi, bagian penjualan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah semua pertanyaan tadi terjawab, mari kita membayangkan seluruh hal tadi bergerak sebagaimana seharusnya sehingga proses pembuatan benda tersebut seolah-olah terlihat jelas dalam pikiran kita. Kita melihatnya mulai dari saat bahan-bahan tersebut dikumpulkan oleh bagian atau orang-orang yang diberi tanggung jawab untuk itu, selanjutnya diproses dalam suatu mesin atau cara kerja tertentu oleh orang-orang yang ahli, dikumpulkan, dan kemudian dijual di pasar-pasar atau dimasukkan ke dalam toko-toko.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Organisasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ketika kita membayangkan seluruh hal tadi, inilah yang saya sebut sebagai gerak organisasi. Organisasi bergerak untuk menghasilkan sesuatu, bisa berupa benda atau pun jasa tertentu. Benda yang kita lihat tadi merupakan hasil dari suatu proses menggerakkan sumber daya organisasi berupa bahan baku dan orang-orang di dalamnya. Robbins dalam Perilaku Organisasi mendefinisikan organisasi sebagai “suatu unit sosial yang dikoordinasikan dengan sadar, yang terdiri dari dua orang atau lebih, yang berfungsi atas dasar yang relatif terus-menerus untuk mencapai suatu tujuan atau serangkaian tujuan bersama.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Definisi ini menjelaskan bahwa segala kegiatan yang dikoordinasikan oleh minimal dua orang sudah masuk dalam kategorinya. Di dalamnya terdapat tujuan yang ingin dicapai, bisa berupa suatu statemen atau pun hasil, semisal kain tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manajemen&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segala yang terjadi dalam proses mencapai tujuan tadi memerlukan pengelolaan. Disinilah manajemen masuk dalam organisasi. Dalam kalimat yang sederhana, manajemen berarti juga  proses mengatur segala hal dalam organisasi. Manajemen, menurut Robbins, memiliki beberapa fungsi yang harus dilakukannya dalam mengelola organisasi:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Perencanaan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pengorganisasian&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kepemimpinan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pengendalian&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;Fungsi perencanaan meliputi menentukan tujuan organisasi, menetapkan suatu strategi keseluruhan untuk mencapai tujuan, dan mengembangkan suatu hirarki rencana yang menyeluruh untuk memadukan dan mengkoordinasikan kegiatan-kegiatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fungsi pengorganisasian merupakan tanggung jawab dalam perancangan struktur organisasi. Fungsi ini mencakup penetapan tugas-tugas apa yang harus dilakukan, siapa yang harus melakukan, bagaimana tugas-tugas itu dikelompokkan, siapa melapor kepada siapa, di mana keputusan harus diambil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua organisasi terdiri dari orang-orang, dan adalah tugas manajemen untuk mengarahkan dan mengkoordinasi mereka. Inilah fungsi kepemimpinan. Saat mereka memotivasi bawahan, mengarahkan kegiatan orang lain, memilih saluran komuniakasi yangpaling efektif, atau memecahkan konflik antara anggota, mereka itu sedang melaksanakan kepemimpinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fungsi pengendalian merupakan fungsi yang terakhir. Setelah tujuan-tujuan ditentukan, rencana-rencana dirumuskan, pengaturan struktural digambarkan, dan orang-orang dipekerjakan, dilatih, dan dimotivasi, masih ada kemungkinan bahwa ada sesuatu yang keliru. Untk memastikan bahwa semua urusan berjalan seperti seharusnya, manajemen harus memantau kinerja organisasi. Kinerja yang sebenarnya harus dibandingkan dengan tujuan-tujuan yang ditetapkan sebelumnya. Jika terdapat penyimpangan yang cukup berarti, adalah tugas manajemen utnuk mengembalikan organisasi itu pada jalurnya. Pemantauan, pembandingan, dan kemungkinan mengoreksi inilah yang diartikan dengan fungsi pengendalian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pemimpin dan Jiwa Pemimpin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemimpin merupakan peran dalam hubungan antar-pribadi di dalam organisasi. Mintzerg mengkategorikan dalam tiga peran pokok: (1) Pemimpin simbol. Pemimpin simbol memainkan perannya sebagai penjaga sejumlah kewajiban rutin yang bersifat sosial dan legal. (2) Motivator. Bertanggung jawab untuk memberikan motivasi dan pengarahan kepada bawahan. (3) Penghubung. Memelihara suatu jaringan kontak yang memberikan dukungan dan informasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemimpin dalam menjaga keutuhan suatu organisasi juga memerankan dirinya sebagai “Pemimpin-Pelayan”, yang oleh Robert K. Greenleaf dikategorikan terdapat 10 ciri khas di dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Mendengarkan. Dia berkomitmen untuk mendengar secara intensif kata-kata orang lain. Mendengar dengan melampui suara-suara batinnya sendiri. Berusaha memahami apa yang dikomunikasikan oleh lingkungannya. Pilihannya adalah mendengarkan sambil merenungkan sebagai sarana menumbuhkan peran pemimpin-pelayan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Empati. Manusia membutuhkan pengakuan atas jiwa dan pribadinya yang istimewa. Keunikan mereka dapat ditangkap oleh pemimpin-pelayan sebagai suatu proses memahami individu yang unik ini.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menyembuhkan. Jiwa bergetar karena ketidakstabilan emmosi dan motivasi. Getaran yang sangat hebat dapat pula mengakibatkan fisik ikut bergetar, yang mengakibatkan jatuh sakit. Pemimpin-pelayan membantu menyehatkan orang-orang disekitarnya, dan terutama adalah dirinya sendiri.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kesadaran.Kesadaran umum, dan terutama kesadaran diri, memperkuat pemimpin pelayan. Membuat komitmen untuk meningkatkan kesadaran bias menakutkan—orang tidak pernah tahu apa yang mungkin akan ditemukannya! Kesadaran juga membantu dalam memahami persoalan yang melibatkan etika dan nilai nilai. Ini memungkinkan orang memandang sebagian besar situasi dan posisi yang lebih terintegrasi&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Persuasif. Kemampuan membujuk, bukan menggunakan wewenang karena kedudukan. Dia akan meyakinkan orang lain, bukan memaksakan kepatuhan. Karenanya, pemimpin pelayan efektif dalam membangun konsensus kelompok.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Konseptualisasi. Dia selalu mampu megidentifikasikan “impian besar” yang hendak dicapai. Dia mampu berfikir melampui realita-realita saat ini. Dia mampu mengidentifikasi realita-realita masa depan yang bakal dihadapi dalam menggapai impian besar tersebut. Ini membutuhkan kedisiplinan dan sekaligus praktek.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kemampuan meramalkan. Kemampuan meramalkan: kemampuan untuk memperhitungkan sebelumnya atau meramalkan kemungkinan hasil satu situasi sulit  didefinisikan, tapi mudah dikenali. Kemampuan meramalkan adalah ciri khas yang memungkinkan pemimpin-pelayan bisa memahami pelajaran dari masa lalu, realita masa  sekarang, dan kemungkinan konsekuensi sebuah keputusan untuk masa depan. Jadi, kemampuan meramalkan adalah salah satu ciri khas pemimpin-pelayan yang dibawa sejak lahir. Semua ciri khas lainnya bisa dikembangkan secara sadar.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kemampuan melayani.Peter Block (pengarang buku Stewardship dan Empowered Manager) mendefinisikan kemampuan melayani mengandung pengertian memegang sesuatu dengan kepercayaan kepada orang lain. Kepemimpinan-pelayan, seperti kemampuan melayani, yang pertama dan terutama mempunyai komitmen untuk melayani kebutuhan orang lain. Hal tersebut menekankan penggunaan keterbukaan dan bujukan, bukannya pengendalian.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Komitmen kepada pertumbuhan manusia. Pemimpin-pelayan selalu menyediakan sebagian pikirannnya untuk mencari saluran-saluran apa saja yang dapat membuat setiap orang di sekitarnya tumbuh dan berkembang sesuai dengan takdirnya. Pemimpin-pelayan sangat berkomitmen terhadap pertumbuhan pribadi, profesioanal, dan spiritual setiap individu di dalam organisasi.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Membangun masyarakat. Masyarakat yang ideal tidak hidup dari sebuah gerakan massif. Tapi, tumbuh dari masyarakat yang dikelilingi oelh pelayan-pelayan yang bersedia memimpin dan mengarahkan jalan menuju tujaun ideal masyarakat tersebut. Greenleaf mengatakan :”Yang diperlukan untuk membangun kembali masyarakat sebagai bentuk kehidupan yang bisa dihayati bagi jumlah besar orang hanyalah cukup banyaknya pemimpin-pelayan untuk menunjukkan jalan, bukan dengan gerakan masal, melainkan dengan cara setiap pemimpin-pelayan memperlihatkan kemampuannya yang tidak terbatas untuk kelompok spesifik yang berhubungan dengan masyarakat.”&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2995520596496386522-5832608967071539267?l=wanvisioner.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wanvisioner.blogspot.com/feeds/5832608967071539267/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wanvisioner.blogspot.com/2009/06/mengenali-hubungan-organisasi-manajemen.html#comment-form' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2995520596496386522/posts/default/5832608967071539267'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2995520596496386522/posts/default/5832608967071539267'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wanvisioner.blogspot.com/2009/06/mengenali-hubungan-organisasi-manajemen.html' title='Hubungan organisasi, manajemen dan kepemimpinan'/><author><name>Wawan Herdianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08860039703692730326</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-9lufY8ZL7oc/TZHeUlkO88I/AAAAAAAAA9M/QuBdc_8ybKU/s220/wawan%2Btrustco.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_kRyEIb9dYf0/Siu8pD-85UI/AAAAAAAAAcw/h_6MDUyjwhM/s72-c/Organisasi+Manajemen.gif' height='72' width='72'/><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2995520596496386522.post-9169094085688462217</id><published>2009-06-03T20:39:00.000-07:00</published><updated>2009-10-14T05:34:14.980-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manajemen Organisasi'/><title type='text'>Manajemen Organisasi dalam Al Quran</title><content type='html'>&lt;blockquote&gt;“Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berjuang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur, mereka seakan-akan seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh.” (QS Ash Shaff 4)&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kita membuka kembali ayat-ayat yang terukir indah dalam surat Ash Shaff ini, akan banyak sekali kandungan tentang manfaat serta konsep-konsep dalam berorganisasi, bekerja dalam sebuah barisan yang teratur dan kokoh. Salah satu surat Madaniyah ini mengupas secara rinci tentang konsep berjamaah di dalam Islam. Hal ini memang sangat ditekankan oleh Rasulullah SAW pada masa berdakwah di Madinah, saat surat ini diturunkan. Dimana, pengokohan organisasi dan kejamaahan adalah titik tekan dakwah Rasulullah SAW di Madinah, berbeda dengan titik tekan dakwah Rasulullah SAW ketika di Mekkah yang fokus pada pengokohan aqidah dan ruhiyah ummat Islam masa itu. Dalam surat ini, terdapat lima konsep besar yang harus ada untuk mewujudakn organisasi yang kokoh.Yaitu,&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt; kesesuaian konsep dan pelaksanaan dalam organisasi, soliditas tim, ketepatan mengukur dan mengetahui kekuatan dan tantangan, konsep kesungguhan dalam bekerja dan berjuang, serta memiliki kader yang militan (kader yang solid).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Pertama,&lt;/span&gt; untuk mewujudkan organisasi yang kokoh diperlukan adanya kesesuaian konsep (perkataan) dan pelaksanaan (at tawafuq bainal qouli wal amal). Hal ini tercantum dalam ayat 1 - 3. Dijelaskan dalam ayat ini, bahwa seruan-seruan ini hanya ditujukan untuk orang-orang beriman dan tidak untuk semua orang. Artinya bahwa, sebagai orang beriman harus memahami dan melaksanakan hal tersebut. Selain itu, yang diseru di sini adalah orang-orang beriman bukan hanya satu orang beriman.dan di sinilah pesan konsep kejamaahannya (keorganisasiannya). Kesesuaian antara konsep (perkataan) dan pelaksanaan artinya tidak hanya lihai merumuskan ide yang tidak diiringi dengan amal nyata. Justru keduanya harus berjalan dengan sinergi antara konsep dan pelaksanaan. Organisasi itu harus mempunyai konsep cara bekerja. Bukan hanya sekedar mempunyai kemampuan bekerja tetapi juga menguasai cara bekerja. Penguasaan cara bekerja akan memudahkan bagaimana mencapai tujuan berkerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Kedua, &lt;/span&gt;dalam ayat keempat surat ini disebutkan bahwa Allah SWT menyukai mukmin yang berjuang dalam sebuah bangunan yang kokoh. Ciri dari bangunan yang kokoh adalah seluruh komponen di dalamnya saling menguatkan satu dengan yang lain. Dapat dirinci, bahwa soliditas organisasi memiliki tiga ciri, yaitu: masing-masing komponen didalamnya bisa menguatkan satu dengan yang lain, bersinergi dalam bekerja serta memiliki program yang jelas, termasuk pembagian pelaksanaan program (pembagian potensi dan pemanfaatan kemampuan). Dalam hal ini, diperlukan adanya ketepatan di dalam penempatan orang. Siapa yang harus jadi tiang, jendela, atap, dsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Ketiga,&lt;/span&gt; dalam ayat 5 - 9 dijelaskan tentang tantangan yang dihadapi oleh para nabi dan rasul. Dari ayat ini kita dapat mengambil pelajaran bahwa perlunya untuk mengukur tantangan-tantangan yang akan dihadapi dalam kerja-kerja organisasi. Jika kita mengetahui ukuran tantangan itu, maka kita bisa membuat program yang bisa mengatasi tantangan tersebut. Kegagalan dalam mengukur tantangan yang akan dihadapi, akan mengakibatkan ketidakjelasan merumuskan tahap-tahap pelaksanaan amal sehingga bisa terjebak dalam suatu amal yang bersifat asal-asalan. Tantangan yang perlu diukur adalah semua tantangan baik dari dalam maupun luar organisasi. Pada ayat 9, dijelaskan bahwa visi kerosulan-lah yang bisa digunakan untuk mengeliminir tantangan-tantangan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Keempat,&lt;/span&gt; dijelaskan bahwa untuk membangun sebuah organisasi yang kokoh diperlukan adanya sebuah konsep perjuangan organisasi. Dan sebuah konsep perjuangan itu hendaknya sebuah konsep yang mengandung motivasi sert makna optimisme yang jauh dari konsep perjuangan yang ‘menakutkan’ (tidak realistis dan membuat komponen di dalamnya ragu dapat melaksanakannya atau tidak). Hal ini dapat dilihat pada ayat 10 -13 surat ini, yang menjelaskan indahnya sebuah konsep berjuang besungguh-sungguh di jalan-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Kelima, &lt;/span&gt;dalam ayat 14 surat ini, dijelaskan bahwa keberhasilan suatu perjuangan dalam organisasi juga ditentukan dengan ada tidaknya kader-kader militan di dalamnya. Militan ini terkait dengan makna komitmen, konsistensi, keseimbangan (tawazunitas), ketaatan serta kecintaan. Karena memang amal yang baik dari seorang kader organisasi tidak akan bisa terwujud tanpa lima hal di atas. Dan dengan memiliki kader yang militan, amal-amal terbaik akan dihasilkan dalam organisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam organisasi juga diperlukan adanya ruuh (semangat) organisasi. Dan ruuh organisasi ditentukan oleh sistem yang ada dalam organisasi, kualitas sang pemimpin, sejauh mana organisasa mempunyai semangat kompetisi dengan yang lain serta sejauh mana memadukan semangat dan ilmu yang dimiliki.(Rangkuman ceramah Ustadz Rofi Munawar Lc)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2995520596496386522-9169094085688462217?l=wanvisioner.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wanvisioner.blogspot.com/feeds/9169094085688462217/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wanvisioner.blogspot.com/2009/06/manajemen-organisasi-dalam-al-quran.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2995520596496386522/posts/default/9169094085688462217'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2995520596496386522/posts/default/9169094085688462217'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wanvisioner.blogspot.com/2009/06/manajemen-organisasi-dalam-al-quran.html' title='Manajemen Organisasi dalam Al Quran'/><author><name>Wawan Herdianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08860039703692730326</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-9lufY8ZL7oc/TZHeUlkO88I/AAAAAAAAA9M/QuBdc_8ybKU/s220/wawan%2Btrustco.png'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2995520596496386522.post-1716322712344863456</id><published>2009-06-03T20:17:00.000-07:00</published><updated>2009-10-14T05:35:14.895-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kepemimpinan'/><title type='text'>Kualitas Kepemimpinan</title><content type='html'>4 (empat) elemen utama untuk jadi pemimpin yang efektif.  &lt;br /&gt;Apa saja kualitas dari seorang pemimpin yang efektif? Sudah sangat banyak buku menejemen ditulis untuk topik ini dibandingkan dengan topik-topik yang lain. Buku-buku tersebut menyatakan bahwa para pemimpin datang dalam berbagai bentuk dan ukuran serta menggunakan berbagai jenis gaya  (styles) menejemen, tetapi yang pasti ada satu hal terpenting untuk menjadi pemimpin yang efektif yaitu; bahwa para pemimpin tersebut harus memiliki pengikut (follower)! Jika anda tidak dapat menciptakan suasana dimana orang memilih mengikuti anda, itu berarti anda bukanlah seorang pemimpin yang &lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;efektif. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita membaca buku-buku tentang pemimpin dan kepemimpinan, kelihatannya bahwa untuk menjadi pemimpin yang efektif tidaklah sulit. Jangan biarkan buku-buku tersebut menipu anda. Kenyataannya, tidaklah mudah untuk menjadi pemimpin yang efektif. Alasan utama untuk itu adalah bahwa orang memiliki kebebasan untuk memilih. Mereka tidaklah serta merta mengikuti hanya  karena anda menyatakannya. “Manusia tidak dapat dikelola. Persediaan (inventory) dapat dikelola, tetapi orang haruslah dipimpin." Untuk membuat orang mengikuti, anda harus memperhatikan faktor, apa yang menjadi kepentingan mereka (the WIIFM =What's In It For Me.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebanyakan orang adalah egois, dalam arti yang positif.. Orang akan bereaksi jika keadaan mereka saat ini terancam, atau jika memang keadaan itu akan menjanjikan keadaan yang lebih baik. Ini adalah teknik klasik carrot and stick untuk memotivasi. Mengelola (bukan memimpin) menggunakan metode demikian relative mudah. Jika anda mengancam orang akan kehilangan pekerjaannya atau menawarkan bonus yang besar, maka sangatlah mungkin mereka mau melakukan apa saja yang biasanya tidak akan mereka lakukan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persoalan dengan metode ini adalah tidak akan bertahan (not sustainable).Orang tidak akan tahan dengan kondisi yang tertekan untuk jangka waktu yang lama. Setelah beberapa lama, mereka akan menyerah dan berkata “ silahkan pecat saya dan saya mau keluar saja”. Bonus besar dan hadiah istimewapun lambat laun akan kurang menarik setelah beberapa waktu, terutama karena itu biasanya  diberikan hanya kepada segelintir orang. Para pemimpin yang tidak efektif biasanya tidak menyadari permasalahan dengan teknik ini. Mereka terus meningkatkan tekanan atau ukuran bonus dan akhirnya  tidak mengerti mengapa keadaan semakin tidak sehat dan tidak terkendali. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemimpin yang efektif mempunyai kemampuan untuk bekerja pada tingkat yang lebih tinggi. Mereka akan sangat jarang menggunakan tekanan atau bonus, tetapi lebih banyak mengandalkan inspirasi. Mereka memberi inspirasi kepada orang untuk mencapai tujuan yang sama sekali tidak terbayangkan dan terpikirkan sebelumnya. Para pemimpin seperti inilah sebenarnya yang mempunyai pengikut. Lalu pertanyaannya adalah, bagaimana mereka melakukan itu? Dari pengalaman kami baik dengan memperhatikan para pemimpin dan dari hasil riset berbagai literature yang ada, ada 4 (empat) elemen utama untuk kepemimpinan yang efektif: mempunyai pengalaman sukses, memiliki visi, menghargai orang lain, dan  pribadi yang kredibel. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang tidak suka mengikiti “pecundang” sekalipun mereka sangat ahli. Memiliki sejarah atau pengalaman sukses  juga tidak akan menjamin anda menjadi pemimpin yang efektif, namun itu merupakan persyaratan untuk dipertimbangkan menjadi seorang pemimpin. Jika anda belum punya pengalaman sukses, maka anda harus mendapatkannya dulu. Mulailah dengan kemenangan kecil-kecil, kemudian lanjutkan lagi dengan beberapa tugas yang lebih menantang dan belajarlah dari kesalahan/kegagalan sepanjang perjalanan tersebut. Selanjutnya, berhati-hatilah jangan sampai kesuksesan yang sudah dicapai membuat anda jadi besar kepala, karena dengan begitu anda akan kehilangan kredibilitas yang sangat penting untuk seorang pemimpin yang efektif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada banyak buku dan literature yang membahas tentang visi. Kebanyakan literature tersebut mencoba menentukan suatu resep untuk menemukan visi. Namun sebenarnya tidak ada satupun diantara resep yang ditawarkan tersebut akan selalu tepat untuk berbagai situasi dan kondisi. Satu hal yang harus disadari bahwa visi yang efektif haruslah berdasarkan data dan informasi. Seorang pemimpin yang efektif akan selalu bergelut dengan data dan informasi. Mereka menggunakan seluruh sumber data dan informasi yang tersedia, dan tidak mendelegasikan tugas tersebut kepada yang lain. Para pemimpin yang efektif mempertanyakan dan menentang status quo dan mempunyai kemampuan melihat pola yang mungkin menjadi peluang dimana orang lain tidak melihatnya. Mereka menanyakan pertanyaan yang mendiagnosa tentang berbagai hal yang kadang jauh dibalik hal-hal yang terlihat (obvious) dan mampu memunculkan pemahaman baru yang mendasar tentang berbagai hal tersebut. Hal inilan yang akan membuat mereka mengkristalkan sebuah visi tentang masa depan yang akan menginspirasi orang lain untuk mengikuti. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk membuat suatu visi yang efektif, anda harus mau berhadapan langsung dengan data dan  informasi. Semakin banyak data dan informasi yang anda analisa, akan semakin baik analisa yang anda dapatkan. Para pemimpin yang efektif sangat menguasai data dan informasi tersebut sehingga mereka dapat mengutip beberapa fakta dan gambar tanpa harus melihat catatan mereka lagi. Jika anda adalah tipe orang yang bekerja di tingkat tinggi dan menyerahkan detilnya kepada yang lain, saya kira anda mungkin tidak akan pernah menjadi pemimpin yang efektif. Mungkin anda akan menjadi menejer yang efektif, namun bukan pemimpin yang efektif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pemimpin yang efektif menyadari bahwa mereka sendiri hanya dapat mengerjakan sebagian kecil pekerjaan-pekerjaan penting dalam organisasi yang mereka pimpin. Mereka harus mampu membuat orang lain menerima (buy-in) visi dan rencana mereka untuk merealisasikannya. Untuk mencapai agar yang lain menerima, harus dimulai dengan menghargai orang lain. Sudah begitu  banyak mungkin pengalaman para menejer yang kurang menunjukkan penghargaan (respect) terhadap para pekerja dan tidak mengerti mengapa orang-orang tersebut tidak mendukung mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya dengan berjalan berkeliling dan berbincang dengan orang tentang hal yang sedang mereka kerjakan mempunyai dampak yang sangat luar biasa. Orang akan melihat anda sebagai orang sejati, dan anda dapat melihat langsung tentang apa yang sedang berlangsung. Kegiatan yang disertai diskusi seperti itu akan 10 kali lebih lengkap dan mendalam daripada mengadakan rapat sekalipun itu dihadiri oleh semua pihak terkait. Yang paling penting dari semua itu adalah dimana orang meyakini bahwa pemimpin mereka mengerti dan menghargai apa yang sedang mereka kerjakan, mereka akan menembus rintangan apapun untuk pemimpin tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagian terakhir dari kepemimpinan yang efektif adalah kepribadian yang memiliki kredibilitas. Para pemimpin melakukan/merealisasikan apa yang mereka katakan (walk the talk) dan selalu fokus pada tujuan. Mereka jujur terhadap setiap orang dan sangat penting untuk tidak mempunyai agenda tersembunyi. Bila mereka menyampaikan sesuatu terhadap anda, anda dapat mempercayainya sepenuhnya. Para pemimpin yang efektif juga adalah rendah hati (humble). Mereka juga menyadari sebagai manusia juga tak luput dari berbagai kesalahan. Jika sesuatu tidak berjalan sesuai yang diharapakan, mereka mengakuinya dan berusaha untuk memperbaiki keadaan. Mereka tidak bertahan pada suatu kebijakan yang gagal atau salah hingga terjadi kerugian/kerusakan yang lebih besar. Para pemimpin yang efektif tidak hanya menerima tanggung jawab atas tindakannya; mereka juga menerima dan bertanggung jawab atas tindakan setiap orang yang dipimpinnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4 (empat) elemen utama untuk jadi pemimpin yang efektif&lt;br /&gt;Kegagalan terbesar dalam hal kredibilitas adalah karena kesombongan. Pemimpin yang tidak efektif berfikir bahwa kesuksesan yang dicapai pada dasarnya karena upaya mereka sendiri. Mereka menunjukkan sikap bermusuhan terhadap setiap pendapat yang berbeda dengan mereka. Mereka menyaring data sedemikian rupa sehingga hanya yang mendukung pendapat merekalah yang dimunculkan. Mereka menolak bertanggung jawab secara pribadi jika masalah muncul dan selalu mencari kambing hitanm atas masalah yang terjadi tersebut. Para pemimpin yang sombong biasanya  berakhir pada terpecahnya organisasi ketimbang menyatukannya didalam mencapai suatu tujuan yang disepakati bersama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentunya pemimpin yang efektif ditentukan oleh banyak faktor lagi selain keempat elemen utama tersebut diatas, namun diyakini bahwa ini adalah merupakan perilaku inti dari seorang pemimpin yang efektif. Jika anda dapat memperbaiki keempat elemen ini, dapat dipastikan bahwa tingkat efektifitas kepemimpinan anda akan meningkat secara signifikan. Oleh Bachtiar Simamora, Ph.D. , Sumber Asli &lt;a href="http://www.baldrigeindo.com/Kualitas_kepemimpinan.pdf"&gt;Klik Disini&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2995520596496386522-1716322712344863456?l=wanvisioner.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wanvisioner.blogspot.com/feeds/1716322712344863456/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wanvisioner.blogspot.com/2009/06/kualitas-kepemimpinan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2995520596496386522/posts/default/1716322712344863456'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2995520596496386522/posts/default/1716322712344863456'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wanvisioner.blogspot.com/2009/06/kualitas-kepemimpinan.html' title='Kualitas Kepemimpinan'/><author><name>Wawan Herdianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08860039703692730326</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-9lufY8ZL7oc/TZHeUlkO88I/AAAAAAAAA9M/QuBdc_8ybKU/s220/wawan%2Btrustco.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2995520596496386522.post-8707049525467025415</id><published>2009-05-29T22:38:00.000-07:00</published><updated>2010-03-02T19:02:27.231-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manajemen Organisasi'/><title type='text'>POAC : Planning, Organizing, Actuating, and Controlling</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_kRyEIb9dYf0/SiDL-ZIdMLI/AAAAAAAAAcY/ETdUoaaEiKA/s1600-h/po.gif" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5341493430820090034" src="http://1.bp.blogspot.com/_kRyEIb9dYf0/SiDL-ZIdMLI/AAAAAAAAAcY/ETdUoaaEiKA/s320/po.gif" style="cursor: pointer; float: left; height: 149px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 149px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Secara umum, dunia manajemen menggunakan prinsip POAC. atau &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Planning, Organizing, Actuating, dan Controlling&lt;/span&gt;. Prinsip manajemen ini banyak digunakan oleh organisasi dewasa ini untuk memajukan dan mengelola organisasi mereka. Berikut akan kami jelaskan masing masing point tersebut :&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: red; font-weight: bold;"&gt;Planning &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;“Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu dan orang orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalasi dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan).”. &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;  (Al Anfaal ayat 60)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Dalam perencanaan ada beberapa faktor yang harus dipertimbangkan. Yaitu harus &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;SMART&lt;/span&gt; yaitu &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Specific&lt;/span&gt; artinya perencanaan harus jelas maksud maupun ruang lingkupnya. Tidak terlalu melebar dan terlalu idealis. &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Measurable&lt;/span&gt; artinya program kerja atau rencana harus dapat diukur tingkat keberhasilannya. &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Achievable&lt;/span&gt;  artinya dapat dicapai. Jadi bukan anggan-angan. &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Realistic&lt;/span&gt;  artinya sesuai dengan kemampuan dan sumber daya yang ada. Tidak  terlalu mudah dan tidak terlalu sulit. Tapi tetap ada tantangan. &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Time&lt;/span&gt;  artinya ada batas waktu yang jelas. Mingguan, bulanan, triwulan, semesteran atau tahunan. Sehingga mudah dinilai dan dievaluasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: red; font-weight: bold;"&gt;Organizing  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya Allah menyukai orang yang berperang dijalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh.”. &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;(Ash Shaff ayat 4).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Agar tujuan tercapai maka dibutuhkan pengorganisasian. Dalam perusahaan biasanya diwujudkan dalam bentuk bagan organisasi. Yang kemudian dipecah  menjadi berbagai jabatan. Pada setiap jabatan biasanya memiliki tugas, tanggung jawab, wewenang dan uraian jabatan (Job Description). Semakin tinggi suatu jabatan biasanya semakin tinggi tugas, tanggung jawab dan wewenangnya. Biasanya juga semakin besar penghasilannya. Dengan pembagian tugas tersebut maka pekerjaan menjadi ringan. Berat  sama dipikul, ringan sama dijinjing. Disinilah salah satu prinsip dari  manajemen. Yaitu membagi-bagi tugas sesuai dengan keahliannya masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: red; font-weight: bold;"&gt;Actuating&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;“Dan Katakanlah: "Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan.” &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;(At Taubah 105).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Perencanaan dan pengorganisasian yang baik kurang berarti bila tidak diikuti dengan pelaksanaan kerja. Untuk itu maka dibutuhkan kerja keras, kerja cerdas dan kerjasama. Semua sumber daya manusia yang ada harus dioptimalkan untuk mencapai visi, misi dan program kerja organisasi.  Pelaksanaan kerja harus sejalan dengan rencana kerja yang telah  disusun. Kecuali memang ada hal-hal khusus sehingga perlu dilakukan penyesuian. Setiap SDM harus bekerja sesuai dengan tugas, fungsi dan peran, keahlian dan kompetensi masing-masing SDM untuk mencapai visi, misi dan program kerja organisasi yang telah ditetapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: red; font-weight: bold;"&gt;Controlling &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;“Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya, (yaitu) ketika dua orang malaikat mencatat amal perbuatannya, seorang duduk di sebelah kanan dan yang lain duduk di sebelah kiri. Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.” &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;(Al Qaaf 16-18).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Agar pekerjaan berjalan sesuai dengan visi, misi, aturan dan program kerja maka dibutuhkan pengontrolan. Baik dalam bentuk supervisi, pengawasan, inspeksi hingga audit. Kata-kata tersebut memang memiliki makna yang berbeda, tapi yang terpenting adalah bagaimana sejak dini dapat diketahui penyimpangan-penyimpangan yang terjadi. Baik dalam tahap perencanaan, pelaksanaan maupun pengorganisasian. Sehingga dengan hal tersebut dapat segera dilakukan koreksi, antisipasi dan penyesuaian-penyesuaian sesuai dengan situasi, kondisi dan perkembangan zaman. Sumber &lt;a href="http://syaddad.wordpress.com/"&gt;http://syaddad.wordpress.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2995520596496386522-8707049525467025415?l=wanvisioner.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wanvisioner.blogspot.com/feeds/8707049525467025415/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wanvisioner.blogspot.com/2009/05/poac-planning-organizing-actuating-and.html#comment-form' title='15 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2995520596496386522/posts/default/8707049525467025415'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2995520596496386522/posts/default/8707049525467025415'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wanvisioner.blogspot.com/2009/05/poac-planning-organizing-actuating-and.html' title='POAC : Planning, Organizing, Actuating, and Controlling'/><author><name>Wawan Herdianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08860039703692730326</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-9lufY8ZL7oc/TZHeUlkO88I/AAAAAAAAA9M/QuBdc_8ybKU/s220/wawan%2Btrustco.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_kRyEIb9dYf0/SiDL-ZIdMLI/AAAAAAAAAcY/ETdUoaaEiKA/s72-c/po.gif' height='72' width='72'/><thr:total>15</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2995520596496386522.post-6310574951497755632</id><published>2009-05-22T22:59:00.000-07:00</published><updated>2010-03-02T19:03:12.767-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pengembangan Diri'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Motivasi'/><title type='text'>Motivasi Belajar</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_kRyEIb9dYf0/SheThe-JGRI/AAAAAAAAAcQ/fxPYYe6Y7fg/s1600-h/Sistem+Belajar.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5338898086729685266" src="http://4.bp.blogspot.com/_kRyEIb9dYf0/SheThe-JGRI/AAAAAAAAAcQ/fxPYYe6Y7fg/s320/Sistem+Belajar.jpg" style="cursor: pointer; float: left; height: 154px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 200px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pengembangan diri adalah belajar, belajar adalah pengembangan diri. Jika Anda ingin lebih sukses dibanding pencapaian Anda saat ini, kuncinya ialah jangan pernah berhenti belajar. Hanya dengan belajarlah Anda akan berkembang dan menjadi lebih baik. Jadi untuk mengukur sejauh mana Anda bisa berkembang ialah dengan mengukur sejauh mana motivasi belajar Anda. Bagaimana meningkatkan motivasi belajar?&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita harus mengenal terlebih dahulu, apa saja yang melemahkan motivasi belajar. Seringkali semua ini hanyalah mitos belaka. Suatu keyakinan negatif yang meracuni diri kita sehingga malas belajar atau tidak memiliki motivasi belajar. Berikut adalah beberapa mitos tersebut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;“Ah Teori!”&lt;/span&gt; Banyak orang yang tidak mau belajar karena mereka tidak suka teori. Menurut mereka teori tidak penting, yang penting adalah praktek. Betul, tidak salah sama sekali. Sehebat apa pun teori yang Anda miliki jika tidak diiringi praktek, maka semuanya akan percuma. Namun saat Anda langsung praktek, maka Anda tetap saja akan belajar, yaitu belajar pada pengalaman Anda sendiri. Anda mungkin akan mencoba-coba mencari yang benar. Belajar kepada pengalaman orang lain yang sudah lebih dulu sukses adalah untuk mengurangi coba-coba Anda, sehingga Anda akan lebih cepat untuk berhasil. Teori saja memang salah. Langsung praktek bisa sering salah. Teori ditambah praktek adalah yang terbaik. Belajarlah.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Saya sudah tua&lt;/span&gt;, sulit untuk belajar. Tidak ada kata terlalu tua untuk belajar. Kesulitan belajar karena Anda sendiri yang menghentikan belajar sehingga pola pikir kita menjadi berubah, dari pola pikir belajar menjadi pola pikir yang tertutup. Saat kualiah saya melihat banyak dosen yang sudah senior masih tetap membeli buku dan belajar. Mereka sudah tua tetapi masih belajar karena mereka biasa belajar. Jika Anda merasa sulit belajar, biasakanlah belajar meskipun sedikit demi sedikit sampai Anda terbiasa lagi belajar.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tidak ada waktu&lt;/span&gt;. Jika Anda sudah membaca ebook saya &lt;a href="http://www.motivasi-islami.com/go/"&gt;Seni Mengelola Waktu&lt;/a&gt;, maka Anda tidak akan lagi mengatakan bahwa tidak ada waktu. Alasan tidak ada waktu hanya ilusi belaka. Semua orang memiliki waktu, tetapi mengapa orang lain bisa tetapi Anda tidak? Bukan waktu yang menjadi masalah, tetapi pilihan Anda. Apakah Anda mau memprioritaskan belajar atau tidak?&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;Inilah tiga hal yang sering menjadi penghambat motivasi belajar. Semua mitos ini sudah terjawab. Dan Anda harusnya sudah mulai mau belajar dengan membaca buku, &lt;a href="http://www.motivasi-islami.com/go/"&gt;ebook&lt;/a&gt;, mengikuti seminar, pelatihan, dan berbagai cara lainnya untuk mempercepat sukses Anda. Selamat belajar. Yang rajin yaa…(Sumber : &lt;a href="http://www.motivasi-islami.com/"&gt;www.motivasi-islami.com&lt;/a&gt;)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2995520596496386522-6310574951497755632?l=wanvisioner.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wanvisioner.blogspot.com/feeds/6310574951497755632/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wanvisioner.blogspot.com/2009/05/motivasi-belajar.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2995520596496386522/posts/default/6310574951497755632'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2995520596496386522/posts/default/6310574951497755632'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wanvisioner.blogspot.com/2009/05/motivasi-belajar.html' title='Motivasi Belajar'/><author><name>Wawan Herdianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08860039703692730326</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-9lufY8ZL7oc/TZHeUlkO88I/AAAAAAAAA9M/QuBdc_8ybKU/s220/wawan%2Btrustco.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_kRyEIb9dYf0/SheThe-JGRI/AAAAAAAAAcQ/fxPYYe6Y7fg/s72-c/Sistem+Belajar.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2995520596496386522.post-6009221028801168325</id><published>2009-05-12T21:14:00.000-07:00</published><updated>2010-11-27T01:02:12.334-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manajemen Organisasi'/><title type='text'>Analisis SWOT</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_kRyEIb9dYf0/SgpKfWqeNcI/AAAAAAAAAbY/ZGc_8JMzQss/s1600-h/swot.gif" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5335158611093894594" src="http://4.bp.blogspot.com/_kRyEIb9dYf0/SgpKfWqeNcI/AAAAAAAAAbY/ZGc_8JMzQss/s320/swot.gif" style="cursor: pointer; float: left; height: 149px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 149px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;“Gagal merencanakan sama dengan merencanakan gagal”.  Tentunya kita pernah mendengar ungkapan ini, dari teman atau membacanya di buku. Hasil akhir dari sebuah usaha dapat dilihat dari sejauh mana rencana dan proses yang dilakukan. Jika rencana dan prosesnya baik inyaallah hasilnya pun akan baik, pun demikian sebaiknya. Oleh karena itu kita perlu merencanakan segala sesuatunya dengan baik sebelum kita melakukannya, dengan melihat kekuatan dan kelemahan serta peluang dan hambatan yang ada. Sehingga, &lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;perencanaan yang dilakukan serta keputusan yang diambil benar benar hasil dari sebuah pertimbangan yang matang. Dalam dunia manajemen ada istilah yang disebut SWOT yaitu Strength (Kekuatan), Weakness (Kelemahan), Opportunity (Peluang) dan Threat (Ancaman). Strength dan Weakness berhubungan dengan kondisi Intenal kita sedangkan Opportunity dan Threath berhubungan dengan kondisi Eksternal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SWOT  merupakan salah satu teknik analisis untuk mengetahui bagaimana kondisi organisasi yang bersangkutan saat ini, serta bagaimana pula kondisi yang akan dihadapinya ke depan, dengan mempertimbangkan faktor kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman/hambatan.  SWOT digunakan untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat organisasi, meningkatkan pemahaman terhadap kondisi organisasi  dan supaya perencanaan tindakan jadi lebih mudah dan tepat sasaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Strenth (Kekuatan) merupakan setiap faktor/kondisi positif yang berasal dari dalam organisasi yang memungkinkan organisasi tersebut dapat terus tumbuh, berkembang, atau mencapai kondisi yang lebih baik.  Weakness (Kelemahan) meruapakan setiap faktor/kondisi negatif yang berasal dari dalam organisasi yang memungkinkan organisasi tersebut mengalami kehancuran, kekalahan, degradasi atau penurunan keadaan. Opportunity (Peluang) merupakan setiap faktor/kondisi positif yang berasal dari luar organisasi yang memungkinkan organisasi tersebut mengalami kemajuan, perkembangan, atau pencapaian kondisi yang lebih baik. Dan Threath (Ancaman) merupakan setiap faktor/kondisi negatif yang berasal dari luar organisasi yang dapat mengakibatkan organisasi tersebut mengalami kehancuran, kemunduran, atau jatuh ke kondisi yang lebih buruk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah Analisis SWOT : (1) Identifikasi aspek-aspek yang akan dinilai dalam suatu organisasi. (2) Tetapkan sekup analisis, menyeluruh atau parsial. (3) Susun instrumen untuk melakukan assessment/pembobotan. (4) Lakukan pembobotan berdasarkan kondisi seobjektif mungkin. (5) Hitung bobot keseluruhan, tarik kesimpulan dan susun langkah berdasarkan hasil analisis. Lalu,  Bagaiamana cara menghitung hasil assessment  ? Pertama, Jumlahkan total poin masing-masing komponen: strength, weakness, opportunity dan threath. Kedua, Seluruh poin strength yang bernilai positif dijumlahkan dengan poin weakness yang bernilai negatif. Hitung nilai akhirnya, diperoleh skor positif atau negatif. Tentukan letak daerah analisisnya berdasarkan kuadran analisis, apakah berada pada sumbu positif atau sumbu negatif. Ketiga, Seluruh poin opportunity yang bernilai positif dijumlahkan dengan poin threath yang bernilai negatif. Hitung nilai akhirnya. Selanjutnya lakukan langkah seperti pada penghitungan poin strength. Keempat, Hasil perhitungan pada kedua sumbu kuadran, merupakan letak daerah hasil analisis. Ambil keputusan berdasarkan letak daerah hasil analisis tersebut. Lihat gambar di bawah ini ,&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_kRyEIb9dYf0/SgpKx4pGxGI/AAAAAAAAAbg/3dyUvjGAfXc/s1600-h/Kuadran+SWOT.gif" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5335158929452614754" src="http://2.bp.blogspot.com/_kRyEIb9dYf0/SgpKx4pGxGI/AAAAAAAAAbg/3dyUvjGAfXc/s320/Kuadran+SWOT.gif" style="cursor: pointer; display: block; height: 200px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 221px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;CANCEL: Rencana sebaiknya dibatalkan karena tidak ada daya dukung yang memungkinkan organisasi dapat sukses menjalankan organisasi tersebut. Terlalu besar kelemahan ketimbang kekuatan, dan terlalu banyak ancaman ketimbang peluang.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;RECOUNT: Pertimbangkan kembali. Rencana bisa dilaksanakan, jika sejumlah kelemahan dan ancaman bisa diantisipasi atau diperbaiki. Atau, bisa juga pelaksanaan rencana tersebut ditunda atau dibatalkan sama sekali jika waktu dan potensi yang ada tidak memungkinkan buat melakukan perbaikan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;GO: Jalankan rencana sesuai agenda/program yang telah disusun. Kekuatan dan peluang yang dimiliki organisasi relatif lebih besar ketimbang kelemahan dan ancaman yang ada, sehingga kemungkinan sukses terbuka lebar.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;HELP: Lakukan penguatan terlebih dahulu sebelum rencana dilaksanakan. Perbaiki kelemahan yang ada, dan susun terlebih dahulu rencana antisipasi ancaman dengan lebih baik. Jika ini bisa dilakukan, baru rencana bisa dilaksanakan.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;“Ditunggu masukkan dari sahabat semua untuk menyempurnakan artikel artikel yang ada di blog ini. Terima kasih, semoga bermanfaat.”&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2995520596496386522-6009221028801168325?l=wanvisioner.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wanvisioner.blogspot.com/feeds/6009221028801168325/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wanvisioner.blogspot.com/2009/05/analisis-swot.html#comment-form' title='11 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2995520596496386522/posts/default/6009221028801168325'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2995520596496386522/posts/default/6009221028801168325'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wanvisioner.blogspot.com/2009/05/analisis-swot.html' title='Analisis SWOT'/><author><name>Wawan Herdianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08860039703692730326</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-9lufY8ZL7oc/TZHeUlkO88I/AAAAAAAAA9M/QuBdc_8ybKU/s220/wawan%2Btrustco.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_kRyEIb9dYf0/SgpKfWqeNcI/AAAAAAAAAbY/ZGc_8JMzQss/s72-c/swot.gif' height='72' width='72'/><thr:total>11</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2995520596496386522.post-5497253106422073439</id><published>2009-05-11T06:42:00.000-07:00</published><updated>2009-10-14T05:42:31.505-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pengembangan Diri'/><title type='text'>Enam Langkah Menuju Keberhasilan</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_kRyEIb9dYf0/Sgguf9KshNI/AAAAAAAAAbI/YBywOXpflNg/s1600-h/kiat+sukses.gif" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5334564885150598354" src="http://2.bp.blogspot.com/_kRyEIb9dYf0/Sgguf9KshNI/AAAAAAAAAbI/YBywOXpflNg/s320/kiat+sukses.gif" style="cursor: pointer; float: left; height: 119px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 149px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pertama.  Programlah diri Anda untuk berhasil&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dr. Maxwell Maltz memberikan gagasan bahwa otak manusia merupakan suatu sistem bimbingan otomatis (automatic guidance system).  Servomekanisme manusia tersebut bisa menjadi suatu mekanisme keberhasilan, atau sebaliknya, suatu mekanisme kegagalan.  Semua itu bergantung pada target-target yang telah ditetapkan oleh pikiran kita, serta pada cara-cara pikiran kita menanggapi setiap kekeliruan atau penyimpangan terhadap &lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;target tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seandainya servomekanisme anda itu bermuara pada teaget-target keberhasilan dan seandainya ia memberi respon terhadap setiap umpan balik berupa koreksi, maka buahnya adalah keberhasilan.  Tapi jika disitu tidak ada tujuan berhasil dan ia gagal memberi respon korektif terhadap setiap umpan balik, maka buahnya pun kegagalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kedua.  Bayangkan cara Anda menggapai keberhasilan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang pada umumnya senantiasa merasa, bertindak, serta berperilaku sesuai dengan apa yang mereka bayangkansebagai sesuatu yang benar atau sesuai dengan diri dan lingkungannya.  Hal ini disebabkan alam bawah sadar tidak bisa mengenali, apalgi memberitahukan kepada kita, perbedaan antara suatu pengalaman nyata dengan sesuatu yang hanya rekaan semata.  Melalui imajinasi kreatif anda dapat menciptakan aneka citra keberhasilan yang bila dibakukan ke dalam citra diri dapat berubah menjadi keberhasilan nyata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ketiga.  Rileks, dan ubahlah stres menjadi keberhasilan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Relaksasi adalah kunci untuk mengaktifkan imajinasi kreatif anda, yang merupakan satu-satunya servomekanisme manusia yang mampu bekerja secara memadai.  Meskipun terkesan sepele, ternyata banyak orang yang tidak tahu bagaimana caranya rileks.  Dari hari ke hari , kita dikondisikan agar selalu memberi respon terhadap berbagai peristiwa yang terjadi dalam kehidupan kita, sehingga pada akhirnya mengakibatkan tekanan mental atau yang populer dengan istilah stres.  Dengan belajar rileks, kita akan dapat mengubah kondisi itu sehingga kita bisa mengurangi stres dalam hidup kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Keempat.  Tetapkan tujuan: syarat keberhasilan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Seorang manusia dapat diibaratkan sebagai sebuah sepeda: kita hanya bisa mempertahankan keseimbangan jika terus bergerak maju menuju sesuatu.  Manusia tanpa tujuan sama saja dengan sepeda yang tidak bergerak.  Coba saja anda mempertahankan keseimbangan sepeda roda dua yang tidak bergerak.  Paling-paling anda hanya sanggup bertahan selama beberapa saat saja, setelah itu kedudukan anda pasti mulai goyah, keseimbangan hilang, dan jatuhlah anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kelima.  Gunakan umpan balik negatif demi menemukan arah menuju ke keberhasilan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang yang memiliki citra diri positif dengan mudah akan mampu mengembangkan dan menerapkan kepribadian tipe sukses (success-type personality).  Bila mereka menerima umpan balik negatif , yakni sinyal-sinyal tertentu yang menunjukkan bahwa mereka telah menyimpang dari jalur yang semestinya, maka servomekanisme yang ada dalam diri mereka segera memberikan respon berupa serangkaian langkah koreksi untuk membimbing kita ke jalur penyelesaian kreatif.  Namun bagi orang-orang yang yang memiliki citra diri buruk, umpan balik negatif tersebut hanya akan mempertegas keyakinan akan betapa jelek atau tidak memadainya diri mereka itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gunakan kata &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;SUCCESS&lt;/span&gt; sebagai sebuah akronim sederhana untuk memperlihatkan komponen-komponen pokok yang dikandung oleh kepribadian tipe-berhasil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;S – ense of direction (paham akan arah yang harus dituju)&lt;br /&gt;U – nderstanding (penuh pengertian)&lt;br /&gt;C – ourage (keberanian)&lt;br /&gt;C – harity (murah hati)&lt;br /&gt;E – steem (keyakinan diri)&lt;br /&gt;S – elf confidence (percaya pada diri sendiri)&lt;br /&gt;S – elf acceptance (menerima diri apa adanya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingat juga akronnim untuk menjelaskan apa yang disebut sebagai mekanisme kegagalan.&lt;br /&gt;F – rustation (frustasi)&lt;br /&gt;A – ggressiveness (agresivitas)&lt;br /&gt;I – nsecurity (rasa tidak aman)&lt;br /&gt;L – oneliness (kesepian)&lt;br /&gt;U – ncertainty (serba tidak pasti)&lt;br /&gt;R – esentment (uring-uringan)&lt;br /&gt;E – mptiness (serba hampa)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Keenam.  Membuka Kepribadian Anda dan Memacu Keberhasilan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Apa yang disebut kepribadian pada dasarnya merupakan suatu manifestasi atau perwujudan luar dari citra diri.  Dengan demikian , kepribadian yang sesungguhnya dari setiap orang adalah “kepribadian yang baik”, dan ini berarti bahwa orang yang bersangkutan telah “terbebas, sehingga potensi kreatif sebenarnya sudah ada dalam dirinya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya kepribadian yang buruk dapat disamakan dengan kepribadian yang tertutup.  Sifat malu berlebihan, sikap permusuhan, dan gejala-gejala ketertutupan lainnya merupakan akibat dari terlalu banyaknya umpan balik negatif yang diserap oleh orang yang bersangkutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Psikosibernetika 2000, Bobbe Sommer, Ph.d dan Mark Falstein.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2995520596496386522-5497253106422073439?l=wanvisioner.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wanvisioner.blogspot.com/feeds/5497253106422073439/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wanvisioner.blogspot.com/2009/05/enam-langkah-menuju-keberhasilan.html#comment-form' title='18 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2995520596496386522/posts/default/5497253106422073439'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2995520596496386522/posts/default/5497253106422073439'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wanvisioner.blogspot.com/2009/05/enam-langkah-menuju-keberhasilan.html' title='Enam Langkah Menuju Keberhasilan'/><author><name>Wawan Herdianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08860039703692730326</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-9lufY8ZL7oc/TZHeUlkO88I/AAAAAAAAA9M/QuBdc_8ybKU/s220/wawan%2Btrustco.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_kRyEIb9dYf0/Sgguf9KshNI/AAAAAAAAAbI/YBywOXpflNg/s72-c/kiat+sukses.gif' height='72' width='72'/><thr:total>18</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2995520596496386522.post-1227228861700799950</id><published>2009-05-11T06:28:00.000-07:00</published><updated>2010-03-02T19:04:40.038-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Keterampilan Belajar'/><title type='text'>10  tips sukses menghadapi ujian</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_kRyEIb9dYf0/Sggp9StFZII/AAAAAAAAAaY/ddr0ZTDIRz4/s1600-h/10+Tips.gif" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5334559891590046850" src="http://1.bp.blogspot.com/_kRyEIb9dYf0/Sggp9StFZII/AAAAAAAAAaY/ddr0ZTDIRz4/s320/10+Tips.gif" style="cursor: pointer; float: left; height: 119px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 122px;" /&gt;&lt;/a&gt;Bagi pelajar dan mahasiswa pasti sering menghadapi ujian, berikut Ada 10 tips yang diberikan agar anda sukses menghadapi ujian yaitu :&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Datanglah dengan persiapan yang matang dan lebih awal. Bawalah semua alat tulis yang anda butuhkan, seperti pensil, pulpen, kalkulator, andas, jam (tangan), penghapus, tip ex, penggaris, dan lain-lainnya. Perlengkapan ini akan membantumu untuk tetap konsentrasi selama mengerjakan ujian.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tenang dan percaya diri. Ingatkan dirimu bahwa anda sudah siap sedia dan akan mengerjakan ujian dengan baik.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bersantailah tapi waspada. Pilihlah kursi atau tempat yang nyaman untuk mengerjakan ujian. Pastikan anda mendapatkan tempat yang cukup untuk mengerjakannya. Pertahankan posisi duduk tegak.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Preview soal-soal ujianmu dulu (bila ujian memiliki waktu tidak terbatas) Luangkan 10% dari keseluruhan waktu ujian untuk membaca soal-soal ujian secara mendalam, tandai kata-kata kunci dan putuskan berapa waktu yang diperlukan untuk menjawab masingmasing soal. Rencanakan untuk mengerjakan soal yang mudah dulu, baru soal yang tersulit. Ketika anda membaca soal-soal, catat juga ide-ide yang muncul yang akan digunakan sebagai jawaban.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jawab soal-soal ujian secara strategis. Mulai dengan menjawab pertanyaan mudah yang anda ketahui, kemudian dengan soal-soal yang memiliki nilai tertinggi. Pertanyaan terakhir yang seharusnya anda kerjakan adalah: Soal paling sulit, Yang membutuhkan waktu lama untuk menulis jawabannya,  Memiliki nilai terkecil.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ketika mengerjakan soal-soal pilihan ganda, ketahuilah jawaban yang harus dipilih/ditebak. Mula-mula, abaikan jawaban yang anda ketahui salah. Tebaklah selalu suatu pilihan jawaban ketika tidak ada hukuman pengurangan nilai, atau ketika tidak ada pilihan jawaban yang dapat anda abaikan. Jangan menebak suatu pilihan jawaban ketika anda tidak mengetahui secara pasti dan ketika hukuman pengurangan nilai digunakan. Karena pilihan pertama akan jawabanmu biasanya benar, jangan menggantinya kecuali bila anda yakin akan koreksi yang anda lakukan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ketika mengerjakan soal ujian esai, pikirkan dulu jawabannya sebelum menulis. Buat kerangka jawaban singkat untuk esai dengan mencatat dulu beberapa ide yang ingin anda tulis. Kemudian nomori ide-ide tersebut untuk mengurutkan mana yang hendak anda diskusikan dulu.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ketika mengerjakan soal ujian esai, jawab langsung poin utamanya. Tulis kalimat pokokmu pada kalimat pertama. Gunakan paragraf pertama sebagai overview esaimu. Gunakan paragraf-paragraf selanjutnya untuk mendiskusikan poin-poin utama secara mendetil. Dukung poinmu dengan informasi spesifik, contoh, atau kutipan dari bacaan atau catatanmu.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sisihkan 10% waktumu untuk memeriksa ulang jawabanmu. Periksa jawabanmu; hindari keinginan untuk segera meninggalkan kelas segera setelah anda menjawab semua soal-soal ujian. Periksa lagi bahwa anda telah menyelesaikan semua pertanyaan. Baca ulang jawabanmu untuk memeriksa ejaan, struktur bahasa dan tanda baca. Untuk jawaban matematika, periksa bila ada kecerobohan (misalnya salah meletakkan desimal). Bandingkan jawaban matematik anda yang sebenarnya dengan penghitungan ringkas.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Analisa hasil ujianmu. Setiap ujian dapat membantumu dalam mempersiapkan diri untuk ujian selanjutnya. Putuskan strategi mana yang sesuai denganmu. Tentukan strategi mana yang tidak berhasil dan ubahlah. Gunakan kertas ujian sebelumnya ketika belajar untuk ujian akhir.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;sumber: Landsberger, Joe. Ten Tips for Test Taking&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2995520596496386522-1227228861700799950?l=wanvisioner.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wanvisioner.blogspot.com/feeds/1227228861700799950/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wanvisioner.blogspot.com/2009/05/10-tips-sukses-menghadapi-ujian.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2995520596496386522/posts/default/1227228861700799950'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2995520596496386522/posts/default/1227228861700799950'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wanvisioner.blogspot.com/2009/05/10-tips-sukses-menghadapi-ujian.html' title='10  tips sukses menghadapi ujian'/><author><name>Wawan Herdianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08860039703692730326</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-9lufY8ZL7oc/TZHeUlkO88I/AAAAAAAAA9M/QuBdc_8ybKU/s220/wawan%2Btrustco.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_kRyEIb9dYf0/Sggp9StFZII/AAAAAAAAAaY/ddr0ZTDIRz4/s72-c/10+Tips.gif' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2995520596496386522.post-2309362842381242324</id><published>2009-05-08T20:34:00.000-07:00</published><updated>2009-10-14T05:46:01.334-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kepemimpinan'/><title type='text'>Kepemimpinan</title><content type='html'>&lt;blockquote&gt;Gay Hendrick, Ph.D. dan Kate Ludeman, Ph.D. adalah konsultan manajemen senior. Keduanya mengadakan sebuah penelitian dari 800-an manajer perusahaan yang mereka tangani selama 25 tahun. Kesimpulan mereka adalah “Hasil interview kami menunjukkan, pemimpin-pemimpin yang berhasil membawa perusahaannya ke puncak kesuksesan biasanya adalah orang-orang yang memiliki integritas, terbuka, mampu menerima kritik, rendah hati, mampu memahami orang lain dengan baik, terinspirasi oleh visi, mengenal dirinya sendiri dengan baik, memiliki spiritualitas yang nondogmatis, selalu mengupayakan yang terbaik bagi diri mereka sendiri maupun bagi orang lain. Para pemimpin yang sukses lebih mengamalkan nilai-nilai ruhaniah ketimbang orang lain”&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Setiap manusia pada dasarnya adalah sebagai Khalifatullah dimuka bumi sekaligus sebagai Abdillah maknannya adalah sebagai pemimpin, memimpin dirinya sendiri dan orang-orang lain di sekitarnya untuk mencapai tujuan bersama dalam mencari ridho &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Allah SWT&lt;/span&gt;. Memimpin yang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;rahmatan lill alamin&lt;/span&gt; berarti membangun sebuah tim yang dapat secara efektif dan efisien meraih sasaran yang tepat yang bermanfaat bagi dirinya dan bagi sekitarnya. Karena sesungguhnya setiap orang, tidak peduli siapapun dia, selalu terlibat atau melibatkan diri dalam pembangunan suatu tim atau suatu jaringan kerja sama yang berdasar atas asas kekeluargaan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(At Tawwun)&lt;/span&gt;. Manusia diciptakan untuk menjadi pemain tim dan dirancang untuk berfungsi dalam jaringan dan hubungan saling ketergantungan dengan orang lain. (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;interdependence&lt;/span&gt; – dalam istilah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Stephen Covey&lt;/span&gt;, penulis &lt;a href="http://wanvisioner.blogspot.com/2009/05/download-free-ebooks.html"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;The 7 Habits of Highly Effective People&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam bahasa Inggris &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;TEAM&lt;/span&gt; berarti &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Together Everyone Achieve More&lt;/span&gt; – &lt;span style="font-style: italic;"&gt;One for All and All for One&lt;/span&gt; dengan bekerja sama setiap orang dapat memperoleh hasil yang lebih baik daripada dikerjakannya sendiri. Konsep membangun sebuah tim maknanya terletak pada sebuah kata: &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;sinergi&lt;/span&gt;. Kata sinergi berasal dari bahasa Yunani &lt;span style="font-style: italic;"&gt;sunergos&lt;/span&gt; artinya bekerja bersama; dari akar kata &lt;span style="font-style: italic;"&gt;sun&lt;/span&gt; (=bersama) dan&lt;span style="font-style: italic;"&gt; ergon&lt;/span&gt; (=bekerja). Secara jelas konsep sinergi didefinisikan sebagai &lt;span style="font-style: italic;"&gt;interaksi dari dua individu atau lebih sehingga menghasilkan kombinasi kekuatan yang melebihi penjumlahan tenaga seluruh individu secara sendiri-sendiri&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fungsi seorang pemimpin adalah membangun sebuah tim yang dapat menghasilkan sinergi. Apa yang kita bicarakan ini berkaitan dengan misteri atau keajaiban yang sulit dipahami yang sering disebut dengan sinkronisasi (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;synchronicity&lt;/span&gt;). Artinya suatu momen ketika keseluruhan tim bergerak sebagai satu kesatuan, semua energi tim berdenyut dalam kesatuan, dalam kesearahan, dan harmonis mengalir tak terbendung ke arah sasaran atau tujuan bersama. Konsep ini berarti bahwa setiap individu dalam tim yang memberikan kontribusi terhadap penciptaan sinergi untuk mencapai tujuan bersama adalah seorang pemimpin. Inilah merupakan paradigma baru dalam kepemimpinan, yang berbeda dengan konsep kepemimpinan konvensional yang selalu memandang dalam perspektif pemimpin -- pengikut (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;leader –followers&lt;/span&gt;). Dalam konsep ini setiap anggota tim memiliki peran dan fungsi yang berbeda, sehingga tidak ada &lt;span style="font-style: italic;"&gt;superioritas – subordinasi&lt;/span&gt; yang membentuk pola hubungan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;patron – client&lt;/span&gt;: elite dan rakyat, atasan – bawahan, orang-tua – anak , ulama – umat, dan sebagainya. Inilah makna diantaranya dengan keyakianan kita bahwa setiap manusia adalah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Khalifatulllah&lt;/span&gt; yang hanya mengabdi kepada Allah SWT dan bertanggung jawab atas semua tindakannya sesuai dengan fungsi dan perannya kepada Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kunci dari terciptanya sinergi pada suatu tim adalah kemampuan setiap individu anggota tim tersebut. Sehingga untuk meningkatkan kinerja (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;performance&lt;/span&gt;) suatu tim tidak terlepas dari upaya mengoptimalkan dan meningkatkan kinerja individu. Kinerja individu sebagai &lt;span style="font-style: italic;"&gt;khalifahtullah&lt;/span&gt; sekaligus sebagai abdillah dituntut memiliki ahklak mulia yang ditandai oleh nilai-nilai ukhuwah yang siddiq, amanah, tabligh dan fatanah. Disinilah pentingnya Manajemen Diri untuk meningkatkan dan mengoptimalkan potensi dan kemampuan setiap individu dalam tim yang pada gilirannya dapat meningkatkan performance tim untuk mencapai sasaran dengan lebih cepat, efisien dan efektif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berangkat dari dasar pemikiran di atas, maka konsep kepemimpinan organisasi dalam manajemen diri adalah tentang bagaimana setiap kita dapat mengoptimalkan potensi diri dan kemampuan berinteraksi dengan orang lain (terutama dengan individu sesama anggota tim) sehingga kita mampu memberikan kontribusi yang signifikan bagi terciptanya sinergi untuk mencapai sasaran tim bersama-sama. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kepemimpinan lebih diartikan sebagai kemampuan untuk memimpin dan mengelola diri&lt;/span&gt; (manajemen diri) sehingga dapat memberi kontribusi bagi penciptaan sinergi untuk mencapai tujuan atau sasaran tim. Sedangkan tim diartikan sebagai apapun wadah dua orang atau lebih bekerja bersama-sama atau dalam satu kebersamaan untuk mencapai sasaran atau tujuan bersama. Tim dalam hal ini bisa juga berarti keluarga, kelas, klub olah raga, kantor pemerintah, perusahaan, &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;organisasi sosial&lt;/span&gt;, partai politik, bahkan sebuah masyarakat atau bangsa.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2995520596496386522-2309362842381242324?l=wanvisioner.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wanvisioner.blogspot.com/feeds/2309362842381242324/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wanvisioner.blogspot.com/2009/05/kepemimpinan.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2995520596496386522/posts/default/2309362842381242324'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2995520596496386522/posts/default/2309362842381242324'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wanvisioner.blogspot.com/2009/05/kepemimpinan.html' title='Kepemimpinan'/><author><name>Wawan Herdianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08860039703692730326</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-9lufY8ZL7oc/TZHeUlkO88I/AAAAAAAAA9M/QuBdc_8ybKU/s220/wawan%2Btrustco.png'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2995520596496386522.post-5394814858388985228</id><published>2009-05-05T06:41:00.000-07:00</published><updated>2010-03-02T19:05:29.680-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Team Building'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manajemen Organisasi'/><title type='text'>Evaluasi Kinerja Tim : voice</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_kRyEIb9dYf0/SgBDeTcqjXI/AAAAAAAAAZA/HmwN_FD-UBk/s1600-h/voice+wanvisioner.gif" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5332336146702306674" src="http://2.bp.blogspot.com/_kRyEIb9dYf0/SgBDeTcqjXI/AAAAAAAAAZA/HmwN_FD-UBk/s320/voice+wanvisioner.gif" style="cursor: pointer; float: left; height: 149px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 149px;" /&gt;&lt;/a&gt;Untuk membangun kepemimpinan berdasarkan tim (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;teamwork-based leadership&lt;/span&gt;) yang efektif diperlukan lima hal pokok (ingredients) yang dapat dijadikan acuan untuk menilai atau mengevaluasi kinerja (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;performance&lt;/span&gt;) sebuah tim yaitu &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;V.O.I.C.E.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: red; font-weight: bold;"&gt;Vision&lt;/span&gt; (visi atau sasaran yang disepakati oleh seluruh anggota tim atau lebih jelas dikatakan sebagai shared vision). Setiap anggota tim mengetahui dan memahami secara jelas sasaran yang ingin dicapai timnya. Ini adalah &lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;rahasia pertama konsep manajemen yang ditulis oleh &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kenneth Blanchard&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Spencer Johnson &lt;/span&gt;dalam buku mereka yang sangat terkenal, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;The One Minute Manager&lt;/span&gt;. Bayangkan sebuah permainan sepak bola tanpa ada gawangnya. Ini akan membuat seluruh pemain frustrasi dan bergerak tanpa tujuan. Vision ini dalam organisasi tertuang dalam Definisi dan nilai-nilai serta prinsip organisasi tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: red; font-weight: bold;"&gt;Optimizing&lt;/span&gt; (mengoptimalkan kemampuan individu dalam tim). Ini berarti melengkapi setiap anggota tim dengan kemampuan untuk mengenali potensi dirinya, kemampuan untuk mendayagunakannya, serta kemampuan untuk belajar guna meningkatkan potensi dirinya secara terus menerus. Pendeknya, kepemimpinan berarti menginspirasi, memotivasi dan menumbuhkan antusiasme kepada diri sendiri atau sesama anggota tim untuk mengoptimalkan kemampuannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: red; font-weight: bold;"&gt;Integrity&lt;/span&gt;. Setiap anggota tim apalagi yang merasa dirinya pemimpin harus mampu menunjukkan integritas sehingga tercipta rasa saling percaya dan saling menghargai dalam tim yang pada gilirannya dapat menciptakan sinergi positif untuk mencapai sasaran secara lebih cepat dan efisien. Integritas adalah sifat yang dapat dipercaya, selalu menepati janji, jujur, memiliki komitmen yang tinggi terhadap tugas atau terhadap apapun yang telah disepakatinya, serta memiliki karakter yang baik dan solid. Integritas berarti satunya kata dan perbuatan, serta senantiasa konsisten dengan apa yang diyakininya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: red; font-weight: bold;"&gt;Communication&lt;/span&gt;. Dalam hal ini komunikasi berarti interaksi antar individu anggota tim sehingga tercipta sinergi kelompok. Setiap anggota tim harus dapat mengerti dan memahami anggota yang lainnya. Inilah yang disebut&lt;span style="font-style: italic;"&gt; Covey&lt;/span&gt; (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;7 Habits of Highly Effective People&lt;/span&gt;, &lt;a href="http://wanvisioner.blogspot.com/2009/05/download-free-ebooks.html"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;klik disini&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; untuk mendownload bukunya) dengan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;komunikasi empatetik atau Berusaha untuk Mengerti Sebelum Dimengerti&lt;/span&gt;. Kunci dasar kemenangan sebuah tim adalah pada kelancaran komunikasi diantara anggota tim. Betapa banyak perceraian atau krisis rumah tangga, kegagalan proyek, perselisihan atau krisis yang dihadapi suatu organisasi hanya karena tidak adanya atau buruknya komunikasi diantara individu di dalamnya. Demikian pula perpecahan yang sering terjadi dalam tubuh organisasi adalah masalah komunikasi yang kurang transparan sehingga menghasilkan konflik. Komunikasi berarti menciptakan irama dan getaran harmonisasi yang melingkupi seluruh anggota tim, mengalir dan membawa seluruh anggota tim ke arah tujuan dan sasaran bersama. Karenannya setiap kita memperoleh informasi sekecil apapun kita seharusnya sudah membudayakan ajaran atau petunjuk agama untuk tabayun. Tidak cepat percaya. Percaya itu baik tetapi check kebenarnnya itu lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: red; font-weight: bold;"&gt;Empowering&lt;/span&gt;. Ini berarti bahwa setiap anggota tim harus memberdayakan satu sama lain, saling mengisi, saling memberi inspirasi dan saling membangun antusiasme di antara mereka. Seorang pemimpin dalam tim harus memiliki kemampuan untuk memberdayakan anggota timnya. Memberdayakan anggota tim memiliki tiga aspek penting, yaitu: pertama, membantu seseorang untuk menggali dan menemukan potensi diri dan hal-hal terbaik dalam diri mereka, serta membantu mereka menjadi apa yang terbaik bagi diri mereka (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;finding the best&lt;/span&gt;). Kedua, membantu untuk melakukan penyempurnaan diri secara terus menerus (lifetime improvements), dan ketiga membantu mereka dalam berinteraksi dengan orang lain (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;networking&lt;/span&gt;).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kelima unsur pokok tersebut dapat tercipta kepemimpinan yang didasarkan tim (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;teamwork-based leadership&lt;/span&gt;). Hal ini berarti bahwa kita semua perlu melakukan manajemen diri yang sebaik-baiknya untuk menjadi seorang pemimpin dalam bidang apapun dan sekaligus menjadi anggota tim (entah itu keluarga kita, kantor tempat kita bekerja, lingkungan masyarakat tempat kita tinggal, dan sebagainya) yang efektif sehingga dapat menumbuhkan sinergi untuk mencapai sasaran bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu unsur utama dalam manageman diri ini adalah &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;disiplin diri&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain performance yang diukur melalui indikator VOICE diperlukan dan setelah kita memahami kemampuan kita akan management diri dan disiplin diri maka diperlukan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;kreativitas &lt;/span&gt;yang tinggi untuk mengasilkan kerja tim yang optimal. Kita semua dilahirkan dengan potensi kreatifitas. Salah satu ciri yang membedakan manusia dengan ciptaan Tuhan yang lain adalah kreatifitas kita atau kemampuan kita mencipta. Hal ini merupakan sifat hakiki kita sebagai manusia dan merupakan bagian dari siapa kita. Kreatifitas merupakan instink kita yang terbawa sejak lahir, bahwa sesungguhnya alam telah mengajarkan kita untuk menjadi kreatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita dapat menciptakan banyak hal dari sumber daya yang terbatas dengan melakukan proses kreatifitas. Kreatifitas berasal dari kata dasar kreatif yang memiliki akar kata to create yang artinya mencipta. Inilah sesungguhnya Kuasa yang diberikan oleh Tuhan (ingat bahwa &lt;span style="font-style: italic;"&gt;we are given the authority to use the Power of God&lt;/span&gt; – sebagai &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Khalifatullah&lt;/span&gt; kita diberikan wewenang untuk menggunakan Kuasa Tuhan). Inilah yang membedakan manusia dengan ciptaan Tuhan yang lainnya. Kita diberi kemampuan untuk mencipta, termasuk menciptakan realitas baru dalam kehidupan kita. Sehingga apapun situasi atau keterbatasan kita, kita memiliki potensi untuk menciptakan berbagai hal, termasuk keberhasilan dan kebahagiaan dalam hidup ini. Kita tidak memerlukan banyak sumberdaya untuk dapat menciptakan banyak hal yang memberi arti bagi kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu penting sekali bagi kita untuk mulai belajar mengembangkan kreatifitas dalam diri kita. Seorang anak kecil dapat membuat berbagai macam bentuk dari misalnya 50 potongan lego. Demikian halnya telah jutaan bahkan milyaran penemuan manusia yang berasal dari unsur-unsur yang terbatas atau sederhana. Penemuan roda yang berbentuk lingkaran misalnya telah menyebabkan terciptanya ribuan bahkan jutaan produk seperti mobil, kereta api, sepeda, ban berjalan, dan sebagainya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2995520596496386522-5394814858388985228?l=wanvisioner.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wanvisioner.blogspot.com/feeds/5394814858388985228/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wanvisioner.blogspot.com/2009/05/evaluasi-kinerja-tim-voice.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2995520596496386522/posts/default/5394814858388985228'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2995520596496386522/posts/default/5394814858388985228'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wanvisioner.blogspot.com/2009/05/evaluasi-kinerja-tim-voice.html' title='Evaluasi Kinerja Tim : voice'/><author><name>Wawan Herdianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08860039703692730326</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-9lufY8ZL7oc/TZHeUlkO88I/AAAAAAAAA9M/QuBdc_8ybKU/s220/wawan%2Btrustco.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_kRyEIb9dYf0/SgBDeTcqjXI/AAAAAAAAAZA/HmwN_FD-UBk/s72-c/voice+wanvisioner.gif' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2995520596496386522.post-2063653005683726040</id><published>2009-05-03T20:35:00.000-07:00</published><updated>2010-03-02T19:06:47.144-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Download free e-books'/><title type='text'>Download Free ebooks</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_kRyEIb9dYf0/Sf5jcVKKUnI/AAAAAAAAAYw/KUutvpYDRNM/s1600-h/free+ebook.gif" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5331808347220497010" src="http://4.bp.blogspot.com/_kRyEIb9dYf0/Sf5jcVKKUnI/AAAAAAAAAYw/KUutvpYDRNM/s320/free+ebook.gif" style="cursor: pointer; float: left; height: 149px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 149px;" /&gt;&lt;/a&gt;Buku adalah jendela pengetahuan. Dengan membaca buku, kita dapat menyerap banyak informasi, dapat berkelana ke berbagai negara, bahkan ke dunia dongeng sekalipun. Pendeknya, dengan membaca, wawasan pengetahuan kita akan semakin luas. Buku adalah sarana untuk pengembangan diri yang paling fleskibel dan murah, Anda dapat melakukannya sesuai dengan pola waktu yang Anda miliki, dapat dilakukan ketika duduk menunggu seseorang, sebelum tidur, sambil menunggu bis...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membaca sudah seharusnya menjadi bagian dari kebiasaan hidup. Karena dengannya kita akan memiliki banyak referensi dan ilmu. Dengan demikian aktivitas yang dilakukan pun menjadi lebih berkualitas karena ditunjang dengan ilmu yang memadai. Baik sahabatku, berikut ada beberapa buku yang menurut saya bagus untuk kita baca. Silahkan di download dan...SELAMAT MEMBACA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;gt;&amp;gt;. &lt;a href="http://www.box.net/shared/pgmgicnlrb" target="_blank"&gt;Sistem Belajar MURDER&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&amp;gt;&amp;gt;. &lt;a href="http://www.box.net/shared/ghhqiult7r" target="_blank"&gt;Rich Dad Poor Dad&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&amp;gt;&amp;gt;. &lt;a href="http://www.box.net/shared/fhfdabvuqo" target="_blank"&gt;The Power of Motivation 1&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&amp;gt;&amp;gt;. &lt;a href="http://www.box.net/shared/bk50n8ebvu" target="_blank"&gt;The Power of Motivation 2&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&amp;gt;&amp;gt;. &lt;a href="http://www.box.net/shared/bx7grtndyo" target="_blank"&gt;40 Ice Breakers&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&amp;gt;&amp;gt;. &lt;a href="http://www.box.net/shared/bhpsdx2mig" target="_blank"&gt;100 Tokoh Paling Berpengaruh&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&amp;gt;&amp;gt;. &lt;a href="http://www.box.net/shared/emltghyxj3" target="_blank"&gt;Membentuk Karakter Cara Islam&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&amp;gt;&amp;gt;. &lt;a href="http://www.box.net/shared/o4jk6dttfj" target="_blank"&gt;La Tahzan - Jangan Bersedih&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&amp;gt;&amp;gt;. &lt;a href="http://www.box.net/shared/0s3d8h80yq" target="_blank"&gt;7 Habits - Stephen R. Covey&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2995520596496386522-2063653005683726040?l=wanvisioner.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wanvisioner.blogspot.com/feeds/2063653005683726040/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wanvisioner.blogspot.com/2009/05/download-free-ebooks.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2995520596496386522/posts/default/2063653005683726040'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2995520596496386522/posts/default/2063653005683726040'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wanvisioner.blogspot.com/2009/05/download-free-ebooks.html' title='Download Free ebooks'/><author><name>Wawan Herdianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08860039703692730326</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-9lufY8ZL7oc/TZHeUlkO88I/AAAAAAAAA9M/QuBdc_8ybKU/s220/wawan%2Btrustco.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_kRyEIb9dYf0/Sf5jcVKKUnI/AAAAAAAAAYw/KUutvpYDRNM/s72-c/free+ebook.gif' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2995520596496386522.post-2109794799933619504</id><published>2009-02-26T05:21:00.000-08:00</published><updated>2010-03-02T19:07:22.864-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pengembangan Diri'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Motivasi'/><title type='text'>The Power of Belief</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Keyakinan akan mempengaruhi sikap hidup seseorang terhadap setiap hal yang dialaminya. Sikap kita sangat tergantung dengan keyakinan yang kita miliki. Keyakinan dapat membawa kita kepada kesuksesan dan juga dapat membawa kita ke jurang kegagalan. Tidak ada keyakinan yang benar ataupun keyakinan yang salah. Yang ada hanyalah keyakinan yang memberdayakan dan keyakinan yang tidak memberdayakan. Jika kita berpikir bahwa kita bisa, maka kita akan bisa. Sebaliknya jika &lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;kita berpikir bahwa kita tidak bisa, pikiran kita akan mencari berbagai alasan untuk mendukung argumentasi bahwa kita tidak bisa. Setiap keyakinan akan memberikan pilihan tindakan yang kita ambil. Keyakinan positif akan membawa kita lebih dekat dengan apa yang kita inginkan sedangkan keyakinan negatif akan membawa kita lebih dekat dengan apa yang tidak kita inginkan. Jadi jangan masukkan hal-hal negative kedalam pikiran kita, karena hal itu akan menentukan kesuksesan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2995520596496386522-2109794799933619504?l=wanvisioner.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wanvisioner.blogspot.com/feeds/2109794799933619504/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wanvisioner.blogspot.com/2009/02/power-of-belief.html#comment-form' title='12 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2995520596496386522/posts/default/2109794799933619504'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2995520596496386522/posts/default/2109794799933619504'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wanvisioner.blogspot.com/2009/02/power-of-belief.html' title='The Power of Belief'/><author><name>Wawan Herdianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08860039703692730326</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-9lufY8ZL7oc/TZHeUlkO88I/AAAAAAAAA9M/QuBdc_8ybKU/s220/wawan%2Btrustco.png'/></author><thr:total>12</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2995520596496386522.post-3777199282942768857</id><published>2009-02-11T01:59:00.000-08:00</published><updated>2010-03-02T19:07:47.423-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Motivasi'/><title type='text'>Sikap Mental Juara</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam hidup ini kita sering merasa bahwa dunia ini tidak adil. Seringkali segala sesuatu tidak berjalan sesuai dengan apa yang kita inginkan melainkan sesuai dengan kehidupan itu sendiri. Namun berita yang menggembirakan dan yang terpenting adalah respon apa yang kita berikan kepada kenyataan hidup ini, adalah arti kehidupan yang sebenarnya. Dunia ini seperti perlombaan yang selalu siap menentukan siap yang menang dan siapa yang kalah. Jika kita &lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;selalu memilki attitude (sikap) sebagai orang yang tidak siap bersaing dan sulit bangkit dari kegagalan, maka sebagai hasil akhirnya kita akan selalu jadi orang yang dikalahkan. Sebaliknya jika kita memilki attitude sebagai orang yang siap bersaing dan mau bangkit dari setiap kegagalan yang kita alami, tidak mudah putus asa dan tidak mudah menyerah, tidak selalu menyalahkan lingkungan dan orang lain pada kegagalan kita, maka kita akan keluar sebagai pemenang. Setidaknya kita akan menang dari sifat negatif kita sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persaingan dalam hidup adalah hal biasa dan tidak dapat dihindari. Justru dengan adanya persaingan, kita seharusnya menjadi lebih terpacu lagi untuk berbuat yang lebih baik dan mengeluarkan seluruh kemampuan kita. Jadi jangan mempermasalahkan hal-hal kecil, jangan menyalahkan lingkungan dan orang lain. Fokuslah pada solusi, bukan pada masalahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2995520596496386522-3777199282942768857?l=wanvisioner.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wanvisioner.blogspot.com/feeds/3777199282942768857/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wanvisioner.blogspot.com/2009/02/sikap-mental-juara.html#comment-form' title='37 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2995520596496386522/posts/default/3777199282942768857'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2995520596496386522/posts/default/3777199282942768857'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wanvisioner.blogspot.com/2009/02/sikap-mental-juara.html' title='Sikap Mental Juara'/><author><name>Wawan Herdianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08860039703692730326</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-9lufY8ZL7oc/TZHeUlkO88I/AAAAAAAAA9M/QuBdc_8ybKU/s220/wawan%2Btrustco.png'/></author><thr:total>37</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2995520596496386522.post-4279122585177969564</id><published>2009-01-28T06:26:00.000-08:00</published><updated>2010-03-02T19:08:20.261-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Download free e-books'/><title type='text'>Think and Grow Rich</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_kRyEIb9dYf0/SYBtSHBbfcI/AAAAAAAAAWc/gkY8KAjCJCs/s1600-h/Think+and+Grow+Rich.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5296353319677820354" src="http://2.bp.blogspot.com/_kRyEIb9dYf0/SYBtSHBbfcI/AAAAAAAAAWc/gkY8KAjCJCs/s320/Think+and+Grow+Rich.jpg" style="cursor: pointer; float: left; height: 185px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 216px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;download post&lt;/span&gt;. Think and Grow Rich dikenal sebagai "Kakek moyang buku-buku pembangkit motivasi". Inilah buku pertama yang dengan lugas dan gamblang mengulas pertanyaan yang mengusik banyak kalangan: "Bagaimana cara menjadi seorang pemenang". Napoleon Hill, penulis buku ini, mati-matian telah menggali dan mencatat jawabannya, dan kini dia termasuk salah seorang &lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;juara dunia di bidangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mahaguru ilmu sukses” ini menghabiskan banyak dana dan sebagian besar umurnya untuk mencari rumus rahasia filosofi "Hukum Kesuksesan" yang menjadi landasan penulisan buku ini, yang menyajikan intisarinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam versi asli buku Think and Grow Rich yang terbit tahun 1937, Napoleon Hill banyak memakai kisah sukses Andrew Carnegie, Thomas Edison, Henry Ford, dan tokoh-tokoh jutawan dari jamannya sebagai ilustrasi bagi prinsip-prinsip sukses yang ditulisnya. Pada versi update ini, Arthur R. Pell, Ph.D., seorang penulis, penceramah dan konsultan manajemen SDM terkemuka di Amerika yang juga editor buku fenomenal: How to Win Friends and Influence&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;People karya Dale Carnigie dengan sangat piawai merangkai berbagai anekdot yang melatari kisah keberhasilan para jutawan dan milyarder terkini, seperti Bill Gates, Mary Kay Ash, Dave Thomas, dan Sir John Templeton, dalam meraih kesuksesan finansial mereka. Agar para pembaca dari generasi sekarang dapat memahami dan mengamalkan prinsip-prinsip di dalam buku ini, semua istilah yang usang dan rumit telah diubah dan disederhanakan menjadi bahasa yang segar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Buku terlaris sepanjang masa ini telah direvisi dan isinya telah di-update dengan berbagai ide dan contoh yang paling mutakhir. Napoleon Hill (1883-1970) adalah seorang penceramah, penulis dan konsultan bisnis yang sukses. Think and Grow Rich merupakan buku terlaris sepanjang masa di bidangnya, yang telah menciptakan standar bagi buku-buku pembangkit motivasi sejenisnya. Klik &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/3327502/ThinkandGrowRich.pdf.html"&gt;&lt;span style="color: red; font-weight: bold;"&gt;DISINI&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; untuk download e-booknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2995520596496386522-4279122585177969564?l=wanvisioner.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wanvisioner.blogspot.com/feeds/4279122585177969564/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wanvisioner.blogspot.com/2009/01/think-and-grow-rich.html#comment-form' title='40 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2995520596496386522/posts/default/4279122585177969564'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2995520596496386522/posts/default/4279122585177969564'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wanvisioner.blogspot.com/2009/01/think-and-grow-rich.html' title='Think and Grow Rich'/><author><name>Wawan Herdianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08860039703692730326</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-9lufY8ZL7oc/TZHeUlkO88I/AAAAAAAAA9M/QuBdc_8ybKU/s220/wawan%2Btrustco.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_kRyEIb9dYf0/SYBtSHBbfcI/AAAAAAAAAWc/gkY8KAjCJCs/s72-c/Think+and+Grow+Rich.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>40</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2995520596496386522.post-8943462332228323448</id><published>2009-01-26T07:10:00.000-08:00</published><updated>2010-03-02T19:08:48.112-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wanvisioner News'/><title type='text'>Cincin Matahari untuk Lampung</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_kRyEIb9dYf0/SX3Vv8xfviI/AAAAAAAAAWM/AVkoG7Xao10/s1600-h/Gerhana+Matahari+2009.JPG" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5295623756601867810" src="http://2.bp.blogspot.com/_kRyEIb9dYf0/SX3Vv8xfviI/AAAAAAAAAWM/AVkoG7Xao10/s320/Gerhana+Matahari+2009.JPG" style="cursor: pointer; float: left; height: 214px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_kRyEIb9dYf0/SX3V9GurAqI/AAAAAAAAAWU/rJKw7hKYq5Q/s1600-h/Gerhana+Matahari+2009+%282%29.JPG" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5295623982612677282" src="http://3.bp.blogspot.com/_kRyEIb9dYf0/SX3V9GurAqI/AAAAAAAAAWU/rJKw7hKYq5Q/s320/Gerhana+Matahari+2009+%282%29.JPG" style="cursor: pointer; float: left; height: 214px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Salah satu kebesaran Allah kembali ditunjukkan di Bumi Lampung tercinta. Hari ini 26 Januari 2009, antara Pukul 15.00 s.d. 17.30 WIB, Gerhana Matahari Cincin melintasi Sang Bumi ruwa Jurai, Alhamdulillah saudara saya &lt;a href="http://www.anggiaribowo.blogspot.com/"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Anggi Aribowo&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; dan beberapa &lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;rekan berhasil mengabadi kannya.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Dari lantai tiga kantor, diambil dengan Kamera Nikon D 80, beberapa moment berhasil direkam. Semoga bermanfaat. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Foto&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;atas&lt;/span&gt; : Jam 16.00 WIB, masih berbentuk cakram. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Foto bawah&lt;/span&gt; : Jam 17.00 WIB, Sempurna Berbentuk cincin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2995520596496386522-8943462332228323448?l=wanvisioner.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wanvisioner.blogspot.com/feeds/8943462332228323448/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wanvisioner.blogspot.com/2009/01/cincin-matahari-untuk-lampung.html#comment-form' title='25 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2995520596496386522/posts/default/8943462332228323448'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2995520596496386522/posts/default/8943462332228323448'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wanvisioner.blogspot.com/2009/01/cincin-matahari-untuk-lampung.html' title='Cincin Matahari untuk Lampung'/><author><name>Wawan Herdianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08860039703692730326</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-9lufY8ZL7oc/TZHeUlkO88I/AAAAAAAAA9M/QuBdc_8ybKU/s220/wawan%2Btrustco.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_kRyEIb9dYf0/SX3Vv8xfviI/AAAAAAAAAWM/AVkoG7Xao10/s72-c/Gerhana+Matahari+2009.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>25</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2995520596496386522.post-3823681747467243304</id><published>2009-01-21T01:30:00.000-08:00</published><updated>2010-03-02T19:09:15.710-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Motivasi'/><title type='text'>Perubahan 1 Derajat</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_kRyEIb9dYf0/SXb-xjrteGI/AAAAAAAAAVs/d3DmWeVzsZc/s1600-h/1.JPG" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5293698539366217826" src="http://4.bp.blogspot.com/_kRyEIb9dYf0/SXb-xjrteGI/AAAAAAAAAVs/d3DmWeVzsZc/s320/1.JPG" style="cursor: pointer; float: left; height: 192px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 168px;" /&gt;&lt;/a&gt;Perubahan 1 derajat mungkin tidak akan terlihat saat awal perubahan. Namun semakin panjang garis yang ditarik, maka akan semakin besar penyimpangan terjadi. Dari hitungan matematika, dalam satu meter bisa terjadi penyimpangan sebesar 1,7 cm. Untuk 10 meter akan terjadi penyimpangan sebesar 17 cm. Untuk 100 meter akan terjadi penyimpangan 170 cm (1,7 meter). Untuk jarak 1 km, akan terjadi penyimpangan sebesar 17 meter. Ini hanya dari perubahan 1 derajat saja. Bagaimana jika 2 derajat?&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Masihkah kita mengabaikan perubahan yang terjadi pada diri kita? Mungkin perubahan kecil, tetapi dalam waktu lama akan memberikan pengaruh besar dalam hidup Anda. Saat ini, Anda sedang mengarah ke suatu kehidupan tertentu. Perubahan kecil hari ini terhadap arah hidup Anda, puluhan tahun ke depan akan memberikan pengaruh besar dalam hidup Anda. Tergantung, apakah perubahan arah ke arah yang lebih negatif atau positif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masihkan mengabaikan perubahan? Lalu bagaimana mengubah diri ke arah yang positif? Mulailah dari perubahan pikiran. Perubahan pikiran akan membawa perubahan tindakan. Perubahan tindakan akan membawa perubahan hasil. Buatlah perubahan positif saat ini. Sumber : &lt;a href="http://www.motivasi-islami.com/"&gt;www.motivasi-islami.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2995520596496386522-3823681747467243304?l=wanvisioner.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wanvisioner.blogspot.com/feeds/3823681747467243304/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wanvisioner.blogspot.com/2009/01/perubahan-1-derajat.html#comment-form' title='29 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2995520596496386522/posts/default/3823681747467243304'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2995520596496386522/posts/default/3823681747467243304'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wanvisioner.blogspot.com/2009/01/perubahan-1-derajat.html' title='Perubahan 1 Derajat'/><author><name>Wawan Herdianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08860039703692730326</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-9lufY8ZL7oc/TZHeUlkO88I/AAAAAAAAA9M/QuBdc_8ybKU/s220/wawan%2Btrustco.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_kRyEIb9dYf0/SXb-xjrteGI/AAAAAAAAAVs/d3DmWeVzsZc/s72-c/1.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>29</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2995520596496386522.post-7120510743426065891</id><published>2009-01-15T20:25:00.000-08:00</published><updated>2009-10-14T06:04:36.450-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manajemen Rapat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Komunikasi Efektif'/><title type='text'>MENGELOLA RAPAT EFEKTIF</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_kRyEIb9dYf0/SXApNd6QAXI/AAAAAAAAAVk/byiQOlu9C_4/s1600-h/3.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5291774873504317810" src="http://4.bp.blogspot.com/_kRyEIb9dYf0/SXApNd6QAXI/AAAAAAAAAVk/byiQOlu9C_4/s320/3.jpg" style="cursor: pointer; float: left; height: 172px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 231px;" /&gt;&lt;/a&gt;Rapat ?. Saya yakin anda pernah mendengar kata ini, atau setidaknya sekarang, saat anda membacanya. Rapat merupakan kata yang sudah familiar kita dengar, di keluarga, tim kerja, perusahaan atau organisasi dimana kita beraktifitas di dalamnya. Bahkan, beberapa di antara kita mungkin sering melakukannya. Sebagai bagian dari sarana komunikasi dalam &lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;tim, rapat memiliki peranan yang sangat penting dalam upaya membangun sinergisasi gerak, menentukan arah dan mencapai visi. Setidaknya ada beberapa alasan kenapa rapat harus dilakukan : (1) Sarana distribusi dan pertukaran informasi, (2) Menjalankan peran dan fungsi organisasi, (3) Informasi yang di dapat semua orang sama, (4) Memerlukan prespektif yang berbeda, brainstorming, (5) Untuk pemecahan masalah, kerjasama, koordinasi antar personal, tim atau bidang, serta (6) Mencari komitmen bersama terhadap suatu keputusan atau kebijakan. Untuk itu, pengelolaan rapat yang efektif menjadi salah satu factor kunci keberhasilah sebuah tim atau organisasi.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Kemampuan seorang pemimpin salah satunya dapat dilihat dari kemampuan sang pemimpin dalam memimpin suatu rapat (meeting). Kemampuan ini bias kita pelajari. Namun, hal yang sangat menentukan adalah factor pengalaman pemimpin, pengalaman berdiskusi, pengalaman hidup atau berkarya, dan tentunya kemampuan teori dan pengetahuannya. Jika seorang pemimpin atau pemimpin rapat kurang mampu mengendalikan rapat, hal hal berikut biasanya terjadi dalam rapat : Waktu rapat yang terus molor tampa batas, Siapa yang berbicara kuat ingin menguasai rapat, Ada peserta yang kalau tidak berbicara merasa sakit, Pembicaraan tidak focus, Sebaliknya, ada peserta yang hanya pasif, Ketua ingin dia yang paling benar dan tidak boleh dibantah, Rapat hanya menjadi ajang menyerang lawan atau mempertahankan pendapat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika situasi seperti di atas, dipastikan hasil rapat akan minimal. Bahkan kemungkinan yang akan terjadi adalah tidak ada solusi, implementasi lemah, rapat hanya untuk ke rapat yang lain, persepsi yang berbeda di antara peserta rapat, atau muncul perseteruan pribadi. Bagaimana cara seorang pemimpin agar mampu berkomunikasi dalam memimpin suatu rapat? Rapat dapat dikategorikan ke dalam 3 tahap yaitu : (1) Tahap persiapan, (2) Tahap Menjelang, (3) Tahap setelah rapat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1. Tahap Persiapan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum memimpin rapat, sebagai seorang pemimpin kita harus melakukan persiapan terlebih dahulu. Pada tahap ini kita dapat menentukan beberapa hal, di antaranya : Kapan dan dimana rapat akan dilakukan, Jadwal dan agenda atau tujuan rapat yang sederhana dan jelas, Mengirimkan pemberitahuan sehingga yang akan di undang rapat harus menerima pemberitahuan sebelumnya, Mempersiapkan tempat rapat dan peralatan yang dibutuhkan dengan baik, Yang terpenting memastikan bahwa para peserta rapat menyiapkan data atau informasi yang relevan dengan agenda rapat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2. Tahap Menjelang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemampuan kita sebagai seorang pemimpin mendapat ujian ketika kita mengendalikan sebuah rapat. Kemampuan itu akan terlihat dari kemampuan kita dalam hal : Kemampuan mendengar dengan aktif, Mengetahui persoalan dengan rinci, Memandu jalannya diskusi, Memotong diskusi yang tidak relevan, Mampu menerima kritik , Memantau waktu Rapat, Menyimpulkan hasil rapat dengan sederhana dan mudah dimengerti, Membuat riasalah rapat; dikerjakan oleh sekretaris atau seorang peserta rapat dalam format yang sederhana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3. Tahap Setelah Rapat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biasanya peserta rapat lupa atau kurang komitmen dengan apa yang telah dibicarakan atau telah disepakati bersama. Pekerjaan kita sebagai pemimpin adalah “mengingatkan” hasil hasil rapat dan menjamin pelaksanaan hasil rapat. Pekerjaan ini merupakan pekerjaan yang tidak mudah dan melelahkan serta membutuhkan kemauan, konsistensi, dan komitmen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menghindari hal hal di atas, sebaiknya kita melakukan hal hal berikut : 1) Membagikan hasil rapat secara tertulis, 2) Membuat rencana tindakan sederhana dalam suatu lembar (sheet) yang terdiri atas : pekerjaan/aktivitas yang disepakati, oleh siapa, jadwalnya dan status dari kegiatan tersebut (who, to do what, when, and the status), 3) Memantau semua aktivitas beserta pelaksanaan dari hasil rapat. 4) Hasil pantauan sebaikknya dibicarakan secara singkat pada rapat berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kemampuan semua ini&lt;/span&gt; akan menentukan kredibilitas kita sebagai seorang pemimpin yang dinilai baik oleh atasan, sesame (peers) dan bawahan. Banyak teori atau pendapat mengenai bagaimana cara memimpin rapat secara produktif dan efisien terutama dalam implementasinya. Menurut pengalaman saya, salah satu factor keberhasilan rapat adalah jika para peserta mempunyai kemampuan dan paradigma bahasa berfikir (language of thinking). Language of thinking ini dibuat oleh Edward de Bono terutama dalam teori yang dia kembangkan seperti six thinking dan parallel thinking.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsep dasar pemikiran teori ini meliputi pengumpulan semua informasi yang relevan dengan agenda, berpikir kritis dan siap menerima kritik, melihat dan mencari peluang, mencari ide baru atau inovasi, menggunakan intuisi serta mengambil keputusan, dan menyederhanakan semua pendapat dalam suatu implementasi. Jika kita bias menguasai teori itu, waktu rapat bias sangat singkat—secara empiris menjadi lebih singkat, hanya 25% dari sebelum kita menguasai teori tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sepuluh rumus untuk melaksanakan rapat dengan sukses adalah :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Adakan rapat hanya kalau memang dibutuhkan&lt;br /&gt;Rencanakan suatu rapat dengan baik&lt;br /&gt;Siapkan dan edarkan agenda ke semua peserta rapat&lt;br /&gt;Waktu dan jadwal rapat sangat berharga&lt;br /&gt;Kendalikan rapat tersebut&lt;br /&gt;Undanglah yang paling berkompetensi dan mempunyai pengalaman&lt;br /&gt;Catat semua rekomendasi serta tugas kepada anggota&lt;br /&gt;Berikan kesimpulan rapat secara tuntas dan sederhana&lt;br /&gt;Buatlah keputusan rapat dapat diimplementasikan&lt;br /&gt;Evaluasi hasil rapat serta implementasinya secara objektif&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Salah satu ukuran kredibilitas dan kemampuan kita sebagai seorang pemimpin adalah kemampuan kita untuk merencanakan, menjalankan rapat, dan hasil implementasi rapat itu sendiri. Pada umumnya, kelemahan seorang pemimpin adalah kurang mempunyai komitmen melaksanakan keputusan rapat secara nyata. Akibatnya beban pekerjaan pemimpin menjadi semakin menumpuk karena banyak keputusan, pemecahan masalah, pengembangan, atau pencarian kesempatan selalu tertunda. (sumber : Buku “MAKE YOURSELF A LEADER, Aribowo Prijosaksono dan Ping Hartono)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Practice what you preach and get things done and you will be a leader”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2995520596496386522-7120510743426065891?l=wanvisioner.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wanvisioner.blogspot.com/feeds/7120510743426065891/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wanvisioner.blogspot.com/2009/01/mengelola-rapat-efektif_15.html#comment-form' title='18 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2995520596496386522/posts/default/7120510743426065891'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2995520596496386522/posts/default/7120510743426065891'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wanvisioner.blogspot.com/2009/01/mengelola-rapat-efektif_15.html' title='MENGELOLA RAPAT EFEKTIF'/><author><name>Wawan Herdianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08860039703692730326</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-9lufY8ZL7oc/TZHeUlkO88I/AAAAAAAAA9M/QuBdc_8ybKU/s220/wawan%2Btrustco.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_kRyEIb9dYf0/SXApNd6QAXI/AAAAAAAAAVk/byiQOlu9C_4/s72-c/3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>18</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2995520596496386522.post-8936621996461806843</id><published>2009-01-15T19:12:00.000-08:00</published><updated>2010-03-02T19:09:58.524-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Download free e-books'/><title type='text'>Rich Dad Poor Dad</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_kRyEIb9dYf0/SXAABHQkaMI/AAAAAAAAAVE/L_ENP_l7jPE/s1600-h/Rich+Dad+Poor+Dad.png" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5291729581288745154" src="http://3.bp.blogspot.com/_kRyEIb9dYf0/SXAABHQkaMI/AAAAAAAAAVE/L_ENP_l7jPE/s320/Rich+Dad+Poor+Dad.png" style="cursor: pointer; float: left; height: 260px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 260px;" /&gt;&lt;/a&gt;Buku ini berisi pengetahuan tentang finansial yang mudah dimengerti dengan konsep-konsep sederhana yang ditawarkan tentang hakikat uang. Buku ini juga mengubah pandangan kita tentang kemakmuran yang orang awam biasa menyebutkan dengan banyak uang. Banyak uang bukan berarti makmur, tapi orang yang bisa membuat uang dapat bekerja untuk dia adalah orang yang makmur. Tujuan yang ingin disampaikan dalam buku ini adalah "Bagaimana membuat uang bekerja untuk kita." Dalam buku ini dibedakan secara tegas antara &lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;kewajiban( liabilitas) dan asset.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Asset secara sederhana adalah sesuatu yang menaruh atau memasukkan uang ke dalam saku sedangkan liabilitas adalah sesuatu yang mengeluarkan uang dari saku.Buku ini membahas juga tentang mengapa kita harus melek belajar melek finansial dalam hal ini berarti kemampuan untuk membaca dan memahami hal-hal yang berhubungan dengan masalah finansial/keuangan dan bagaimana memandang bahwa bekerja itu adalah suatu pembelajaran dan diharapkan kita jangan bekerja untuk uang. Hambatan- hambatan yang sering dialami oleh para pebisnis juga dibahas disini yaitu ketakutan, sinisme, kemalasan kebiasaan buruk dan arogansi serta cara untuk mengatasinya. Buku ini juga mengkritisi tentang sistem pendidikan sekarang. Sistem pendidikan saat ini tidak mampu mengikuti laju perubahan global dan teknologi di dunia sekarang ini dan cenderung mengajarkan kita untuk menjadi pekerja yang baik bukan pebisnis yang handal. Penyampaian konsep-konsep finansial dalam buku ini sangat mudah dimengerti karena banyak diselingi oleh cerita-cerita.Rich Dad, Poor Dad adalah alat pendidikan untuk setiap orang yang tertarik untuk menjadikan pendidikan dan posisi finansialnya menjadi lebih baik. (sumber :&lt;a href="http://geminastika-el.tripod.com/resensi.htm"&gt;Resensi Buku&lt;/a&gt;.) e-books ini saya ambil dari &lt;span style="color: #3333ff;"&gt;www.middleastpost.com&lt;/span&gt; , bagi yang mau download bukunya silahkan klik &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/3199643/RichDadPoorDad.pdf.html"&gt;&lt;span style="color: red; font-weight: bold;"&gt;DISINI&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2995520596496386522-8936621996461806843?l=wanvisioner.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wanvisioner.blogspot.com/feeds/8936621996461806843/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wanvisioner.blogspot.com/2009/01/rich-dad-poor-dad.html#comment-form' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2995520596496386522/posts/default/8936621996461806843'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2995520596496386522/posts/default/8936621996461806843'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wanvisioner.blogspot.com/2009/01/rich-dad-poor-dad.html' title='Rich Dad Poor Dad'/><author><name>Wawan Herdianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08860039703692730326</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-9lufY8ZL7oc/TZHeUlkO88I/AAAAAAAAA9M/QuBdc_8ybKU/s220/wawan%2Btrustco.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_kRyEIb9dYf0/SXAABHQkaMI/AAAAAAAAAVE/L_ENP_l7jPE/s72-c/Rich+Dad+Poor+Dad.png' height='72' width='72'/><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2995520596496386522.post-3947220732307730317</id><published>2009-01-11T08:20:00.000-08:00</published><updated>2010-03-02T19:10:26.891-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Motivasi'/><title type='text'>Bencana dari Takut Gagal</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_kRyEIb9dYf0/SWoguowRwRI/AAAAAAAAAUk/3oWgPKXO-b8/s1600-h/takut.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5290076697886048530" src="http://4.bp.blogspot.com/_kRyEIb9dYf0/SWoguowRwRI/AAAAAAAAAUk/3oWgPKXO-b8/s320/takut.jpg" style="cursor: pointer; float: left; height: 158px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 172px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Resiko Selalu Ada&lt;/span&gt;. Setiap yang kita lakukan adalah mengandung resiko. Mulai dari memasak, ada resikonya. Coba saja kita lihat resiko dari memasak. Pertama resiko gosong, resiko tidak enak, resiko ada racunnya, resiko tidak sehat, bahkan resiko kebakaran. Lalu apakah Anda tidak akan masak? Naik angkotpun mengandung resiko. Resiko kecopetan dan resiko kecelakaan. Apakah Anda &lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;tidak akan naik angkot? Tidak karena saya punya mobil, apakah mengendarai mobil sendiri tidak ada resikonya? Bahkan jalan kakipun tetap mengandung resiko, lalu apakah Anda tidak akan keluar rumah? Memasak dan mengendarai kendaraan juga mengandung resiko, bahkan sampai resiko kehilangan nyawa. Tetapi semua orang melakukannya. Kenapa? Karena kita semua membutuhkannya, jadi dengan "terpaksa" kita melakukannya bahkan setiap hari.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ketakutan Hanya Membatasi. &lt;/span&gt;Coba bayangkan jika Anda takut dengan resiko memasak dan menaiki kendaraan. Anda akan sangat terbatasi, sulit melakukan berbagai hal yang sangat vital bagi kehidupan Anda. Begitu juga, dengan ketakutan-ketakutan yang lainnya akan membatasi Anda untuk melakukan berbagai hal yang sangat berarti bagi Anda. Orang tidak akan mau berbisnis karena takut akan gagal sehingga uangnya akan hilang, dia tidak akan mendapatkan uang dari berbisnis. Seorang penjual yang takut akan ditolak, dia tidak akan mendapatkan seorang pembeli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Napoleon Hill dalam bukunya Think and Grow Rich mengatakan: "Rasa takut ini melumpuhkan kemampuan pertimbangan akal, merusak kemampuan imajinasi, membunuh rasa percaya pada diri sendiri, merongrong antusiasme, melemahkan inisiatif, menuju ketidak pastian mengejar sasaran, mendorong kebiasaan menunda- nunda, menghapus semangat, dan membuat kontrol atas diri sendiri jadi mustahil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa takut merenggut pesona dari kepribadian seseorang, menghancurkan kemungkinan kemungkinan pemikiran yang akurat, mengalihkan konsentrasi ats upaya; rasa takut mengalahkan ketekunan, mengubah kekuatan kemauan menjadi hal yang tidak ada artinya, membinasakan ambisi, mengaburkan ingatan, dan mengundang kegagalan dalam setiap bentuk yang bisa dipikirkan; rasa takut membunuh cinta dan mematikan emosi hati yang lebih halus, menghambat persahabatan dan mengndang bencana dalam seratus bentuk, mengakibatkan orang tidak bisa tidur, mendatangkan kesengsaraan dan ketidakbahagiaan---dan semua ini terjadi walaupun ada kenyataan bahwa kita hidup dalam dunia yang penuh keberlimpahan apa saja yang diinginkan orang tanpa ada yang menghalangi kita mendaptakan apa yang kita inginkan, kecuali kurangnya tekat yang pasti."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Jangan Biarkan Rasa Takut Bersama Anda.&lt;/span&gt; Rasa takut bisa dihindari. Menjadi orang berani bisa dipelajari. Anda pun bisa, semua orang bisa, termasuk Anda. (Rahmat, &lt;a href="http://www.motivasi-islami.com/"&gt;www.motivasi-islami.com&lt;/a&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2995520596496386522-3947220732307730317?l=wanvisioner.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wanvisioner.blogspot.com/feeds/3947220732307730317/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wanvisioner.blogspot.com/2009/01/bencana-dari-takut-gagal.html#comment-form' title='13 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2995520596496386522/posts/default/3947220732307730317'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2995520596496386522/posts/default/3947220732307730317'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wanvisioner.blogspot.com/2009/01/bencana-dari-takut-gagal.html' title='Bencana dari Takut Gagal'/><author><name>Wawan Herdianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08860039703692730326</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-9lufY8ZL7oc/TZHeUlkO88I/AAAAAAAAA9M/QuBdc_8ybKU/s220/wawan%2Btrustco.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_kRyEIb9dYf0/SWoguowRwRI/AAAAAAAAAUk/3oWgPKXO-b8/s72-c/takut.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>13</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2995520596496386522.post-6978350590798891506</id><published>2009-01-11T02:23:00.000-08:00</published><updated>2010-03-02T19:11:08.395-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pengembangan Diri'/><title type='text'>Apa Target Anda ?</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Masyarakat terbiasa menyaksikan banyak orang ataupun perusahaan yang memahami secara bias antara target dan cara cara atau alat untuk mencapai target. Dan…, kesalahan terbesar adalah…, kita lebih sering mementingkan alat ketimbang target. Bahkan alat atau cara untuk mencapai target itu seringkali berubah menjadi target itu sendiri…, suatu sikap yang bias membuat kita kecewa ketika kehilangan alat alat itu. Lebih parah lagi, gara gara hal itu kita malah jadi enggan melanjutkan pekerjaan kita dan memilih untuk berhenti bekerja sama sekali. Anggaplah misalnya sebuah perusahaan mampu menghasilkan jenis barang dagangan tertentu di pasaran. Ia memiliki peluang untuk mencapai prosentase tertentu dari penjualan…&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Di hadapan perusahaan itu tersedia sarana sarana inti untuk mencapai targetnya, yaitu berbagai biro periklanan untuk mempromosikan produk produknya. Lalu karena suatu persoalan yang tak terduga (baik karena persoalan ekonomi, moneter ataupun persoalan social), perusahaan ini tidakdapat menggunakan biro biro periklanan tersebut. Apakah dengan begitu para karyawan harus berhenti bekerja? Apakah dengan kondisi seperti itu lantas mereka layak berputus asa? Atau haruskan mereka menangisi sarana sarana yang sudah mereka anggap sebagai target dalam hidup mereka itu hanya karena mereka sudah kadung terbiasa dengan sarana sarana itu? Hal inilah yang menuntut para karyawan perusahaan perusahaan itu untuk mengubah pandangan mereka. Mereka harus membenahi pemahaman mereka yang rancu antara target dan alat untuk mencapai target.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita memiliki target target yang jelas, niscaya kita maupun perusahaan kita akan berjalan bagaikan air yang mampu meresap, tidak terhenti hanya karena terhalang sebuah dinding, dan tidak akan ada rintangan yang mampu menghentikannya. Perlu kita sadari bahwa setiap peristiwa kerja dan aktivitas yang kita lakukan semata mata hanyalah merupakan sarana yang setiap saat mungkin saja berubah dan berganti ganti sesuai dengan tuntutan zaman. Oleh karena itu, sudah sepatutnya para pemimpin atau tim anda bekerja dengan target target yang jelas dan terencana agar tidak terpaku pada bagaimana memperbanyak aktivitas melainkan bagaimana mencapai target.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;Waspadalah dengan ungkapan: &lt;span style="color: #cc0000; font-weight: bold;"&gt;"Lakukan sesuatu !"&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;sebaiknya anda ganti dengan ungkapan : &lt;span style="color: #006600; font-weight: bold;"&gt;"Capailah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;&lt;span style="color: #006600; font-weight: bold;"&gt;target tertentu !"&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;&lt;span style="color: #006600; font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;Lalu stelah itu…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(1)&lt;/span&gt; Berbagai penelitian dan percobaan membuktikan bahwa sebuah tim kerja yang memiliki target yang tinggi dan masih dalam jangkauan kemampuan mereka mampu menghasilkan sesuatu lebih baik dari tim kerja yang hanya bekerja berdasarkan arahan arahan umum yang tidak terfokus. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(2)&lt;/span&gt; Pastikan selalu bahwa target target andalah  yang menjadi titik tolak dari semua kegiatan dan aktivitas anda, bukan sebaliknya kegiatan dan aktivitas anda yang justru menentukan arah dan target anda !. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(3)&lt;/span&gt; Minat dan keinginan kita memiliki pengaruh yang sangat besar dalam menentukan target target yang ingin kita raih. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(4)&lt;/span&gt; Tingkatan target yang kita bangun akan menentukan kemampuan dan keterampilan apa yang harus kita miliki. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(5)&lt;/span&gt; Arahkan selalu pandangan anda kearah target, bertolaklah dari target tersebut. Jangan arahkan pandangan anda pada berapa banyak aktivitas yang akan anda lakukan agar anda tidak terpeangkap di dalamnya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #000099; font-size: 130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;span style="color: #000099; font-size: 130%;"&gt;Tujukanlah selalu pandangan anda ke arah sasaran'&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #000099; font-size: 130%;"&gt;berangkatlah dari sana ! Jangan mengarahkannya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #000099; font-size: 130%;"&gt;pada jenis aktivitas dan perangkat yang anda&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #000099; font-size: 130%;"&gt;butuhkan agar anda tidak tersesat di jalan !&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;span style="color: #000099; font-size: 130%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Mengapa harus menentukan target?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(A)&lt;/span&gt; Dengan menentukan target, kita dapat mengukur hasil kerja kita melalui barometer barometer pengontrol untuk mengetahui berbagai penyimpangan dan mengkaji penyebab penyebabnya sekaligus melakukan koreksi. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(B)&lt;/span&gt; Melalui target seseorang dapat memuaskan keinginan keinginan beraktivitasnya sekaligus menunjukkan jati dirinya. Sebab, target target itu menawarkan berbagai tantangan yang menggairahkan semangat untuk menikmatinya. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(C)&lt;/span&gt; Sebuah target memiliki peran sebagai terminal pemberhentian di tengah perjalanan yang akan mengarahkan setiap perilaku individu atau kelompok untuk mencapainya. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(D)&lt;/span&gt; Seseorang dapat mengukur keberhasilan dengan menghitung apa yang sudah dicapainya dari target target tersebut. Dalam waktu singkat ia dapat menghasilkan sesuatu yang tidak dapat dihasilkan orang lain dengan waktu yang sama. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(E)&lt;/span&gt; Melalui target yang ditentukannya seseorang dapat mengantisipasi masalah yang mungkin akan muncul di kemudian hari sekaligus memikirkan solusi yang dapat untuk mengatasinya. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(F)&lt;/span&gt; Target target yang terencana merupakan petunjuk jalan bagi seorang yang akan memudahkannya dalam memilih alternative terbaik, sekaligus membantu memberdayakan potensi yang dimilikinya secara terarah di atas jalan tersebut. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(G)&lt;/span&gt; Sebuah target yang telah ditentukan seseorang akan mendorongnya untuk melakukan pekerjaan dengan baik. Sebab, ia memiliki ukuran yang jelas untuk dievaluasi dan perangkat yang kuat untuk mengontrol setiap tindakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(H)&lt;/span&gt; Dengan menentukan target, kita dapat berkonsentrasi di lapangan praktek pada hasil yang akan kita capai, bukan pada sarana dan jenis kegiatan. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(I)&lt;/span&gt; Target yang jelas akan memudahkan pemegang otoritas dalam mendelegasikan berbagai tugas sebagaimana ia pun sangat membantu dalam mengkoordinasikan antara misi dan pekerjaan. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(J)&lt;/span&gt; Sebuah target yang jelas mampu memompa semangat seseorang, membuat akalnya senantiasa sadar, menggerakkan motivasi dan melahirkan gagasan gagasan cemerlang untuk mewujudkan segala keinginannya. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(K)&lt;/span&gt; Berfikir untuk mencapai target. Hal inilah yang memberikan kekuatan kepada kita untuk keluar dari perasaan aman aman saja menuju arena pembaharuan. Hal ini pula yang mendorong kita untuk melakukan sesuatu selain yang biasa kita lakukan. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(Sumber : Buku Kiat Sukses Menyusun Target, M. Ahmad Abdul Jawwad)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2995520596496386522-6978350590798891506?l=wanvisioner.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wanvisioner.blogspot.com/feeds/6978350590798891506/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wanvisioner.blogspot.com/2009/01/masyarakat-terbiasa-menyaksikan-banyak.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2995520596496386522/posts/default/6978350590798891506'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2995520596496386522/posts/default/6978350590798891506'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wanvisioner.blogspot.com/2009/01/masyarakat-terbiasa-menyaksikan-banyak.html' title='Apa Target Anda ?'/><author><name>Wawan Herdianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08860039703692730326</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-9lufY8ZL7oc/TZHeUlkO88I/AAAAAAAAA9M/QuBdc_8ybKU/s220/wawan%2Btrustco.png'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2995520596496386522.post-4527856218663560951</id><published>2009-01-05T22:20:00.000-08:00</published><updated>2010-03-02T19:11:32.046-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Download free e-books'/><title type='text'>Download Buku  "The Seven Habits..."</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_kRyEIb9dYf0/SWL_94zmWcI/AAAAAAAAATk/e7X0ZojKYMM/s1600-h/7+habits+of+highly+effective+people+8th+habit.JPG" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5288070351172295106" src="http://2.bp.blogspot.com/_kRyEIb9dYf0/SWL_94zmWcI/AAAAAAAAATk/e7X0ZojKYMM/s320/7+habits+of+highly+effective+people+8th+habit.JPG" style="cursor: pointer; float: left; height: 251px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 176px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;The Seven Habits of Highly Effective People&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;, diterbitkan pertama kali 1989, adalah sebuah buku pengembangan diri yang di tulis oleh &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Stephen R. Covey&lt;/span&gt;. Sejak diterbitkan buku ini telah terjual lebih dari 15 juta kopi dalam 38 bahasa, pada saat diluncurkan pada edisi anniversary ke 15 tahun 2004. Buku ini mencatat ada 7 prinsip pada kebiasaan yang diharapkan bias membantu seseorang mencapai efektifitas saling ketergantungan dengan benar. Covey berpendapat, hal ini dicapai dengan menyelaraskan dirinya dengan apa yang ia sebut sebagai prinsip etika kharakter “true north”, yang tidak seperti nilai nilai, ia percaya prinsip ini universal dan tak terbatas waktu.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Buku tersebut sangat popular, dan mendorongnya untuk menjadi pembicara di berbagai seminar dan workshop serta memberinya banyak keuntungan. Ia juga menulis beberapa buku berikutnya, seperti &lt;span style="font-style: italic;"&gt;The Power of  The 7 Habits : Applications and Insights; Seven Habits of Highly Effective Families; dan Beyond The Seven Habits&lt;/span&gt;. Buku sekuel The Seven Habits adalah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;The 8th Habits: From Effectiveness to Greatness&lt;/span&gt; yang diterbitkan tahun 2004. (dari wikipedia.com)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Edisi Ringkasan padat ini disadur dari tulisan Michael Gray, kemudian diterbitkan oleh MGI-Personal-echanced Public Project dengan harapan agar pembaca bias tetap menyerap prinsip atau pokok pemikiran dari buku &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;The Seven Habits of Highly Effective People&lt;/span&gt;, tampa harus mengorbankan waktu dan konsentrasi pada rutinitas sehari hari. Buku ini telah terbukti menjadi inspirasi berbagai pemimpin organisasi atau pemerintahan dunia. Amat disayangkan seandainya kita melupakan prinsip prinsip positifnya. Juga bagi generasi baru yang tidak memiliki cukup perhatian terhadap buku itu, bias terbangkitkan minatnya. (mgi) . Klik &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/3111900/7-habits-summary-Vind1.pdf.html"&gt;&lt;span style="color: #cc0000; font-weight: bold;"&gt;di sini&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; untuk mendownload. Untuk baca artikel sebelumnya mengenai Seven Habits klik &lt;a href="http://wanvisioner.blogspot.com/2009/01/7-habits-of-highly-effective-people-8th.html"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;di sini&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2995520596496386522-4527856218663560951?l=wanvisioner.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wanvisioner.blogspot.com/feeds/4527856218663560951/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wanvisioner.blogspot.com/2009/01/download-buku-ringkasan-padat-seven.html#comment-form' title='20 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2995520596496386522/posts/default/4527856218663560951'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2995520596496386522/posts/default/4527856218663560951'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wanvisioner.blogspot.com/2009/01/download-buku-ringkasan-padat-seven.html' title='Download Buku  &quot;The Seven Habits...&quot;'/><author><name>Wawan Herdianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08860039703692730326</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-9lufY8ZL7oc/TZHeUlkO88I/AAAAAAAAA9M/QuBdc_8ybKU/s220/wawan%2Btrustco.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_kRyEIb9dYf0/SWL_94zmWcI/AAAAAAAAATk/e7X0ZojKYMM/s72-c/7+habits+of+highly+effective+people+8th+habit.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>20</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2995520596496386522.post-2756111004210532823</id><published>2009-01-05T07:15:00.000-08:00</published><updated>2010-03-02T19:12:13.763-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pengembangan Diri'/><title type='text'>Susah Cari Inspirasi?</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_kRyEIb9dYf0/SWImwhnpSvI/AAAAAAAAATc/AXk9rGdRhag/s1600-h/images.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5287831527586614002" src="http://4.bp.blogspot.com/_kRyEIb9dYf0/SWImwhnpSvI/AAAAAAAAATc/AXk9rGdRhag/s320/images.jpg" style="cursor: pointer; float: left; height: 162px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 186px;" /&gt;&lt;/a&gt;Dari manakah datangnya inspirasi? Apakah harus menyepi dipantai? Aapakah harus membaca koran tertentu? Sebenarnya inspirasi ada di mana-mana. Anda bisa mendapatkan inspirasi dari apa pun dan dari peristiwa apa pun, jika Anda pandai mengambil hikmah. Namun dari semua itu, inspirasi terbaik dan terkuat ada di dalam diri sendiri. Apa itu? Apakah Anda memilikinya?&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Inspirasi dari diri Anda itu ialah visi yang kuat. Atau istilah bahasa Inggrisnya ialah Powerful Vision. Sebuah visi yang bisa menggerakan kita untuk mengambil apapun tindakan yang diperlukan untuk mewujudkan visi tersebut. Sudahkah Anda memiliki visi seperti ini? Tanpa memiliki visi yang kuat, tanpa sadar kita menyia-nyiakan hidup kita. Padahal memiliki visi masa depan diperintahkan oleh Allah melalui ayat berikut ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS. Al Hasyr:18)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, kita tidak akan mendapatkan inspirasi yang berarti jika visi kita lemah. Kita harus memiliki visi yang sangat kuat, yang memberikan dorongan besar sehingga kita mau melakukan apa pun yang diperlukan. Visi yang sangat pantas untuk diperjuangkan, sesuai dengan nilai-nilai yang kita anut, dan merupakan keinginan terdalam kita setelah bertemu Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, saat Anda membangun visi, Anda harus bisa menggali apa yang menjadi keinginan terdalam Anda. Sesuai dengan nilai yang Anda anut, sehingga Anda harus mengenal dengan sadar apa nilai yang Anda anut. Visi yang layak untuk diperjuangkan, visi yang benar-benar berarti, untuk diri sendiri dunia akhirat dan juga bagi orang lain, bahkan untuk dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teknis lebih detail cara membangun visi bisa Anda baca pada ebook Beautiful Mind, dan dengarkan panduannya dari Audio. Melalui program audio ini, Anda akan dipandu secara langsung bagaimana membangun visi, seolah Anda sedang mengikuti pelatihan secara langsung. Anda bisa mendapatkannya &lt;a href="http://www.beautiful-mind-power.info/"&gt;di sini&lt;/a&gt;. (Rahmat, &lt;a href="http://www.motivasi-islami.com/artikel/motivasi-artikel/motivasi-diri/susah-cari-inspirasi/"&gt;www.motivasi-islami.com&lt;/a&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2995520596496386522-2756111004210532823?l=wanvisioner.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wanvisioner.blogspot.com/feeds/2756111004210532823/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wanvisioner.blogspot.com/2009/01/susah-cari-inspirasi.html#comment-form' title='11 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2995520596496386522/posts/default/2756111004210532823'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2995520596496386522/posts/default/2756111004210532823'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wanvisioner.blogspot.com/2009/01/susah-cari-inspirasi.html' title='Susah Cari Inspirasi?'/><author><name>Wawan Herdianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08860039703692730326</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-9lufY8ZL7oc/TZHeUlkO88I/AAAAAAAAA9M/QuBdc_8ybKU/s220/wawan%2Btrustco.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_kRyEIb9dYf0/SWImwhnpSvI/AAAAAAAAATc/AXk9rGdRhag/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>11</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2995520596496386522.post-8618892003182764623</id><published>2009-01-05T06:50:00.000-08:00</published><updated>2010-03-02T19:12:49.677-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Character Building'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pengembangan Diri'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Download free e-books'/><title type='text'>Membentuk Karakter Cara Islam</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_kRyEIb9dYf0/SWIidRWaEtI/AAAAAAAAATM/Pbb5CV1rI3U/s1600-h/Membentuk+Karakter+Cara+Islam.JPG" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5287826798755320530" src="http://4.bp.blogspot.com/_kRyEIb9dYf0/SWIidRWaEtI/AAAAAAAAATM/Pbb5CV1rI3U/s320/Membentuk+Karakter+Cara+Islam.JPG" style="cursor: pointer; float: left; height: 203px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 149px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;blockquote&gt;Judul Buku        : Membentuk Karakter Cara Islam&lt;br /&gt;Penulis               : M. Anis Matta&lt;br /&gt;Penerbit             : Al-I’tishom Cahaya Umat, Jakarta&lt;br /&gt;Tahun                 : 2002&lt;br /&gt;Ukuran Buku      : 90 hal; 12,5 cm x 19 cm&lt;br /&gt;ISBN                   : 979-3071-11-7&lt;br /&gt;Edisi Cetakan      : Cetakan ketiga, Mei 2003&lt;br /&gt;Perangkum     : pustaka hanan&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Anda pernah mendengar kata “split personality”? atau kepribadian yang terpecah? Maka semua itu berhubungan dengan proses pembentukan karakter seorang manusia. Karakter yang ada di dalam dirinya. Maka buku ini akan menjelaskan hal-hal yang berkaitan dengan karakter manusia dan proses pembentukannya, serta langkah-langkah apa yang harus dilakukan untuk membentuk karakter cara islam. &lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Krisis Moral dan Kepribadian &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita hidup dalam sebuah dunia yang gelap, dimana setiap orang meraba-raba, namun tidak menemukan denyut nurani, tidak merasakan sentuhan kasih, dan tidak melihat sorot mata persahabatan yang tulus, dalam hal ini masyarakat mungkin mengalami krisis moral. Krisis moral dapat ditandai oleh dua gejala yaitu tirani dan keterasingan. Tirani merupakan gejala dari rusaknya perilaku sosial, sedangkan keterasingan menandai rusaknya hubungan sosial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyebab terjadinya krisis moral adalah :&lt;br /&gt;1. Adanya penyimpangan pemikiran dalam sejarah pemikiran manusia yang menyebabkan paradoks antarnilai, misalnya etika dan estetika&lt;br /&gt;2. Hilangnya model kepribadian yang integral, yang memadukan kesalihan dengan kesuksesan, kebaikan dengan kekuatan, dan seterusnya&lt;br /&gt;3. Munculnya antagonisme dalam pendidikan moral&lt;br /&gt;4. Lemahnya peranan lembaga sosial yang menjadi basis pendidikan moral&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Krisis moral ini menimbulkan begitu banyak ketidakseimbangan di dalam masyarakat yang tentunya tidak membuat masyarakat bahagia. Maka solusi yang sangat tepat bagi masalah ini hanya satu yaitu : Kembali menempuh jalan Allah, kembali kepada jalan islam. “Maka, barangsiapa mengikuti petunjuk-Ku, niscaya tidak ada kekhawatiran atas mereka, dan tidak pula mereka bersedih hati.” (QS. Al-Baqarah : 38)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Akhlak Dalam Semua Sisi Kehidupan &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhlak adalah nilai pemikiran yang telah menjadi sikap mental yang mengakar dalam jiwa, lalu tampak dalam bentuk tindakan dan perilaku yang bersifat tetap, natural, dan refleks. Jadi, jika nilai islam mencakup semua sektor kehidupan manusia, maka perintah beramal shalih pun mencakup semua sektor kehidupan manusia itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;Akhlak = Iman + Amal Shalih &lt;/center&gt;&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka akhlak Laa Ilaaha Illallaah sebagai kumpulan nilai kebenaran, kebaikan, dan keindahan memasuki individu manusia dan merekonstruksi visi, membangun mentalitas, serta membentuk akhlak dan karakternya. Demikianlah, Laa Ilaaha Illallaah sebagai kumpulan nilai kebenaran, kebaikan, dan keindahan memasuki masyarakat manusia dan mereformasi sistem, serta membangun budaya dan mengembangkan peradabannya.&lt;br /&gt;Walaupun islam merinci satuan akhlak terpuji, namun dengan pengamatan mendalam, kita menemukan satuan tersebut sesungguhnya mengakar pada induk karakter tertentu. Sedangkan akhlak tercela seperti penyakit syubhat dan syahwat, sama bersumber dari kelemahan akal dan jiwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pembentukan prilaku &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktor-faktor pembentuk perilaku antara lain :&lt;br /&gt;Faktor internal :&lt;br /&gt;1. Instink biologis, seperti lapar, dorongan makan yang berlebihan dan berlangsung lama akan menimbulkan sifat rakus, maka sifat itu akan menjadi perilaku tetapnya, dan seterusnya&lt;br /&gt;2. Kebutuhan psikologis, seperti rasa aman, penghargaan, penerimaan, dan aktualisasi diri&lt;br /&gt;3. Kebutuhan pemikiran, yaitu akumulasi informasi yang membentuk cara berfikir seseorang seperti mitos, agama, dan sebagainya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktor eksternal&lt;br /&gt;1. Lingkungan keluarga&lt;br /&gt;2. Lingkungan sosial&lt;br /&gt;3. Lingkungan pendidikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam membagi akhlak menjadi dua yaitu :&lt;br /&gt;1. fitriyah, yaitu sifat bawaan yang melekat dalam fitrah seseorang yang dengannya ia diciptakan, baik sifat fisik maupun jiwa.&lt;br /&gt;2. Muktasabah, yaitu sifat yang sebelumnya tidak ada namun diperoleh melalui lingkungan alam dan sosial, pendidikan, pelatihan, dan pengalaman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Proses pembelajaran &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam konsep Islam, karakter tidak sekali terbentuk, lalu tertutup, tetapi terbuka bagi semua bentuk perbaikan, pengembangan, dan penyempurnaan, sebab sumber karakter perolehan ada dan bersifat tetap. Karenanya orang yang membawa sifat kasar bisa memperoleh sifat lembut, setelah melalui mekanisme latihan. Namun, sumber karakter itu hanya bisa bekerja efektif jika kesiapan dasar seseorang berpadu dengan kemauan kuat untuk berubah dan berkembang, dan latihan yang sistematis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tahapan perkembangan perilaku &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahap I (0 – 10 tahun)&lt;br /&gt;Perilaku lahiriyah, metode pengembangannya adalah pengarahan, pembiasaan, keteladanan, penguatan (imbalan) dan pelemahan (hukuman), indoktrinasi&lt;br /&gt;Tahap II ( 11 – 15 tahun)&lt;br /&gt;Perilaku kesadaran, metode pengambangannya adalah penanaman nilai melalui dialog, pembimbingan, dan pelibatan&lt;br /&gt;Tahap III ( 15 tahun ke atas)&lt;br /&gt;Kontrol internal atas perilaku, metode pengembangannya adalah perumusan visi dan misi hidup, dan penguatan tanggung jawab kepada Allah swt&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ambivalensi Kejiwaan Manusia &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ambivalensi adalah dua garis jiwa yang berbeda bahkan berlawanan, namun saling berhadapan. Fungsinya :&lt;br /&gt;1. Merekatkan sisi-sisi kepribadian manusia tetap utuh&lt;br /&gt;2. Memperluas wilayah kepribadian manusia dengan tetap menjaga pusat keseimbangannya&lt;br /&gt;3. Menjaga dinamika perkembangan jiwa manusia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seseorang akan memiliki tingkat kesehatan mental yang baik, jika garis jiwa yang ambivalen berjalan dan bergerak secara harmonis, seakan simfoni indah orkestra handal. Maka langkah yang harus ditempuh agar simfoni tersebut mengalun indah dan harmonis adalah :&lt;br /&gt;1. Atur posisi dan komposisi garis jiwa itu secara benar, dan hilangkan semua kecenderungan jiwa yang salah&lt;br /&gt;2. Berikan atau tentukan arah kecenderungan jiwa secara benar dan natural.&lt;br /&gt;3. Lihat ekspresinya dalam bentuk sikap dan perilaku kesehariannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Garis jiwa yang ambivalen ada dalam diri manusia sejak ia lahir sampai ia mati, melekat, dan mewarnai semua sisi kehidupannya. Walaupun demikian, tetap ada perbedaan mendasar tentang objek dan alasan yang melahirkan garis jiwa menjadi perilaku, pada tahapan usia yang berbeda pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pembentukan Kepribadian &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepribadian terbentuk setelah melalui proses :&lt;br /&gt;1. Adanya nilai yang diserap seseorang dari berbagai sumber, mungkin agama, ideologi, dan sebagainya&lt;br /&gt;2. Nilai membentuk pola pikir seseorang yang secara keseluruhan ke luar dalam bentuk rumusan visinya&lt;br /&gt;3. Visi turun ke wilayah hati dan membentuk suasana jiwa yang secara keseluruhan keluar dalam bentuk mentalitas&lt;br /&gt;4. Mentalitas mengalir memasuki wilayah fisik dan melahirkan tindakan yang secara keseluruhan disebut sikap&lt;br /&gt;5. Sikap yang dominan dalam diri seseorang secara kumulatif mencitrai dirinya adalah kepribadian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tiga langkah merubah karakter &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Terapi kognitif&lt;br /&gt;Cara yang paling efektif untuk memperbaiki karakter dan mengembangkannya adalah dengan memperbaiki cara berfikir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah :&lt;br /&gt;Pengosongan, berarti mengosongkan benak kita dari berbagai bentuk pemikiran yang salah, menyimpang, tidak berdasar, baik dari segi agama maupun akal yang lurus&lt;br /&gt;Pengisian, berarti mengisi kembali benak kita dengan nilai-nilai baru dari sumber keagamaan kita, yang membentuk kesadaran baru, logika baru, arah baru, dan lensa baru dalam cara memandang berbagai masalah&lt;br /&gt;Kontrol, berarti kita harus mengontrol pikiran-pikiran baru yang melintas dalam benak kita, sebelum berkembang menjadi gagasan yang utuh&lt;br /&gt;Doa, berarti bahwa kita mengharapkan unsur pencerahan Ilahi dalam cara berfikir kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Terapi mental&lt;br /&gt;Warna perasaan kita adalah cermin bagi tindakan kita. Tindakan yang harmonis akan mengukir lahir dari warna perasaan yang kuat dan harmonis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah :&lt;br /&gt;Pengarahan, berarti perasaan-perasaan kita harus diberi arah yang jelas, yaitu arah yang akan menentukan motifnya. Setiap perasaan haruslah mempunyai alasan lahir yang jelas. Itu hanya mungkin jika perasaan dikaitkan secara kuat dengan pikiran kita&lt;br /&gt;Penguatan, berarti kita harus menemukan sejumlah sumber tertentu yang akan menguatkan perasaan itu dalam jiwa kita. Ini secara langsung terkait dengan unsur keyakinan, kemauan, dan tekad yang dalam yang memenuhi jiwa, sebelum kita melakukan suatu tindakan.&lt;br /&gt;Kontrol, berarti kita harus memunculkan kekuatan tertentu dalam diri yang berfungsi mengendalikan semua warna perasaan diri kita&lt;br /&gt;Doa, berarti kita mengharapkan adanya dorongan Ilahiyah yang berfungsi membantu semua proses pengarahan, penguatan, dan pengendalian bagi mental kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Perbaikan fisik&lt;br /&gt;Sebagaimana ahli kesehatan mengatakan bahwa dasar-dasar kesehatan itu tercipta melalui perpaduan yang baik antara tiga unsur :&lt;br /&gt;1. Gizi makanan yang baik dan mencukupi kebutuhan&lt;br /&gt;2. Olahraga yang teratur dalam kadar yang cukup&lt;br /&gt;3. Istirahat yang cukup dan memenuhi kebutuhan relaksasi tubuh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadist riwayat Imam Ahmad :&lt;br /&gt;Rasulullah berkata, “Inginkah kalian kuberitahu tentang siapa dari kalian yang paling kucintai dan akan duduk di majelis terdekat denganku di hari kiamat?”&lt;br /&gt;Kemudian Rasul mengulanginya sampai tiga kali, dan sahabat menjawab “Iya, ya rasulullah !” Lalu rasul bersabda, “Orang yang paling baik akhlaknya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Silahkan klik &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/3112103/RingkasanMembentukKarakterCaraIslam.pdf.html"&gt;&lt;span style="color: red; font-weight: bold;"&gt;di sini&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; untuk download e books nya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2995520596496386522-8618892003182764623?l=wanvisioner.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wanvisioner.blogspot.com/feeds/8618892003182764623/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wanvisioner.blogspot.com/2009/01/membentuk-karakter-cara-islam.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2995520596496386522/posts/default/8618892003182764623'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2995520596496386522/posts/default/8618892003182764623'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wanvisioner.blogspot.com/2009/01/membentuk-karakter-cara-islam.html' title='Membentuk Karakter Cara Islam'/><author><name>Wawan Herdianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08860039703692730326</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-9lufY8ZL7oc/TZHeUlkO88I/AAAAAAAAA9M/QuBdc_8ybKU/s220/wawan%2Btrustco.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_kRyEIb9dYf0/SWIidRWaEtI/AAAAAAAAATM/Pbb5CV1rI3U/s72-c/Membentuk+Karakter+Cara+Islam.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2995520596496386522.post-7983411097600758362</id><published>2009-01-05T02:47:00.000-08:00</published><updated>2009-10-14T06:14:27.111-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pengembangan Diri'/><title type='text'>9 CARA CEPAT GAGAL</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1. Lamban Beradaptasi dengan Perubahan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang berubah ? informasi dan teknologi. Begitu cepat perubahan informasi yang lalu lalang disekitar kita, lihatlah betapa banyak surat kabar yang terbit setiap hari, persatuan waktu informasi senantiasa berganti. Maka sangat pasti kegagalan kita adalah disaat kita tidak memahami informasi yang berkembang saat ini. Mereka yang sukses umumnya adalah mereka yang mampu memadukan berbagai informasi dan menjadikannya data untuk perencanaan aksi di masa datang. Demikian pula teknologi, era abad 21 telah banyak Negara mencanangkan untuk mengembangkan IT (Information Technology) sebagai upaya memperpendek waktu dan jarak dengan berbagai klien di berbagai kawasan dunia. E- commerce dan e- learning menjadi salah satu contoh produk yang mulai diminati berbagai kalangan saat ini. Dengan technologi waktu dan jarak menjadi pendek namun memberikan keuntungan yang maximum. &lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Contoh mudah terkait dengan perkembangan teknologi adalah munculnya berbagai produk digital yang mulai dipasarkan dengan kemampuan bervariasi dan harga kompetitif. Sebuah lokasi perdagangan berbagai produk teknologi yang kita kenal diantaranya Mangga Dua atau Glodok memberikan pelajaran berarti tentang perkembangan berbagai produk digital ini. Kita bisa lihat di setiap bulan senantiasa ada saja produk baru yang dipasarkan dengan berbagai kualitas dan kemampuan. Tidak hanya informasi dan teknologi, melainkan keterampilan dan masalah. Masalah berkembang cepat, tanpa diimbangi dengan penemuan solusi, sehingga masalah lama bertahan dan muncul masalah baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2. KALAH BERSAING&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Era globalisasi merupakan era pembukaaan jalur-jalur lalulintas produk dan tenaga untuk menerima dan mengirim apa yang dimiliki Negaranya ke berbagai Negara di seluruh belahan dunia. Dengan kata yang sederhana, dapat saja Negara Jepang mengirim tenaga ahlinya untuk meneliti, mengeksplorasi dan memanfaatkan sumberdaya Negara Indonesia untuk kepentingan Negara tersebut atau keduabelah pihak. Hal ini adalah lumrah mengingat ada keuntungan yang diperoleh dari aktifitas tersebut. Namun yang perlu kita cermati adalah era globalisasi merupakan era persaingan yang begitu ketat antar berbagai Negara, tidak hanya persaingan terjadi antara dua Negara melainkan banyak Negara. Hendaknya menjadi acuan bagi siapa saja agar dapat suvive di zaman seperti ini, segera mengupgrade diri pada sisi pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki, sebab jika tidak maka muncullah mental pesuruh dinegaranya sendiri, dan hanya bisa melihat negaranya habis digrogoti oleh orang-orag cerdas kiriman Negara lain. Kita akan gagal jika tidak mampu bersaing dengan siapapun, dimanapun dan kapanpun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3. Tidak Kreatif&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kreatifitas merupakan kemampuan seseorang dalam memecahkan berbagai masalah, menemukan ide baru. Kreatifitas merupakan sebuah tindakan mengoptimalkan fungsi otak. Namun kreatif bukan saja dalam bentuk ide dan gagasan melainkan hasil karya dan manfaat yang berbeda dari sebelumnya. Kreatifitas pada dasarnya merupakan karunia dari Allah SWT kepada setiap manusia, yakni kemampuan mencipta (daya cipta) dan berkreasi. Namun ternyata tidak semua orang mengoptimalkannya. Kejenuhan, kebosanan adalah kewajaran bagi seseorang. Hal inilah yang menuntut kita untuk kreatif menemukan model baru bagi produk kita, rendahnya kemampuan kreatifitas kita berdampak rendahnya keuntungan kita atau bahkan hilangnya pelanggan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;4. Tidak Cepat Meraih Peluang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hikmah mengatakan, kesempatan datang hanya sekali, dan tak kan pernah kembali untuk yang kedua kalinya. Kecepatan seseorang mengambil peluang tak lepas dari kemampuannya mengoptimalkan seluruh potensi yang allah berikan untuk kehidupan. Sejauhmana seseorang membuka kedua telinga, mata dan hatinya, ditambah dengan kemampuannya untuk �take action' saat melihat sebuah kebaikan atau keuntungan baginya. Terkadang keraguan menjadi penghalang besar bagi seseorang untuk bertindak, atau lepasnya peluang kesempatan dikarenakan terlalu lama berfikir sehingga lambat mengambil keputusan karena dukungan informasi yang rendah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;5. No Action&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tindakan adalah buah dari keyakinan dan pemahaman. Banyak diantara kita pandai memberikan ide dan gagasan tetapi berhenti pada tataran imajenasi, sedangkan masyarakat akan mengetahui sejauhmana manfaat yang ditimbulkan apabila ide dan gagasan berubah menjadi karya. Untuk merubah ide menjadi karya tidak lain dengan bertindak, berbuat, beraksi. Banyak orang mau kesuksesan, keuntungan , kebahagiaan dan keberhasilan, tetapi mereka hanya mengkhayalkan semua itu. Takkan berhasil seseorang meraih apa yangdiinginkan jika tak ada tindakan, atau tindakan yang dilakukan tak ada perubahan, melakukan hal yang sama tetapi menginginkan hasil berbeda�.impossible !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;6. Malas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah kata yang terdiri dari lima huruf. Yang senantiasa menghinggapi diri kita jika kita lemah semangat, rendah informasi dan tak memiliki sahabat yang memiliki energy positif. Malas juga dikarenakan tek memiliki orientasi tujuan yang jelas dalam setiap amal perbuatan. Sangat mungkin seseorang malas karena rendahnya keyakinan dan pemahaman seseorang akan dampak yang terjadi dikemudian hari. Kemalasan juga didukung oleh rendahnya kemauan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;7. Tidak mampu membangun tim positif&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita telah memahami bahwa semangat terkadang naik, suatu saat mengalami penurunan. Bersifat fluktuatif, tidak stabil sangat bertergantung pada lingkungan seseorang dimana dia berada. Hikmah mengatakan, seseorang itu tergantung dari dengan siapa ia berteman, maka jika ia berteman dengan penjual minyak wangi, ia ikut bau wangi, dan jika seseorang berteman dengan perokok maka penyakitnya lebih parah dari sang perokok. Ketidakmampuan seseorang membangun pertemanan, persahabatan atau tim kerja dengan orang � orang bernilai positif (dalam arti memiliki visi, pemahaman dan keyakinan yang sama) maka sangat mungkin kita mudah terpengaruh melakukan hal positif pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;8. Penyakitan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyakitan, hal ini terkait dengan rendahnya kualitas fisik seseorang. Fisik kita bergantung dengan sejauhmana suplai makanan yang masuk kedalam tubuh kita dan perawatan tubuh kita serta frekuensi latihan bagi tubuh kita. Fisik kita juga bergantung sejauhmana kemampuan mengatasi penyakit yang masuk kedalam diri kita. Seseorang hendaknya memiliki fisik yang berkriteria sehat (jarang sakit), bugar (seluruh organnya berfungsi dengan baik), kuat (mampu memikul beban), dan lincah (mampu bergerak cepat). Penyakitan membuat seseorang sulit bergerak, lamban. Akhirnya sedikit yang ia dapatkan.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;9. Negative Thinking&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecerdasan seseorang takkan membuahkan hasil terhadap peluang dan kesempatan yang ada jika pikiran dan hatinya dipenuhi dengan buruk sangka (negative thinking). Hal ini pula yang menyebabkan seseorang ragu bertindak dan berbuat. Mereka yang negative thinking cenderung mengatakan� takut kalau�. Masa sih� ah nanti jadi�. Banyak diantara kita menyurutkan langkah dan berdiam diri dikarenakan pikiran kita yang dipenuhi keragu-raguan akan peluang yang ada didepan kita. Banyak kasus telah membuktikan seseorang tidak meraih apa yang diinginkan karena keraguan yang dimilikinya. Semakin tinggi negative thinking seseorang berbanding lurus dengan keraguan dan rendahnya tindakan yang berdampak pada ketidakberhasilan..Buyung Ristyono ST, &lt;a href="http://www.trustco.or.id/9%20cara.htm"&gt;www.trustco.co.id&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2995520596496386522-7983411097600758362?l=wanvisioner.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wanvisioner.blogspot.com/feeds/7983411097600758362/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wanvisioner.blogspot.com/2009/01/1.html#comment-form' title='7 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2995520596496386522/posts/default/7983411097600758362'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2995520596496386522/posts/default/7983411097600758362'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wanvisioner.blogspot.com/2009/01/1.html' title='9 CARA CEPAT GAGAL'/><author><name>Wawan Herdianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08860039703692730326</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-9lufY8ZL7oc/TZHeUlkO88I/AAAAAAAAA9M/QuBdc_8ybKU/s220/wawan%2Btrustco.png'/></author><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2995520596496386522.post-5260194541008228616</id><published>2009-01-04T07:53:00.000-08:00</published><updated>2010-03-02T19:13:54.458-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pengembangan Diri'/><title type='text'>Belajar Dari Apa yang ada disekitar Kita</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_kRyEIb9dYf0/SWDfNChHFbI/AAAAAAAAASk/vsEKutcPg60/s1600-h/bersama+pak+buyung.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5287471377640002994" src="http://2.bp.blogspot.com/_kRyEIb9dYf0/SWDfNChHFbI/AAAAAAAAASk/vsEKutcPg60/s320/bersama+pak+buyung.jpg" style="cursor: pointer; float: left; height: 143px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 215px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kita harus senantiasa bersyukur kepada Allah yang telah menciptakan kita dengan bentuk yang sebaik baiknya, memberikan kita perangkat terbaik. baik softwere maupun hardwere yang dapat kita gunakan untuk mempelajari apa saja yang ada disekitar kita, menganalisisnya dan menjadikannya sesuatu yang bermanfaat bagi kehidupan. Melalui apa yang kita lihat, melalui apa yang kita dengar, melalui apa yang kita rasakan, melalui apa yang kita lakukan semuanya pada dasarnya adalah pelajaran berharga jika kita sejenak mau memikirkannya. Sungguh banyak sekali di sekitar kita sarana untuk belajar, perilaku orang disekitar kita, cara mereka memandang, mengatakan sesuatu, serta cara mereka menjalani kehidupan semuanya bisa kita pelajari. Ambil sisi baiknya, olah dalam pikiran kita dan jadikan ia sesuatu yang berharga. Jadikan ia bahan untuk menghasilkan sesuatu yang lebih baik, sesuatu yang lebih dahsyat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2995520596496386522-5260194541008228616?l=wanvisioner.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wanvisioner.blogspot.com/feeds/5260194541008228616/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wanvisioner.blogspot.com/2009/01/belajar-dari-apa-yang-ada-disekitar.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2995520596496386522/posts/default/5260194541008228616'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2995520596496386522/posts/default/5260194541008228616'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wanvisioner.blogspot.com/2009/01/belajar-dari-apa-yang-ada-disekitar.html' title='Belajar Dari Apa yang ada disekitar Kita'/><author><name>Wawan Herdianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08860039703692730326</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-9lufY8ZL7oc/TZHeUlkO88I/AAAAAAAAA9M/QuBdc_8ybKU/s220/wawan%2Btrustco.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_kRyEIb9dYf0/SWDfNChHFbI/AAAAAAAAASk/vsEKutcPg60/s72-c/bersama+pak+buyung.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2995520596496386522.post-7607936651077890583</id><published>2009-01-04T07:45:00.000-08:00</published><updated>2009-10-14T06:16:12.218-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dakwah Kampus'/><title type='text'>Mari bertanya FSLDK mau kemana?</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_kRyEIb9dYf0/SWDa1NharuI/AAAAAAAAASc/wesoXo1PFn4/s1600-h/paniang.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5287466570230705890" src="http://1.bp.blogspot.com/_kRyEIb9dYf0/SWDa1NharuI/AAAAAAAAASc/wesoXo1PFn4/s320/paniang.jpg" style="cursor: pointer; float: left; height: 118px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 134px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;blockquote&gt;Agar tahu, ke mana arah menuju. Tapi, usah bertanya lagi mau ke mana. Sebab kita terlanjur jauh punya cita-cita yang bukan hanya besar. Melebihi harapan dan keinginan. Saatnya menatap cakrawala nan jauh, sebelum matahari berlutut di kaki pagi. Menggamit makna-makna di belakang hari-hari&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;Sahabat. Pertanyaan mau ke mana FLSDK, itu sah-sah saja. Muncul selalu setiap tahunnya. berulang dan terus berulang. Bahkan dalam tahun yang sama, terlontar berkali kali. Ketidaktahuan arah menuju, membuat kita tidak akan sampai di mana-mana. Sasaran yang kabur dan tidak jelas, membuat kita berjalan dalam gelap. Meraba makna dalam tanya, mungkin saja tindakan tepat. Mencari jawab dalam diskusi, mungkin saja solusi.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi ada yang perlu kita cermati. Bukankah dakwah kita sudah jelas? Dakwah kita adalah suatu yang jelas, bahkan lebih jelas dari matahari. Dakwah kita begitu tinggi, lebih tinggi dari gunung yang menjulang. Dakwah kita begitu luas, lebih luas dari lautan samudaera. Dan dengan segala kelebihan dan kesempurnaan itu, telah bergulir dari masa ke masanya. Telah melaju begitu kencangnya. Hampir-hampir saja kita tercecer atau terpental dari orbital pergerakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dakwah kampus dengan seluruh komponen pendukungnya--ADK, LDK dan FSLDK--peran dan fungsi begitu berarti. Keberadaannya mempunyai daya dobarak yang tidak sedikit. ADK adalah moral force, agent of change dan iron stock. Setidaknya itu diwakili dengan trilogi dakwah kampus, da'wi, siyasi dan ilmy. Dan trilogi dakwah kampus tidak akan bertentangan dengan Tri Dharma perguruan tinggi. Bahkan ia seiring sejalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LDK tetap menjadi lembaga supplyer terbesar ADK. Peran kaderisasi, syiar islami dan komptensi bisa ditumpangkan. Dengan segala potensi dan daya ungkit yang dimiliki LDK, memungkinkan sekali untuk memberikan nuansa Islamisasi Kampus secara bertahap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara FSLDK punya tugas utama untuk AKSELERASI pertumbuhan dan perkembangan LDK. Kampus yang belum ada ADK agar mengalami peningkatan secara kualitas dan kuantitas. Sehingga FSLDK harus punya daya jelajah yang tinggi untuk menembus gerbang-gerbang kampus. Terjun ke hati-hati mahasiswa. Menyelami masing-masingnya, agar mereka juga bergelimang dalam indahnya islam. Apalagi dalam nuansa persaudaraan dan pesona UKHUWAH.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah tugas utama. AKSELERASI. Tapi forum yang begitu besar--terdiri dari LDK-LDK--mestinya juga berkontribusi lebih terhadap kompleksitas permasalahan bangsa. Mengambil peran yang bisa dimainkan. Tapi, ingat! Jangan sampai tertipu dengan bumbu. Aksi-aksi yang kurang persiapan akan miskin dalam pemaknaan. Sehingga AKSI keummatan tidak sekedar ada. Sehingga keseluruhannya harus DINAMIS dalam PROSES, dan PRODUKTIF dalam HASIL.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makanya, Silahkan bertanya.&lt;br /&gt;Makanya, Usah bertanya lagi.&lt;br /&gt;Saatnya berprestasi. Allahu Akbar.&lt;br /&gt;(Sumber : Hasdiputra)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2995520596496386522-7607936651077890583?l=wanvisioner.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wanvisioner.blogspot.com/feeds/7607936651077890583/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wanvisioner.blogspot.com/2009/01/mari-bertanya-fsldk-mau-kemana.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2995520596496386522/posts/default/7607936651077890583'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2995520596496386522/posts/default/7607936651077890583'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wanvisioner.blogspot.com/2009/01/mari-bertanya-fsldk-mau-kemana.html' title='Mari bertanya FSLDK mau kemana?'/><author><name>Wawan Herdianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08860039703692730326</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-9lufY8ZL7oc/TZHeUlkO88I/AAAAAAAAA9M/QuBdc_8ybKU/s220/wawan%2Btrustco.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_kRyEIb9dYf0/SWDa1NharuI/AAAAAAAAASc/wesoXo1PFn4/s72-c/paniang.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2995520596496386522.post-1196679092726540738</id><published>2009-01-04T07:35:00.000-08:00</published><updated>2010-03-02T19:14:35.422-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pengembangan Diri'/><title type='text'>7 Habits of Highly Effective People &amp; The 8th Habit</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tujuh kebiasaan pembangun kemenangan dijabarkan oleh Stephen R. Covey dalam bukunnya 7 Habits of Highly Effective People, merupakan esensi perwujudan dari upaya kita untuk menjadi seseorang yang seimbang, utuh, dan kuat, serta menciptakan sebuah tim yang saling melengkapi berdasarkan rasa saling menghormati. Hal ini adalah merupakan prinsip-prinsip dari karakter pribadi.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_kRyEIb9dYf0/SWDYgU1zXBI/AAAAAAAAASU/1GhRyL0IaZM/s1600-h/7+Habits.JPG" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5287464012394748946" src="http://3.bp.blogspot.com/_kRyEIb9dYf0/SWDYgU1zXBI/AAAAAAAAASU/1GhRyL0IaZM/s320/7+Habits.JPG" style="cursor: pointer; display: block; height: 364px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 375px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Habit 1 - Proactive&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi proaktif adalah sesuatu yang lebih dari sekedar mengambil inisiatif. Proaktif berarti menyadari bahwa kita bertanggung jawab terhadap pilihan-pilihan kita dan memiliki kebebasan untuk memilih berdasarkan prinsip dan nilai, dan bukan berdasarkan suasana hati atau kondisi di sekitar kita. Orang-orang yang proaktif adalah agen-agen perubahan, dan memilih untuk tidak menjadi korban, untuk tidak menjadi reaktif; mereka memilih untuk tidak menyalahkan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Habit 2 – Start from the End&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Individu, keluarga, tim dan organisasi membentuk masa depan mereka dengan terlebih dahulu menciptakan sebuah visi mental untuk segala proyek, baik besar maupun kecil, pribadi atau antarpribadi. Mereka tidak sekedar hidup dari hari ke hari tanpa tujuan yang jelas dalam pikiran mereka. Mereka mengidentifikasi diri dan memberikan komitmen terhadap prinsip, hubungan, dan tujuan yang paling berarti bagi mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Habit 3 – Put First thing first&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendahulukan yang utama berarti mengatur aktivitas dan melaksanakannya berdasarkan prioritas-prioritas yang paling penting. Apa pun situasinya, hal itu berarti menjalani kehidupan dengan didasarkan pada prinsip-prinsip yang dirasakan paling berharga, bukan oleh agenda dan kekuatan sekitar yang mendesak saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Habit 4 – Think Win Win&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berpikir menang-menang adalah kerangka pikiran dan hati yang berusaha mencari manfaat bersama dan saling menghormati di dalam segala jenis interaksi. Berpikir menang-menang adalah berpikir dengan dasar-dasar Mentalitas Berkelimpahan yang melihat banyak peluang, dan bukan berpikir dengan Mentalitas Berkekurangan dan persaingan yang saling mematikan. Karakter ini bukanlah berpikir secara egois (menang-kalah) atau seperti martir (kalah-menang). Karakter ini adalah berpikir dengan mengacu kepada kepentingan “kita”, bukan “aku”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;Habit  5 – Effective Communication&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Effective Communication yang dimaksud adalah berkomunikasi dengan empathy; berusaha memahami dulu, baru kemudian berusaha dipahami. Jika kita mendengar dengan maksud untuk memahami orang lain, dan bukan sekedar untuk mencai celah untuk menjawab, kita bisa memulai komunikasi dan pembentukan hubungan yang sejati. Peluang-peluang untuk berbicara secara terbuka dan untuk dipahami kemudian akan datang secara lebih alamiah dan mudah. Berusaha untuk memahami memerlukan pertimbangan matang; berusaha untuk dipahami memerlukan keberanian. Efektivitas terletak pada menyeimbangkan atau menggabungkan keduanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Habit  6 – Synergy&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sinergi adalah alternatif ketiga – bukan cara saya, cara Anda, tetapi sebuah cara ketiga yang lebih baik daripada apa yang bisa kita capai sendiri-sendiri. Sinergi merupakan buah dari sikap menghormati, menghargai, dan bahkan merayakan adanya perbedaan di antara orang-orang. Sinergi bersangkut paut dengan upaya untuk memecahkan masalah, meraih peluang dan menyelesaikan perbedaan. Ini seperti kerja sama kreatif di mana 1 + 1 = 3, 11, 111, … atau lebih banyak lagi. Sinergi juga merupakan kunci keberhasilan dari tim atau hubungan efektif mana pun. Sebuah tim yang bersinergi adalah sebuah tim yang saling melengkapi, di mana tim itu diatur sedemikian rupa sehingga kekuatan dari para anggotanya bisa saling menutupi kelemahan-kelemahannya. Dengan cara ini kita mengoptimalkan kekuatan, bekerja dengan kekuatan tersebut, dan membuat kelemahan dari masing-masing orang menjadi tidak relevan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Habit 7 – Sharpen the Saw&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengasah gergaji berkenaan dengan upaya kita untuk memperbarui diri secara terus-menerus pada empat bidang dasar kehidupan: fisik, sosial/emosional, mental, dan spiritual. Ini adalah karakter yang meningkatkan kapasitas kita untuk menjalankan semua kebiasaan lain yang akan meningkatkan efektivitas kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga kebiasaan pertama (Proactive, Start form the End, Put First thing First) akan meningkatkan rasa percaya diri secara signifikan yang berujung kepada kemenangan pribadi (Private Victory). Ketiga karakter berikutnya (Think Win-win, Effective Communication, Sinergy) akan memperbaiki dan membina kembali hubungan tim menjadi lebih solid, lebih kreatif dan mencapai kemenangan publik (Public Victory). Kebiasaan ketujuh, jika dihayati secara mendalam, akan memperbarui enam kebiasaan yang pertama dan akan membuat kita benar-benar mandiri dan mampu untuk saling tergantung secara efektif. Karakter ini memperbarui integritas dan rasa aman seseorang yang berasal dari kedalaman dirinya sendiri (Karakter 1, 2 dan 3) dan memperbarui semangat maupun karakter untuk membentuk tim yang saling melengkapi (Karakter 4, 5 dan 6).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;The 8th Habit&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 2005, Stephen R. Covey menambah karakter ke delapan sebagai dimensi baru dalam mewujudkan pemahaman mengenai pribadi yang utuh. Karakter kedelapan memberi pola pikir dan perangkat keahlian untuk secara terus menerus menggali potensi yang ada di dalam diri manusia melalui semua peran dalam 4 Peran Kepemimpinan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Panutan&lt;/span&gt; atau menyajikan keteladanan (individu, tim). Menjadi panutan mengilhami timbulnya kepercayaan tanpa memintanya. Jika orang hidup dengan prinsip-prinsip yang diwujudkan dalam karakter ke-8, kepercayaan, pengikat kehidupan ini, akan tumbuh dengan subur. Kepercayaan akan muncul kalau kita memang layak dipercaya. Secara singkat, mejadi panutan menghasilkan kewibawaan moral pribadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Perintis&lt;/span&gt;. Merintis jalan menciptakan keteraturan tanpa perlu memaksakannya. Hal ini berarti bahwa jika orang mengaitkan identitas mereka dan terlibat dalam pembuata keputusan-keputusan strategis, khususnya mengenai nilai-nilai yang dipegang serta tujuan-tujuan prioritas tertinggi, mereka akan mengalami keterkaitan emosional. Manajemen dan motivasi merupakan urusan di dalam diri. Orang tidak perlu lagi diatur-atur dan dimotivasi dari luar. Merintis jalan menghasilkan kewibawaan moral visioner.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Penyelaras&lt;/span&gt;. Menyelaraskan struktur, sistem, dan proses merupakan perwujudan dari upaya untuk memupuk organisasi dan semangat kepercayaan, visi, dan pemberdayaan. Menyeleraskan menghasilkan kewibawaan moral yang dilembagakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pemberdaya&lt;/span&gt;. Memberdayakan adalah buah dari ketiga peran yang lain – menjadi panutan, merintis jalan, dan menyelaraskan. Peran ini membebaskan potensi manusia tanpa memerlukan motivasi eksternal. Memberdayakan akan menghasilkan kewibawaan moral budaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2995520596496386522-1196679092726540738?l=wanvisioner.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wanvisioner.blogspot.com/feeds/1196679092726540738/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wanvisioner.blogspot.com/2009/01/7-habits-of-highly-effective-people-8th.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2995520596496386522/posts/default/1196679092726540738'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2995520596496386522/posts/default/1196679092726540738'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wanvisioner.blogspot.com/2009/01/7-habits-of-highly-effective-people-8th.html' title='7 Habits of Highly Effective People &amp; The 8th Habit'/><author><name>Wawan Herdianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08860039703692730326</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-9lufY8ZL7oc/TZHeUlkO88I/AAAAAAAAA9M/QuBdc_8ybKU/s220/wawan%2Btrustco.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_kRyEIb9dYf0/SWDYgU1zXBI/AAAAAAAAASU/1GhRyL0IaZM/s72-c/7+Habits.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2995520596496386522.post-6342654511568184646</id><published>2009-01-04T07:20:00.000-08:00</published><updated>2010-03-02T19:15:06.064-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Motivasi'/><title type='text'>MEMECAHKAN REKOR</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setiap orang yang berhasrat besar untuk menjadi manusia yang lebih baik perlu merenungkan kata-kata Stuart B. Johnson berikut ini: “Urusan kita dalam kehidupan ini bukanlah untuk mendahului orang lain, tetapi untuk melampaui diri kita sendiri, untuk memecahkan rekor kita sendiri, dan untuk melampaui hari kemarin dengan hari ini.”  Dalam era hiper kompetisi dewasa ini, bagaimana kita memahami kalimat yang demikian itu? Bukankah kita harus bersaing dengan orang lain, dengan siapa saja yang berusaha mengalahkan kita? Jika demikian cara berpikir kita, maka cerita yang dikirim seorang kawan berikut ini mungkin menarik untuk menjadi bahan renungan.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LOMPATAN SI BELALANG.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di suatu hutan, hiduplah seekor belalang muda yang cerdik. Belalang muda ini adalah belalang yang lompatannya paling tinggi diantara sesama belalang yang lainnya. Belalang muda ini sangat membanggakan kemampuan lompatannya ini. Sehari-harinya belalang tersebut melompat dari atas tanah ke dahan-dahan pohon yang tinggi, dan kemudian makan daun-daunan yang ada di atas pohon tersebut. Dari atas pohon tersebut belalang dapat melihat satu desa di kejauhan yang kelihatannya indah dan sejuk. Timbul satu keinginan di dalam hatinya untuk suatu saat dapat pergi kesana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari, saat yang dinantikan itu tibalah. Teman setianya, seekor burung merpati, mengajaknya untuk terbang dan pergi ke desa tersebut. Dengan semangat yang meluap-luap, kedua binatang itu pergi bersama ke desa tersebut. Setelah mendarat mereka mulai berjalan-jalan melihat keindahan desa itu. Akhirnya mereka sampai di suatu taman yang indah berpagar tinggi, yang dijaga oleh seekor anjing besar. Belalang itu bertanya kepada anjing,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''Siapakah kamu, dan apa yang kamu lakukan disini?''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''Aku adalah anjing penjaga taman ini. Aku dipilih oleh majikanku karena aku adalah anjing terbaik di desa ini,'' jawab anjing dengan sombongnya. Mendengar perkataan si anjing, panaslah hati belalang muda. Dia lalu berkata lagi ''Hmm, tidak semua binatang bisa kau kalahkan. Aku menantangmu untuk membuktikan bahwa aku bisa mengalahkanmu. Aku menantangmu untuk bertanding melompat, siapakah yang paling tinggi diantara kita''.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''Baik'', jawab si anjing. ''Di depan sana ada pagar yang tinggi. Mari kita bertanding, siapakah yang bisa melompati pagar tersebut''. Keduanya lalu berbarengan menuju ke pagar tersebut. Kesempatan pertama adalah si anjing. Setelah mengambil ancang-ancang, anjing itu lalu berlari dengan kencang, melompat, dan berhasil melompati pagar yang setinggi orang dewasa tersebut tersebut. Kesempata n berikutnya adalah si belalang muda. Dengan sekuat tenaga belalang tersebut melompat. Namun ternyata kekuatan lompatannya hanya mencapai tiga perempat tinggi pagar tersebut, dan kemudian belalang itu jatuh kembali ke tempatnya semula. Dia lalu mencoba melompat lagi dan melompat lagi, namun ternyata gagal pula. Si anjing lalu menghampiri belalang dan sambil tertawa berkata, ''Nah belalang, apa lagi yang mau kamu katakan sekarang? Kamu sudah kalah''. ''Belum'', jawab si belalang. ''Tantangan pertama tadi kamu yang menentukan. Beranikah kamu sekarang jika saya yang menentukan tantangan kedua?'' ''Apapun tantangan itu, aku siap,'' tukas si anjing. Belalang lalu berkata lagi, ''Tantangan kedua ini sederhana saja. Kita berlomba melompat di tempat. Pemenangnya akan diukur bukan dari seberapa tinggi dia melompat, dari diukur dari lompatan yang dilakukan tersebut berapa kali tinggi tubuhnya''. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anjing kembali yang mencoba pertama kali. Dari hasil lompatannya, ternyata anjing berhasil melompat setinggi empat kali tinggi tubuhnya. Berikutnya adalah giliran si belalang. Lompatan belalang hanya setinggi setengah dari lompatan anjing, namun ketinggian lompatan tersebut ternyata setara dengan empat puluh kali tinggi tubuhnya. Dan belalang pun menjadi pemenang untuk lomba yang kedua ini. Kali ini anjing menghampiri belalang dengan rasa kagum. ''Hebat. Kamu menjadi pemenang untuk perlombaan kedua ini. Tapi pemenangnya belum ada. Kita masih harus mengadakan lomba ketiga'', kata si anjing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''Tidak perlu'', jawab si belalang. ''Karena pada dasarnya pemenang dari setiap perlombaan yang kita adakan adalah mereka yang menentukan standar perlombaannya. Pada saat lomba pertama kamu yang menentukan standar perlombaannya dan kamu yang menang. Demikian pula lomba kedua saya yang menentukan, saya pula yang menang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intinya adalah, kamu dan saya mempunyai potensi dan standar yang berbeda tentang kemenangan. Adalah tidak bijaksana membandingkan potensi kita dengan yang lain. Kemenangan sejati adalah ketika dengan potensi yang kamu miliki, kamu bisa melampaui standar dirimu sendiri. Iya nggak sih?''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita sederhana di atas pernah membuat saya malu pada diri sendiri. Ketika masih berumur awal 30-an tahun, betapa sering saya membanding-bandingkan diri saya dengan orang lain. Membandingkan antara profesi saya dengan profesi si Anu, antara pendapatan saya dan pendapatan si Banu, antara mobil saya dengan mobil si Canu, antara kesuksesan saya dengan kesuksesan si Danu, dan seterusnya. Hasilnya? Ada kalanya muncul perasaan-perasaan negatif, seperti iri hati atau kecewa pada diri sendiri, yang menganiaya rasa syukur atas kehidupan. Namun kala yang lain muncul juga semacam motivasi untuk bisa lebih maju dan berusaha lebih tekun agar bisa melampaui orang lain (pesaing?).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belakangan, saya menemukan cara bersaing yang lebih cocok untuk diri sendiri. Saya mulai mengukur kemajuan saya tahun ini berdasarkan prestasi saya tahun kemarin. Saya tetapkan bahwa tahun ini saya harus lebih sehat dari tahun kemarin; pendapatan dan sumbangan tahun ini diupayakan lebih tinggi dari tahun lalu; pengetahuan yang disebarkan tahun ini ditingkatkan dari tahun silam; relasi dan tali silahturahmi juga direntangkan lebih lebar; kualitas ibadah diperdalam; perbuatan baik dipersering; dan seterusnya. Dengan cara ini, saya ternyata lebih mampu mengatasi penyakit-penyakit seperti iri hati, dengki, dan rasa kecewa pada diri. Berlomba untuk memecahkan rekor pribadi yang baru, melampaui rekor yang tercapai di masa lalu, ternyata menimbulkan keasyikan dan rasa syukur yang membahagiakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin benar kata orang bijak dulu: kemenangan sejati bukanlah kemenangan atas orang lain, melainkan kemenangan atas hawa nafsu diri sendiri. Setujukah? (Andrias Harefa, &lt;a href="http://www.pembelajar.com/wmview.php?ArtID=1319&amp;amp;page=1"&gt;www.pembelajar.com&lt;/a&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2995520596496386522-6342654511568184646?l=wanvisioner.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wanvisioner.blogspot.com/feeds/6342654511568184646/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wanvisioner.blogspot.com/2009/01/memecahkan-rekor.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2995520596496386522/posts/default/6342654511568184646'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2995520596496386522/posts/default/6342654511568184646'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wanvisioner.blogspot.com/2009/01/memecahkan-rekor.html' title='MEMECAHKAN REKOR'/><author><name>Wawan Herdianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08860039703692730326</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-9lufY8ZL7oc/TZHeUlkO88I/AAAAAAAAA9M/QuBdc_8ybKU/s220/wawan%2Btrustco.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2995520596496386522.post-1479416833814237654</id><published>2009-01-04T07:11:00.000-08:00</published><updated>2010-03-02T19:15:31.425-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pengembangan Diri'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Motivasi'/><title type='text'>SAYA MAU BERUBAH</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dikisahkan, di sebuah seminar motivasi, setelah mendengar banyak kiat-kiat dan pelajaran di sana, saatnya para peserta pulang dengan membawa kesan dan semangat yang membara untuk dipraktekkan di kehidupan mereka lebih lanjut. Di antara mereka, beberapa orang tampak mengalami kemajuan yang berarti. Mereka yang merasakan manfaat dan sangat terbantu setelah mengikuti seminar tersebut, memberitahu teman dan saudara-saudaranya bahwa seminar yang diikutinya sangat bagus dan luar biasa. Dia mulai melakukan anjuran yang diajarkan dan mengalami perubahan cara pandang dan kebiasaannya. Dikesehariaannya, dia berusaha terus menyemangati diri sendiri, aktif mengikuti kegiatan yang positif, mengarahkan seluruh perhatiannya pada usaha yang dijalankan, dan hasilnya....perubahan yang luar biasa dikehidupannya! Mengalami kemajuan dan bersyukur! &lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ada kelompok yang lain. Setelah mengikuti seminar, mereka juga tampak bersemangat, bersiap-siap untuk mengadakan perubahan, membuat rencana sedetil mungkin. Sayangnya, setelah beberapa saat, rencana yang dibuat tetaplah rencana. Blok mental karena kebiasaan yang dijalani selama ini yakni malas, menunda, tidak bisa menerima penolakan, cepat putus asa saat mengalami benturan, serta cara pandangnya yang negatif terhadap sekelilingnya menyebabkan dia kembali ke pola lama dan mulai menyalahkan keadaan disekelilingnya yang dituduh tidak mendukung dia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, saat ditanya, Anda pernah mengikuti seminar motivasi? "Oya. Saya pernah mengikutinya, seminar yang bagus, pesertanya banyak dan pembicaranya hebat tetapi apa yang diajarkan tidaklah mudah untuk dijalankan. Karena sukseskan milik orang-orang tertentu, dan sayangnya saya bukanlah orang itu." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelompok yang lain lagi. Setelah mengikuti seminar, dia pun mulai mencoba membuat perubahan. Sayangnya, upayanya tidak terlalu kuat sehingga saat orang-orang disekililingnya tidak menyukai perubahan yang dicobanya, dia pun merasa dijauhi dan tidak diterima dilingkungannya. Akhirnya, sudah bisa ditebakkan? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Pembaca yang budiman, &lt;br /&gt;Seminar sehebat apapun, teknik secanggih apapun, rumus teori seampuh apapun, selamanya tidak akan mampu merubah manusia jika manusia itu sendiri tidak mau merubah dirinya sendiri! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi saya kehidupan adalah ruang kuliah atau tempat belajar tanpa batas, bagi pembelajar sejati setiap orang bisa menjadi guru bagi dirinya sendiri, bagi pembelajar tulen cepat sekali menyerap apa yang terjadi disekelilingnya dan dengan cerdas mampu mencerna sebagai bahan belajar untuk kemajuan karier dan hidupnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi akhirnya semua kembali pada diri sendiri, bagaimana kita mengelola pikiran dan sikap mantal dalam menghadapi perubahan, sekaligus secara tegas mau berubah hingga mampu mengaktualisasikan diri sampai ke puncak kesuksesan. (Andrie Wongso, &lt;a href="http://www.pembelajar.com/wmview.php?ArtID=1314"&gt;www.pembelajar.com&lt;/a&gt;)&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2995520596496386522-1479416833814237654?l=wanvisioner.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wanvisioner.blogspot.com/feeds/1479416833814237654/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wanvisioner.blogspot.com/2009/01/saya-mau-berubah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2995520596496386522/posts/default/1479416833814237654'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2995520596496386522/posts/default/1479416833814237654'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wanvisioner.blogspot.com/2009/01/saya-mau-berubah.html' title='SAYA MAU BERUBAH'/><author><name>Wawan Herdianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08860039703692730326</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-9lufY8ZL7oc/TZHeUlkO88I/AAAAAAAAA9M/QuBdc_8ybKU/s220/wawan%2Btrustco.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2995520596496386522.post-353654468486410939</id><published>2008-12-12T21:53:00.000-08:00</published><updated>2010-03-02T19:16:10.318-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pengembangan Diri'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Motivasi'/><title type='text'>Jangan Takut Melakukan Perubahan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Change is the only evidence of life”, kata esayist Evelyn Waugh. Benar sekali, perubahan adalah satu-satunya bukti kehidupan. Jadi perubahan mustinya adalah hal yang biasa bagi manusia. Hanya saja, kita seringkali tidak menyadari sesuatu telah berubah, bahkan mendiamkannya, alias tidak meresponsnya sama sekali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang yang menghadapi perubahan dengan menyangkal masa depan. Mereka beranggapan cuma cara merekalah yang benar, dan yang lain salah. Success history mendistorsi peta yang mereka baca. Orang-orang ini membiarkan dirinya buta terhadap masa depan. Kata Black dan Gregersen, suatu ketika orang-orang ini akan menjadi fanatik dan beranggapan apa yang diketahuinya sebagai segala-galanya, dan apa yang tidak diketahuinya sebagai nothing. Maka habislah masa depan.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia pada dasarnya bisa menerima perubahan sekalipun kecepatan menerima setiap orang berbeda-beda. Yang terjadi sesungguhnya, manusia itu enggan “dirubah”, bukan enggan “berubah”. Dalam konteks manajemen perubahan, seorang pemimpin harus bertindak tak ubahnya sebagai seorang seniman profesional, yang menggunakan bel perubahan seakan-akan bukan berasal dari dirinya, melainkan dari orang-orang yang akan mengerjakan perubahan itu sendiri. Bel ini disebut “a wake up call”, yaitu bel yang membangunkan yang kita set sendiri, yang begitu berbunyi membuat kita kesal, namun juga berterimakasih. Kita bangkit dari tidur sekalipun malas dan kantuk masih melekat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian besar kita beranggapan perubahan itu baru boleh dilakukan kalau ada masalah, saat memasuki tahap krisis. Padahal, pada saat krisis&lt;br /&gt;hampir tidak mungkin, atau mustahil melakukan perubahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perubahan pada saat sedang berada di titik rendah sangat rawan. Sebab pada saat itu, anda sudah tak punya energy dan resources sama sekali untuk mengangkatnya kembali: Tidak ada kepercayaan, manajer-manajer yang handal pergi, cash flow defisit, produk unggulan tidak ada, dan seterusnya. Bahkan yang ada adalah konflik, demo karyawan, hutang dan tuntutan-tuntutan hukum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beranjak dari itu, para ahli manajemen mulaimelihat strategi perubahan terbaik seharusnyadilakukan pada saat anda sedang mengalamimasa “senang-senang”. Yaitu saat penjualananda sedang bagus dan semua orang banggaterhadap lembaganya. Tapi celakanya, justrupada saat ini manusia-manusia itu tidak tertarik untuk berubah. Mereka mengatakan, “Kalautidak ada yang rusak, mengapa harus dirubah”.Tetapi anda harus dengan berani mengatakan,“Kalau tidak segera diperbaiki ini akan rusak!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perubahan pada tahap ini kita sebut transformasi, yaitu pembenahan manajemen untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan seperti : Apa yang dapat kita lakukan agar menjadi lebih baik lagi? Apa saja kesalahan-kesalahan yang telah kita perbuat?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah seni strategi perubahan. Anda bekerja dengan paradox, yaitu paradox of change, yang kurang lebih artinya begini. ”Pada saat perubahan harus dilakukan, orang-orang merasa tak ada kebutuhan sama sekali, sebaliknya, pada saat anda dituntut untuk berubah, anda sudah tak punya daya sama sekali.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi bagaimana dengan orang-orang yang mauberubah? Maukah mereka memasuki sesuatu yangbaru dengan gagah berani? Nanti dulu, bukankahmemasuki medan baru selalu ada resikonya.Pertanyaannya adalah, bila kita memasuki “the right track” apakah kita langsung bisa performdengan baik? Tentu saja tidak. Setiap permulaanpasti sulit dan akan banyak ditemui kendala-kendalanya. Tetapi dengan kekonsistenan danberani mencoba yang baru, dan terus memperbaikidiri, lama kelamaan akan perform juga yaitumelakukan “the right thing dan done it very well”. Itulah sebabnya diperlukan keberanian, konsepyang jelas dan cara kerja yang efisien.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja tidak semua perubahan seperti ini berakhir dengan sukses. Adakalanya Anda dipaksamerubah sesuatu yang sifatnya sangat mendasar dan tak ada cara lain selain melakukannya denganpenuh pengorbanan. Kata orang-orang Korea, kalau tak ada yang mau berkorban tak akan ada perubahan. Tetapi ini masih belum cukup. Dibutuhkan semacam karakter untuk memimpin perubahan. Karakter itu sering disebut-sebut sebagai “Lincoln type”, yaitu kejujuran, rendah hati,cinta kasih, disiplin diri, dan keberanian yang teguhdalam menghadapi fakta-fakta brutal yang bisa merusak kehidupan. King dan Gandhi disebut-sebut memiliki karakter itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perubahan tidak akan mungkin dilakukan dengan hanya merubah sistem tanpa memperhatikan kesiapan manusia-manusianya. Saya berkeyakinan manusia sesungguhnya bukan enggan berubah, melainkan perlu menyadari perubahan itu justru menjadi tuntutan bagi dirinya. Bagaimana tahapan perubahan manusia, perhatikan bait-bait pada puisi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;When you change your thinking (pikiran)&lt;br /&gt;You change your beliefs (keyakinan diri)&lt;br /&gt;When you change your beliefs&lt;br /&gt;You change your expectations (harapan)&lt;br /&gt;When you change your expectations&lt;br /&gt;You change your attitude (sikap)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;When you change your attitude (sikap)&lt;br /&gt;You change your behavior (tingkah laku)&lt;br /&gt;When you change your behavior&lt;br /&gt;You change your performance (kinerja)&lt;br /&gt;When you change your performance&lt;br /&gt;You change your destiny (nasib)&lt;br /&gt;When you change your destiny&lt;br /&gt;You change your life (hidup)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suber : Manajemen Perubahan, Renal Kasali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2995520596496386522-353654468486410939?l=wanvisioner.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wanvisioner.blogspot.com/feeds/353654468486410939/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wanvisioner.blogspot.com/2008/12/jangan-takut-melakukan-perubahan.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2995520596496386522/posts/default/353654468486410939'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2995520596496386522/posts/default/353654468486410939'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wanvisioner.blogspot.com/2008/12/jangan-takut-melakukan-perubahan.html' title='Jangan Takut Melakukan Perubahan'/><author><name>Wawan Herdianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08860039703692730326</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-9lufY8ZL7oc/TZHeUlkO88I/AAAAAAAAA9M/QuBdc_8ybKU/s220/wawan%2Btrustco.png'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2995520596496386522.post-880330532924682649</id><published>2008-12-12T21:49:00.000-08:00</published><updated>2010-03-02T19:16:40.905-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Keterampilan Belajar'/><title type='text'>Tips Belajar Efektif</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Musim liburan sudah berlalu sekarang waktunya balik lagi ke sekolah. Ada baiknya kamu buat persiapan yang baik buat satu semester ke depan. Persiapannya itu bukan hanya masalah buku tulis atau baju seragam saja, bahkan ada yang lebih penting lagi. Pertama, tentukan target kamu di semester ini apa trus buat jadwal harian yang isinya langkah¬langkah menuju target tersebut. Nah, supaya target belajarmu lebih cepat golnya, simak deh tips-tips dari teman kamu di seluruh dunia soal belajar yang efektif. &lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Seorang teman dari&lt;/span&gt; Amerika memberi saran belajar yang dia dapat dari ayahnya. Hari pertama sekolah, ulang kembali pelajaran yang telah didapat. Setelah itu baca singkat dua halaman materi berikutnya buat cari kerangkanya saja. Begitu pelajaran tersebut diterangkan guru esoknya, kamu sudah punya gambaran atau dasarnya, tinggal menambahkan saja apa yang belum kamu tahu. Jadi begitu pulang sekolah, kamu hanya mengulang saja untuk mencari kesimpulan atau ringkasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Usahakan selalu konsentrasi penuh&lt;/span&gt; waktu mendengarkan pelajaran di sekolah. Materi yang kamu dengar bakal mudah dipanggil lagi begitu kamu menghapal ulang pelajaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Beberapa temanmu merekomendasikan untuk mengetik ulang catatan pelajaran ke dalam komputer.&lt;/span&gt; Logikanya, dengan mengetik ulang catatan berarti sama saja dengan membaca ulang pelajaran yang baru saja kamu dapat dari sekolah. Materi yang diulang tadi bisa tersimpan di memori otak buat jangka waktu yang lama. Lebih bagus lagi kalo kamu mau membaca kembali atau mempelajari catatan tersebut setelah diketik. Susah lupanya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara lain adalah dengan membaca ulang catatan pelajaran kemudian buat kesimpulan dengan kata-katamu sendiri. Supaya dapat terpatri lama di memori, tulis kesimpulan kamu tadi di secarik kertas kecil seukuran kartu nama. Kartu¬kartu tersebut efektif untuk mengulang dan membaca singkat kala senggang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Teman lainnya menyarankan untuk selalu menggunakan buku catatan yang berbeda pada setiap mata pelajaran.&lt;/span&gt; Cara ini dinilai lebih teratur sehingga pada waktu ingin mengulang suatu pelajaran kita tidak perlu lagi harus membuka semua buku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Mengulang pelajaran tidak selamanya harus dengan membaca atau menulis.&lt;/span&gt; Mengajari teman lain tentang materi yang baru diulang bisa membuatmu selalu ingat akan materi tersebut. Bagusnya lagi, kamu menjadi lebih paham akan materi tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Belajar mendadak menjelang tes memang tidak efektif.&lt;/span&gt; Paling nggak sebulan sebelum ulangan adalah masa ideal buat mengulang pelajaran. Materi yang banyak bukan masalah. Caranya : selalu buat ringkasan atau kesimpulan pada setiap pelajaran, kalau perlu pakai tabel atau gambar ilustrasi supaya mudah diingat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ada beberapa temanmu di Australia yang menyukai waktu belajar di siang hari.&lt;/span&gt; Maklum, badan masih segar setelah tidur cukup di malam hari, jadi semangat masih tinggi. Kondisi yang bagus tersebut tidak mereka sia-siakan begitu saja. Pagi mereka konsentrasi penuh pada pelajaran di kelas dan siangnya konsentrasi untuk mengulang kembali. Malam hari hanya mereka gunakan untuk mengerjakan aktifitas ringan atau pekerjaan rumah. Jadi tidak pernah ada kata begadang. Boleh juga tuh!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kalau badan capek, bakal susah buat konsentrasinya.&lt;/span&gt; Beberapa temanmu menyarankan untuk libur dulu dari acara olah raga atau kegiatan fisik lainnya sehari menjelang ulangan umum. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Belajar sambil mendengarkan musik memang asik.&lt;/span&gt; Pilih musik yang tenang tapi menggugah. Musik klasik macam Beethoven ato Mozart bisa dicoba. Musik tipe ini cocok banget buat menemani kamu selama mengerjakan tugas yang jawabannya sudah pasti, kayak matematika, ilmu alam atau bahasa asing. Dijamin stamina belajarmu akan selalu berisi dan penuh semangat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang bingung ya kalau semua orang saling memberitahu apa yang harus kamu kerjakan. Paling penting adalah utamakan prioritasmu sendiri. Karena biasanya kita menilai diri sendiri dari apa yang dirasakan, sedang orang lain hanya melihat dari apa yang telah kita hasilkan. Sementara apa yang bisa kita hasilkan hanya kita sendiri yang tahu. Jadi, buat target yang kamu percaya mampu meraihnya bukan apa yang dipikirkan orang lain. Begitu juga dengan cara belajar efektif, pilih cara baik mana yang paling pas dengan kondisimu. Selamat mencoba!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2995520596496386522-880330532924682649?l=wanvisioner.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wanvisioner.blogspot.com/feeds/880330532924682649/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wanvisioner.blogspot.com/2008/12/tips-belajar-efektif_12.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2995520596496386522/posts/default/880330532924682649'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2995520596496386522/posts/default/880330532924682649'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wanvisioner.blogspot.com/2008/12/tips-belajar-efektif_12.html' title='Tips Belajar Efektif'/><author><name>Wawan Herdianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08860039703692730326</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-9lufY8ZL7oc/TZHeUlkO88I/AAAAAAAAA9M/QuBdc_8ybKU/s220/wawan%2Btrustco.png'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2995520596496386522.post-3622910274797149042</id><published>2008-12-06T07:44:00.000-08:00</published><updated>2010-03-02T19:17:27.741-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tukeran Link'/><title type='text'>Link Sahabat</title><content type='html'>&lt;hr /&gt;][ &lt;a href="http://rumahedukasi.wordpress.com/" target="_blank"&gt;Rumah Edukasi&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;hr /&gt;][ &lt;a href="http://dakwahdantarbiyah.blogspot.com/" target="_blank"&gt;Rahanto&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;hr /&gt;][ &lt;a href="http://rayyhan.blogspot.com/" target="_blank"&gt;rayhan&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;hr /&gt;][ &lt;a href="http://www.ad4msan.com/" target="_blank"&gt;Ad4n San&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;hr /&gt;][ &lt;a href="http://gdpermana.blogspot.com/" target="_blank"&gt;gdpermana blog&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;hr /&gt;][ &lt;a href="http://new-realestate.blogspot.com/" target="_blank"&gt;Real Estate Just for You&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;hr /&gt;][ &lt;a href="http://chemplukonline.blogspot.com/" target="_blank"&gt;Chempluk Online&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;hr /&gt;][ &lt;a href="http://kutak-ketik.blogspot.com/" target="_blank"&gt;Warung Informasi Yayan Suryana&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;hr /&gt;][ &lt;a href="http://rohis9.blogspot.com/" target="_blank"&gt;Rohis SMAN 9 Balam&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;hr /&gt;][ &lt;a href="http://www.tebetbarat.com/" target="_blank"&gt;Business Directory&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;hr /&gt;][ &lt;a href="http://ekspresi-diri.blogspot.com/" target="_blank"&gt;Lilianada&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;hr /&gt;][ &lt;a href="http://ennyadzkiya.blogspot.com/" target="_blank"&gt;Enny Adzkiya&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;hr /&gt;][ &lt;a href="http://titanicxxx.blogspot.com/" target="_blank"&gt;Titanicxxx&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;hr /&gt;][ &lt;a href="http://cintanajmi.blogspot.com/" target="_blank"&gt;Athifa Rahma&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;hr /&gt;][ &lt;a href="http://fivemyansdromeda.blogspot.com/" target="_blank"&gt;Tatupolaris&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;hr /&gt;][ &lt;a href="http://hadiwiryanan.blogspot.com/" target="_blank"&gt;Keluarga Besar Hadiwiryanan&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;hr /&gt;][ &lt;a href="http://henshin555.blogspot.com/" target="_blank"&gt;dochi&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;hr /&gt;][ &lt;a href="http://soccer-xtreme.blogspot.com/" target="_blank"&gt;Extreme Soccer&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;hr /&gt;][ &lt;a href="http://digitalbaca.blogspot.com/" target="_blank"&gt;Maman Digital Baca&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;hr /&gt;][ &lt;a href="http://myeffortadsense.blogspot.com/" target="_blank"&gt;Ardi New BIE&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;hr /&gt;][ &lt;a href="http://mycasebook.blogspot.com/" target="_blank"&gt;House of Book&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;hr /&gt;][ &lt;a href="http://greenature-climber.blogspot.com/" target="_blank"&gt;Yuni "Rahasia Hati"&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;hr /&gt;][ &lt;a href="http://sangau.blogspot.com/" target="_blank"&gt;Kojek&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;hr /&gt;][ &lt;a href="http://try2earnmoney.blogspot.com/" target="_blank"&gt;2 Earn Money For Netter&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;hr /&gt;][ &lt;a href="http://akhirmusim.blogspot.com/" target="_blank"&gt;Kisah Hujan&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;hr /&gt;][ &lt;a href="http://sikris.com/" target="_blank"&gt;Sikris.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;hr /&gt;][ &lt;a href="http://un2triwidana.blogspot.com/" target="_blank"&gt;Un2triwidana&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;hr /&gt;][ &lt;a href="http://get-cashonline.blogspot.com/" target="_blank"&gt;Wayan Bali&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;hr /&gt;][ &lt;a href="http://rien-ola.blogspot.com/" target="_blank"&gt;Rien Ola&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;hr /&gt;][ &lt;a href="http://masprima.blogspot.com/" target="_blank"&gt;Masprima Pembelajar&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;hr /&gt;][ &lt;a href="http://www.healthnbeyond.com/" target="_blank"&gt;MAXI Health&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;hr /&gt;][ &lt;a href="http://bukufanda.blogspot.com/" target="_blank"&gt;Bacabuku Fanda&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;hr /&gt;][ &lt;a href="http://indonesia-newspapers.blogspot.com/" target="_blank"&gt;Budi Putranto&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;hr /&gt;][ &lt;a href="http://computeramd.blogspot.com/" target="_blank"&gt;Computer AMD&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;hr /&gt;][ &lt;a href="http://thepinkychan.blogspot.com/" target="_blank"&gt;The Pinky Chan&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;hr /&gt;][ &lt;a href="http://mediakata.blogspot.com/" target="_blank"&gt;Mediakata Blogs&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;hr /&gt;][ &lt;a href="http://www.psikonseling.blogspot.com/" target="_blank"&gt;Evi Yulianti&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;hr /&gt;][ &lt;a href="http://www.e-je.blogspot.com/" target="_blank"&gt;e-je blogs&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;hr /&gt;][ &lt;a href="http://fikri-fulkiadli.blogspot.com/" target="_blank"&gt;Fikri Fulkiadli&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;hr /&gt;][ &lt;a href="http://kolom-tutorial.blogspot.com/" target="_blank"&gt;Kang Rohman&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;hr /&gt;][ &lt;a href="http://www.alvino-yasmin.blogspot.com/" target="_blank"&gt;Rahma&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;hr /&gt;][ &lt;a href="http://www.bijatoluwu.co.cc/" target="_blank"&gt;Wawan Blog&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;hr /&gt;][ &lt;a href="http://newfile-web.blogspot.com/" target="_blank"&gt;Nufail&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;hr /&gt;][ &lt;a href="http://yanuarcatur.blogspot.com/" target="_blank"&gt;Yanuar Catur&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;hr /&gt;][ &lt;a href="http://www.aawawan.com/" target="_blank"&gt;Aa Wawan&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;hr /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sahabat DK-DS&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;hr /&gt;][ &lt;a href="http://az-zahra-mujahidah.blogspot.com/" target="_blank"&gt;Evi Desiana&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;hr /&gt;][ &lt;a href="http://ameliarnh.blogspot.com/" target="_blank"&gt;Dewi Amelia RNH&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;hr /&gt;][ &lt;a href="http://cintanajmi.blogspot.com/" target="_blank"&gt;Athifa Rahma Metro&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;hr /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Referensi Tambahan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;hr /&gt;][ &lt;a href="http://www.flickr.com/badge.gne" target="_blank"&gt;Pasang Flickr&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;hr /&gt;][ &lt;a href="http://www.pingmyblog.com/" target="_blank"&gt;Ping my Blog&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;hr /&gt;][ &lt;a href="http://autopinger.com/" target="_blank"&gt;Aouto Ping&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;hr /&gt;][ &lt;a href="http://www.eblogtemplates.com/improve-your-google-rankings-in-one-easy-step/" target="_blank"&gt;Improve Rank G&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;hr /&gt;][ &lt;a href="http://www.box.net/" target="_blank"&gt;Box dot net&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2995520596496386522-3622910274797149042?l=wanvisioner.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wanvisioner.blogspot.com/feeds/3622910274797149042/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wanvisioner.blogspot.com/2008/12/terima-kasih.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2995520596496386522/posts/default/3622910274797149042'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2995520596496386522/posts/default/3622910274797149042'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wanvisioner.blogspot.com/2008/12/terima-kasih.html' title='Link Sahabat'/><author><name>Wawan Herdianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08860039703692730326</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-9lufY8ZL7oc/TZHeUlkO88I/AAAAAAAAA9M/QuBdc_8ybKU/s220/wawan%2Btrustco.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2995520596496386522.post-5030301524333830652</id><published>2008-12-03T02:37:00.000-08:00</published><updated>2010-03-02T19:18:40.856-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manajemen Kelas'/><title type='text'>ICE BREAKER</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Materi seminar atau pelatihan apapun&lt;/span&gt;, kalau yang membawakannya bagus, hasilnya akan bagus juga. Salah satu criteria suatu forum, workshop, pengajaran dan pelatihan dikatakan bagus adalah suasana yang mendukung. Ada semangat, motivasi, kecerian dan antusiasme dari instruktur atau pesertanya. Namun, jika banyak peserta yang tegang, suasana menjadi mencekam bahkan “menyeramkan”. Akibatnya akan menimbulkan beban bagi peserta maupun orang yang memimpin acara. Dampak nya kondisi semacam ini adalah peserta tidak bias tahan duduk berlama-lama di kelas, ada kejenuhan, “perlawanan” dan pembicara pun bisa semakin tegang.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Dalam sebuah ceramah, pelatihan, workshop atau seminar sering ada ketegangan. Seorang moderator, pemimpin workshop, pembicara atau instruktur pelatihan terkadang perlu menyampaikan kalimat pendek “DON’T BE TEGANG”. Artinya, Jangan tegang. Tidak usah “terlalu serius” dan tak perlu membelalakkan mata hingga membuat pembicara merasa takut. Atau, purapura memelototkan mata, tetapi pikiran melayang ke mana mana. Terlihat diam dan tenang, tetapi konsentrasinya tidak tertuju kepada pembicara. Ketegangan tersebut akan menyulitkan peserta menerima apa yang sedang di bahas, memunculkan ketidak senangan dengan kondisi, atau malah bias mengakibatkan stress apabila sudah mencapai fase yang parah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketegangan ini biasanya diakibatkan oleh :&lt;br /&gt;1. Pembicara tegang&lt;br /&gt;2. Tidak ada rasa humor&lt;br /&gt;3. Cara membawakan materi tidak menarik&lt;br /&gt;4. Ungkapan pembicara yang disampaikan monoton&lt;br /&gt;5. Disampaikan dalam suasana yang tidak tepat (mood jelek), &lt;br /&gt;peserta dalam kondisi lelah, kantuk atau sedang sibuk, &lt;br /&gt;tetapi dipaksakan untuk menghadiri suatu forum.&lt;br /&gt;6. Materi yang disampaikan tidak jelas&lt;br /&gt;7. Suara terlalu pelan atau terlalu keras&lt;br /&gt;8. Metode penyampaiannya tidak sistematis&lt;br /&gt;9. Tempat training tidak kondusif, dan&lt;br /&gt;10. Waktu pelaksanaan terlalu lama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya bagi seorang yang sudah mahir, materi apapun yang dibawakannya akan menjadi bagus, terutama suasananya. Suasana inilah yang bias membawa suatu citra baik bagi pembicara, peserta maupun keadaan forum secara menyeluruh. Bagaimana sebenarnya membuat suasana yang kondusif? Yang pasti, sumber utamanya adalah pembicara, factor kedua adalah materi, kemudian tempat, lalu waktu dan yang tidak kalah pentingnya adalah peserta. Bagaimana jika pembicaranya gelisah, nerveus atau tegang? Himbauan untuk itu adalah “Don’t be tegang.” Supaya tidak tegang, seorang pembicara bias melakukan beberapa langkah, antara lain melakukan persiapan matang, dating lebih awal, mengecek semua peralatan, serta uji coba membawakan materi tersebut beberapa kali. Untuk membuat suasana lebih marak, harus ada selingan ilustrasi, permainan atau cara yang membuat peserta menjadi sangat memperhatikan pada apa yang disampaikan pembicara. Tambahan berharga itulah yang disebut ICE BREAKER. Ibarat sebuah es batu besar, kalau sudah beku dan membatu perlu dipecahkan dan dicairkan dengan alat pemecah es bernama ice breaker. Memecahkan ketegangan dan kebekuan itu gampang gampang susah. Mudah kalau trainer sudah berpengalaman atau persiapannya matang, sulit jika apa yang disampaikan tidak jelas, kalimat dan gerakan yang disampaikan tidak sinkron dengan topic pembicaraan serta peserta tidak berhasil “dijinakkan” oleh pembicara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Ada banyak buku yang bias anda baca, salah satunya adalah Ice Breaker 2 yang berisi permainan permainan yang bias dipakai untuk mengubah suasana sehingga membuat peserta menjadi segar dan suasana pelatihan menjadi menyenangkan. Judul buku : ICE BREAKER Don’t Be Tegang untuk pelatihan manajemen. Penulis : Adi Soenarto. Penerbit : C.V ANDI OFFSET (Penerbit ANDI). Selamat membaca.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2995520596496386522-5030301524333830652?l=wanvisioner.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wanvisioner.blogspot.com/feeds/5030301524333830652/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wanvisioner.blogspot.com/2008/12/ice-breaker.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2995520596496386522/posts/default/5030301524333830652'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2995520596496386522/posts/default/5030301524333830652'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wanvisioner.blogspot.com/2008/12/ice-breaker.html' title='ICE BREAKER'/><author><name>Wawan Herdianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08860039703692730326</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-9lufY8ZL7oc/TZHeUlkO88I/AAAAAAAAA9M/QuBdc_8ybKU/s220/wawan%2Btrustco.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2995520596496386522.post-799121156741990720</id><published>2008-11-30T07:24:00.000-08:00</published><updated>2010-03-02T19:19:33.739-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pengembangan Diri'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Motivasi'/><title type='text'>Anda Percaya Diri?</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Percaya diri memegang peranan sangat penting dalam keberhasilan seseorang. Kita bisa melewatkan berbagai kesempatan bagus jika kita tidak percaya diri. Krisis percaya diri adalah salah satu penghambat terbesar dalam bertindak. Bukan hanya ragu bertindak, bahkan tidak bertindak sama sekali. Pertanyaanya ialah, apakah Anda percaya diri? Berikut adalah ciri-ciri orang yang tidak percaya diri, silahkan periksa diri Anda.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Membicarakan Kejelekan Orang Lain&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat seseorang merasa dirinya “jelek” dia akan berusaha mencari teman dan membuat orang lain supaya terlihat tidak lebih baik darinya. Oleh karena itu dia akan membicarakan kejelakan orang lain supaya terkesan tidak ada yang lebih baik darinya. Jika orang lain sudah terungkap kejelekannya maka dia merasa bahwa dia tidak menjadi orang yang paling jelek. Jelek disini bukan dalam masalah fisik tetapi tingkah laku dan kemampuan. Jika Anda sering berhadapan dengan orang yang suka membicarakan kejelekan orang lain, waspadalah suatu saat Anda akan mendapat giliran untuk dibicarakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tidak Menghargai Karya Orang Lain&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena dia merasa tidak bisa menghasilkan karya yang bagus maka karya orang lain tidak pernah dihargai. Sekali lagi dia takut orang lain dianggap lebih baik darinya. Dia hanya mau menghargai karya seseorang yang sudah diakui secara umum. Sebagai contoh nyanyian temannya tidak dia hargai sementara dia hanya mau menghargai nyanyian seorang artis terkenal, padahal bisa saja nyanyian temannya lebih bagus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya masih banyak ciri-ciri yang lain, tetapi dua ciri ini cukup menonjol yang sering kita jumpai. Intinya ciri orang yang krisis PD ialah tidak mau orang lain dianggap lebih baik darinya. Sementara hati kecilnya mengakui kalau dia itu tidak lebih baik, maka jalan keluarnya ialah dengan menjatuhkan orang lain atau karya orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seseorang yang percaya diri, dia tidak akan peduli bagaimana karya orang lain atau apa yang dilakukan oleh orang lain, karena dia sendiri merasa mampu berbuat yang sama atau yang lebih baik. Orang yang percaya diri akan mampu mengakui kehebatan orang lain dalam satu bidang, sebab dia yakin bahwa dia juga memiliki suatu kelebihan dibidang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang penting ialah janganlah kita menjadi sombong. Percaya diri berbeda dengan sombong. Orang yang tidak percaya diri sering menuding orang yang percaya diri dengan sombong, padahal keduanya berbeda. Sombong adalah merasa dirinya lebih baik dari orang lain, sementara percaya diri ialah yakin bahwa dirinya memiliki potensi luar biasa pemberian Allah. Sumber : &lt;a href="http://www.motivasi-islami.com/"&gt;Motivasi-Islami&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2995520596496386522-799121156741990720?l=wanvisioner.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wanvisioner.blogspot.com/feeds/799121156741990720/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wanvisioner.blogspot.com/2008/11/anda-percaya-diri.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2995520596496386522/posts/default/799121156741990720'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2995520596496386522/posts/default/799121156741990720'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wanvisioner.blogspot.com/2008/11/anda-percaya-diri.html' title='Anda Percaya Diri?'/><author><name>Wawan Herdianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08860039703692730326</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-9lufY8ZL7oc/TZHeUlkO88I/AAAAAAAAA9M/QuBdc_8ybKU/s220/wawan%2Btrustco.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2995520596496386522.post-8230138969648014651</id><published>2008-11-30T07:15:00.000-08:00</published><updated>2009-10-14T06:24:39.680-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pengembangan Diri'/><title type='text'>Pengembangan Diri:What, How, and Why</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ada tiga kata kunci sukses pengembangan diri. Ketiganya harus ada, jika tidak maka pengembangan diri Anda tidak akan berhasil. Sering kali sebuah buku pengembangan diri hanya membahas hanya salah satu atau dua dari ketiga kata kunci ini, sehingga buku tersebut tidak memberikan manfaat langsung kepada pembacanya. Dengan memahami ketiga kata kunci ini, insya Allah Anda akan mendapatkan manfaat lebih dari setiap buku atau ebook yang Anda baca.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata kunci pertama adalah “what”. Atau apa yang harus dilakukan untuk mengembangkan diri? Jika Anda ingin menjadi seorang pembicara publik, apa saja yang diperlukan dan apa saja yang harus dilakukan. Anda ingin percaya diri? Apa saja yang diperlukan dan apa saja yang harus dilakukan? Jika Anda ingin berpikir positif, Anda pun harus bertanya apa saja yang diperlukan atau apa saja yang harus dilakukan. Kata kuncinya ialah “apa”. Kata “apa” akan memberikan kerangka kerja untuk mencapai sesuatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun tidak cukup dengan pertanyaan “what” saja. Banyak buku yang membahas “what” saja sehingga setelah membaca buku tersebut, kita masih bingung. Semua orang tahu bahwa sukses harus bertindak, tetapi bagaimana caranya? Semua orang tahu bahwa jika ingin sukses berbisnis harus banyak bersilaturahim, tetapi bagaimana cara bersilaturahim? Oleh karena itu, kata kunci kedua ialah “how” atau lebih lengkapnya ialah “how to do”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan salahkan jika sebuah buku atau seminar yang hanya membahas “what to do”, karena memang itu tujuaanya. Yang diperlukan ialah usaha kita untuk mengetahui bagaimana melakukannya atau “how to do”-nya. Seorang entrepreneur haruslah kreatif, namun bagaimana agar kreatif? Anda harus mencari cara bagaimana supaya kita kreatif? Anda harus memiliki ilmu tentang kreativitas dan kemudian melatihnya. Jawaban ini baru dalam tahap “what to do”. Lalu, bagaimana caranya? By the way, saya sudah membuat kursus bagaimana cara berpikir kreatif dan melatihnya. Klik disini untuk mengikuti kursus kreativitas via email.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang ketiga ialah “why”. Menurut Robert T Kiyosaki ini adalah kata kunci terpenting dibanding kedua kata kunci lainnya. “Why” adalah alasan yang mendorong Anda melakukan sesuatu. Jika Anda ingin memiliki keterampilan menulis, mengapa Anda harus memiliki keterampilan menulis? Semakin kuat jawaban Anda terhadap pertanyaan “why”, maka dorongan untuk melakukan akan semakin besar. Percuma Anda sudah mengetahui jawaban dari “what” dan “how”, tetapi tidak memiliki jawaban dari “why” atau jawabannya lemah. Jawaban dari “why” adalah motivasi Anda memiliki keterampilan tersebut. Sumber : &lt;a href="http://www.motivasi-islami.com/"&gt;www.motivasi-islami.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2995520596496386522-8230138969648014651?l=wanvisioner.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wanvisioner.blogspot.com/feeds/8230138969648014651/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wanvisioner.blogspot.com/2008/11/pengembangan-diriwhat-how-and-why.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2995520596496386522/posts/default/8230138969648014651'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2995520596496386522/posts/default/8230138969648014651'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wanvisioner.blogspot.com/2008/11/pengembangan-diriwhat-how-and-why.html' title='Pengembangan Diri:What, How, and Why'/><author><name>Wawan Herdianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08860039703692730326</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-9lufY8ZL7oc/TZHeUlkO88I/AAAAAAAAA9M/QuBdc_8ybKU/s220/wawan%2Btrustco.png'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2995520596496386522.post-213161187585860382</id><published>2008-11-27T22:50:00.000-08:00</published><updated>2010-03-02T19:19:56.193-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Motivasi'/><title type='text'>Motivator Terbesar dan Tidak Terbatas</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Salah satu syarat untuk mencapai ialah anda bisa tetap bertahan melakukan rencana Anda. Tidak pantang menyerah terus komitment melakukannya. Tetapi yang jadi pertanyaan ialah bagaimana caranya agar kita bisa tetap bertahan dan pantang menyerah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Motivasi. Jawaban paling tepat adalah motivasi. Motivasi adalah pendorong jiwa anda untuk tetap bergerak, bertindak, atau melakukan sesuatu. Anda harus mengingat apa motivasi Anda untuk melakukan hal tersebut, tanpa itu Anda tidak akan bergerak. Semakin besar motivator tersebut akan semakin kuat Anda bekerja. Bukan untuk Anda sendiri, tetapi untuk semua orang yang berhubungan dengan Anda. Jika Anda punya bawahan, jika Anda punya karyawan, bahkan bisa juga untuk memotivasi keluarga Anda.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikatakan di atas, semakin besar suatu motivator, akan semakin kuat Anda bekerja atau mencapai tujuan Anda. Apa motivator terbesar itu? Motivator terbesar adalah CINTA. Jadi jika anda ingin menjadi orang yang dinamis dan enerjik anda harus hidup dengan cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang bekerja keras siang malam, demi anak dan istri yang dicintainya. Semakin kuat cinta Anda akan semakin besar pula motivasi yang mendorong Anda. Jika cinta Anda terhadap anak istri melemah mungkin akan menyebabkan semangat Anda melemah juga. Jika ada yang tidak melemah, saya yakin dia masih ada yang dicintainya, setidaknya diri sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, semakin besar cinta Anda akan semakin besar motivasi dan akan semakin besar peluang Anda untuk sukses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbicara tentang cinta, saya teringat ayat al Quran yang berbunyi :&lt;br /&gt;Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga). [3.14]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita (laki-laki bagi wanita), anak, dan hartalah yang biasanya menjadi sumber cinta. Tetapi pada ayat selanjutnya dijelaskan ada yang lebih baik dari hal-hal tersebut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Katakanlah: "Inginkah aku kabarkan kepadamu apa yang lebih baik dari yang demikian itu?" Untuk orang-orang yang bertakwa (kepada Allah), pada sisi Tuhan mereka ada surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya. Dan (mereka dikaruniai) istri-istri yang disucikan serta keridaan Allah: Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya. [3.15]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat yang lain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;..... Adapun orang-orang yang beriman sangat cinta kepada Allah... [2.165]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta terbesar dan cinta hakiki bagi orang yang beriman ialah cinta kepada Allah. Sehingga cinta kepada Allah-lah yang seharusnya menjadi motivator terbesar dan tidak terbatas. Jika saya pernah menyebutkan bahwa memberi kontribusi kepada umat adalah tujuan tidak terbatas, itu dikarenakan karena hanya orang yang cinta kepada Allah yang akan mempunyai cita-cita memberikan kontribusi kepada umat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manifestasi cinta kepada Allah, pada intinya ialah taqwa, melaksanakan ajaran-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Semua tindak-lakunya hanya untuk Allah. Mencintai istri/suami dan anak harus karena Allah. Kalaupun anda mencintai harta harus karena Allah. Semua cinta Anda harus karena Allah dan dalam rangka mencintai Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mencintai sesama muslim adalah salah satu ciri orang beriman, sementara pada ayat di atas disebutkan orang yang beriman sangat mencintai Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda, sebagai Muslim(ah) mempunyai dua modal yang besar untuk meraih sukses. Pertama potensi Anda untuk sukses, kedua motivasi yang besar dan tak terbatas. Jadi tidak alasan lagi jika Anda ragu akan meraih sukses. Meskipun Anda gagal, jika motivasi Anda adalah cinta kepada Allah, insya Allah kesuksesan yang lebih besar sudah menanti Anda, kesuksesan di hari akhir. Raihlah sukses Anda, mulai hari ini juga, karena sekarang waktu terbaik. Sumber : &lt;a href="http://www.motivasi-islami.com/"&gt;www.motivasi-islami.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2995520596496386522-213161187585860382?l=wanvisioner.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wanvisioner.blogspot.com/feeds/213161187585860382/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wanvisioner.blogspot.com/2008/11/motivator-terbesar-dan-tidak-terbatas_27.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2995520596496386522/posts/default/213161187585860382'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2995520596496386522/posts/default/213161187585860382'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wanvisioner.blogspot.com/2008/11/motivator-terbesar-dan-tidak-terbatas_27.html' title='Motivator Terbesar dan Tidak Terbatas'/><author><name>Wawan Herdianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08860039703692730326</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-9lufY8ZL7oc/TZHeUlkO88I/AAAAAAAAA9M/QuBdc_8ybKU/s220/wawan%2Btrustco.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
