Sudah berlangganan artikel blog ini via email? Join Sekarang (klik disini), Gratis !

Selasa, 22 Desember 2009

Mengembangkan SDM dalam Fungsi Manajemen


SEMUA ORGANISASI memiliki Goal, VISI atau obsesi. Agar Organisasi dapat mewujudkan visinya dalam memberikan pelayanan pelanggan dengan prima, maka organisasi harus di kelola dengan fungsi manajemen yang handal.

VISION harus membangun inspirasi dan motivasi, mudah diingat, fokus, menghasilkan sesuatu yang besar, serta mempunyai nilai. Ada 4 KUNCI sukses sebuah organisasi yaitu menyinergikan cara berpikir (mind setting), terobosan strategis (strategic breakthrough), penyelarasan strategi (strategy alignment) serta tata budaya (managing beliefs & values). Mind setting dilakukan melalui menghilangkan ego sektoral dan mental blocks yang menghambat. Strategic breakthrough diterapkan dengan penetapkan sasaran yang jelas, terukur dan membangun strategi utama. Strategy alignment dijalankan dengan memperjelas dan mengatur strategi.

Hanya SDM yang memiliki budaya yang kuat yang akan mampu menopang pertumbuhan dan strategi organisasi. Inilah langkah untuk menghindari kegagalan dalam implementasi strategis yang diakibatkan oleh tujuan yang tidak jelas, sasaran yang tidak fokus, kurangnya pemahaman dan rasa memiliki sesama serta strategi yang tidak jelas dan terukur. (Sumber : Manajemen Pengembangan Aset MANUSIA Untuk Masa Depan Bangsa, B.S. Wibowo, Dipl.Rad. SKM. MARS.) Lembaga manajemen Terapan TRUSTCO.
Read More - Mengembangkan SDM dalam Fungsi Manajemen

Selasa, 10 November 2009

Konsep Diri Positif: Kunci Keberhasilan Hidup

Perubahan dunia yang sangat pesat membuat persaingan hidup semakin meningkat. Para orangtua saat ini berlomba-lomba memberikan bekal pendidikan, yang dipercaya sebagai bekal terbaik bagi anak. Asumsi orangtua pada umumnya adalah semakin tinggi level pendidikan formal, semakin terjamin masa depan anaknya. Apakah benar demikian?

Untuk menjawab pertanyaan itu, kita perlu melihat ke sekeliling kita. Berapa jumlah sarjana yang menganggur? Berapa jumlah lulusan luar negeri, yang setelah pulang ke Indonesia, tidak bisa bekerja atau tidak berhasil? Berapa banyak yang lulus cum laude, namun prestasi hidupnya biasa-biasa saja? Sebaliknya, ada banyak orang yang prestasi akademiknya biasa biasa saja, namun prestasi hidupnya sangat luar biasa. Jadi, sebenarnya prestasi akademik bukan jaminan keberhasilan hidup.

Penelitian yang dilakukan di Amerika oleh Dr. Eli Ginzberg beserta timnya menemukan satu hasil yang mencengangkan. Penelitian ini melibatkan 342 subjek penelitian yang merupakan lulusan dari berbagai disiplin ilmu. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa yang berhasil mendapatkan beasiswa dari Colombia University. Dr. Ginzberg dan timnya meneliti seberapa sukses 342 mahasiswa itu dalam hidup mereka, lima belas tahun setelah mereka menyelesaikan studi. Hasil penelitian yang benar benar mengejutkan para peneliti itu adalah :

Mereka yang lulus dengan mendapat penghargaan (predikat memuaskan, cum laude atau summa cum laude), mereka yang mendapatkan penghargaan atas prestasi akademiknya, dan mereka yang berhasil masuk dalam Phi Beta Kappa ternyata lebih cenderung berprestasi biasa biasa saja.

Hasil Penelitian ini membuktikan tidak ada hubungan langsung antara keberhasilan akademik dan keberhasilan hidup. Lalu faktor apa yang menjadi kunci keberhasilan hidup manusia?

Kunci keberhasilan hidup adalah konsep diri positif. Konsep diri memainkan peran yang sangat besar dalam menentukan keberhasilan hidup seseorang karena konsep diri dapat di analogikan sebagai suatu operating system yang menjalankan suatu komputer. Terlepas dari sebaik apapun perangkat keras komputer dan program yang di install, apabila sistem operasinya tidak baik dan banyak kesalahan, komputer tidak dapat bekerja maksimal. Hal yang sama berlaku bagi manusia.

Konsep diri adalah sistem operasi yang menjalankan komputer mental, yang memengaruhi kemampuan berpikir seseorang. Konsep diri ini setelah ter-install akan masuk ke pikiran bawah sadar dan mempunyai bobot pengaruh sebesar 88 % terhadap level kesadaran seseorang dalam suatu waktu. Semakin baik konsep diri, semakin mudah seseorang untuk berhasil. Demikian pula sebaliknya.

Proses pembentukan konsep diri dimulai sejak anak masih kecil. Masa kritis pembentukan konsep diri adalah saat anak masuk sekolah dasar. Glasser, seorang pakar pendidikan dari Amerika, menyatakan lima tahun pertama di SD akan menentukan “nasib” anak selanjutnya. Sering kali proses pendidikan yang salah, saat di SD, mengakibatkan rusaknya konsep diri anak.

Kita dapat melihat konsep diri seseorang dari sikap mereka. Konsep diri yang jelek akan mengakibatkan rasa tidak percaya diri, tidak berani mencoba hal-hal baru, tidak berani mencoba hal yang menantang, takul gagal, takut sukses, merasa diri bodoh, rendah diri, merasa diri tidak berharga, merasa tidak layak sukses, pesimis, dan masih banyak perilaku inferior lainnya.

Sebaliknya, orang yang konsep dirinya baik akan selalu optimis, berani mencoba hal-hal baru, berani sukses, berani gagal, percaya diri, antusias, merasa diri berharga, berani menetapkan tujuan hidup, bersikap dan berpikir positif, dan dapat menjadi pemimpin yang andal. *****(Dikutip dari buku Kesalahan Fatal Dalam Mengejar Impian yang ditulis oleh Adi W. Gunawan)
Read More - Konsep Diri Positif: Kunci Keberhasilan Hidup

Selasa, 03 November 2009

Ingatlah Mereka yang Berjasa Kepada Anda


Mengingat orang orang yang berjasa kepada anda merupakan bagian yang penting dari kemampuan untuk “membalas budi” dalam hidup. Selain itu, Anda bisa menggunakan pengalaman positif yang anda peroleh dari orang orang yang telah membantu anda dalam usaha anda membantu orang lain. Dunia ini akan menjadi tempat yang jauh lebih menyenangkan kalau kita tidak terlalu memikirkan diri sendiri dan, sebaliknya, memikirkan—dan membantu—orang lain sebanyak banyaknya . Zig Ziglar pernah mengatakan:

“Kunci untuk mendapatkan semua yang anda inginkan dalam hidup tidak lain hanyalah dengan semampunya membantu orang lain mendapatkan apa yang mereka inginkan.”

Apa yang dikatakan Zig memang benar. Orang hanya memedulikan seberapa tahukah anda saat mereka tahu seberapa besar kepedulian anda. Oleh karena itu, JANGAN PERNAH melupakan orang-orang yang telah berjasa kepada anda sepanjang perjalanan hidup anda. Kalau anda tidak bisa melakukannya, carilah anak-anak muda dan lakukanlah apa yang pernah mereka lakukan dulu untuk anda. Orang itu seumur hidupnya akan berterima kasih atas waktu dan tenaga yang telah anda berikan kepadanya. Salah satu investasi terbaik yang bisa kita buat adalah meluangkan waktu sebanyak-banyaknya bagi kaum muda saat ini karena mereka akan menjadi pemimpin masa depan.

Ingatlah bahwa kita tidak bisa mengubah orang lain, tak peduli betapa anda menginginkannya. Jika anda ingin memengaruhi orang lain atau suatu organisasi. Anda harus “menjadi” perubahan yang anda inginkan itu. Itulah arti kepemimpinan yang sesungguhnya !. Akhirnya, saya mendorong anda untuk memiliki foto orang-orang yang secara positif telah memengaruhi hidup anda, lalu bingkailah dan tempatkanlah foto-foto itu di dinding rumah atau kantor anda. Foto-foto itu akan menjadi “Wall of Fame” dan berfungsi sebagai pengingat anda kepada orang-orang yang pernah berjasa dalam hidup anda. (Rangkuman Bab 8 buku Creating Your Own Destiny: Bagaimana Mendapatkan Apa yang Benar-Benar Anda Inginkan Dalam Hidup, Patrick Snow).
Read More - Ingatlah Mereka yang Berjasa Kepada Anda

Senin, 02 November 2009

Kunci Sukses Dimulai Dengan Inisiatif

“Success comes from taking the initiative and following up… persisting… eloquently expressing the depth of your love. What simple action could you take today to produce a new momentum toward success in your life?” Anthony Robbins

Sering kali kita mendengar kata inisiatif. Bahkan mungkin saja setiap dari kita sudah sering mendengarnya saat kita masih kecil atau saat kita mulai bersekolah. Ketika kita kuliah ataupun saat mengikuti kegiatan organisasi, hingga saat sekarang ini, di mana kita bekerja atau melakukan bisnis, kata ini kerapkali terdengar.

Orang-orang di sekitar kita pun sering mengatakan, “Kalau mau sukses dan berhasil, intinya mesti dimulai dari inisiatif!”. Bahkan seorang motivator kelas dunia seperti Anthony Robbins pun mengatakan bahwa kesuksesan itu datangnya dari inisiatif.

Saya pun teringat dengan sebuah cerita yang pernah diceritakan oleh teman saya. Alkisah ada seseorang yang bekerja kepada seorang bangsawan di Eropa. Suatu ketika, istri bangsawan itu memanggil seorang pekerjanya untuk diajak berbicara.

“Andrew, berapa lama Anda sudah tinggal dan bekerja bersama kami?”, tanya istri bangsawan itu.

“Kira-kira sekitar dua puluh lima tahun, Nyonya” jawab Andrew. “Oiya, saya ingat kalau engkau dipekerjakan untuk memelihara satu-satunya kuda perang waktu itu,” kata sang Nyonya.

“Benar sekali, Nyonya,” jawab Andrew.

“Andrew, kuda itu sudah mati sepuluh tahun yang lalu”, ujar sang Nyonya kepada Andrew. “Benar sekali, Nyonya.” Jawab Andrew. “Jadi, apakah yang harus saya lakukan sekarang?”, lanjutnya.

Hey! Jangan-jangan kita sama seperti Andrew.

Banyak orang tidak memiliki inisiatif dan menunggu selama bertahun-tahun agar orang lain memberitahukan kepadanya apa yang seharusnya dia lakukan, sehingga segala kesuksesan, keberhasilan, prestasi serta pencapaian-pencapaian yang harusnya telah kita raih tidaklah kita dapatkan dikarenakan kurangnya inisiatif dari kita.

4 Kategori pribadi berdasarkan inisiatifnya

Secara pribadi, saya ingin membagi empat kategori orang berdasarkan tingkatan inisiatifnya. Keempat kategori itu adalah:

Orang tipe pertama, orang-orang yang tidak pernah melakukan hal yang benar, tidak peduli apa pun yang dikatakan kepadanya. Orang yang termasuk dalam kategori pertama ini sering kali menjadi sumber masalah baik di dalam pekerjaan maupun dalam hubungan interaksinya.

Selain cuek, yang memperparah mereka adalah meskipun sudah diberitahukan hal yang benar, mereka tidak dapat mengerjakan sesuatunya dengan benar.

Namun, ini bukanlah sesuatu yang tidak bisa diperbaiki lagi.

Bahkan, kita tidak perlu ‘menyepak’ orangorang ini dari organisasi kita. Saya pun teringat pepatah dari novelis, Robert A. Heinlein yang pernah mengatakan, “A society that gets rid of all its troublemakers goes downhill.” Ya, organisasi yang mengeluarkan para troublemaker-nya, malahan akan terpuruk. Saat ini, di tempat di mana kita menjadi sang pemimpin, mungkin saja ada orang-orang yang masuk dalam kategori ini.

Langkah terbaik yang harus kita lakukan bukanlah secara langsung dengan menghindari orang tersebut, tetapi mulailah dengan mengajak orang tersebut dalam proses coaching atau counseling. Mungkin saja ada pengalamanpengalaman masa lalu yang menyebabkan dirinya menjadi seperti itu. Ketika bisa diperbaiki, orang ini bisa jadi justru menjadi aset yang berharga.

Orang tipe kedua, orang-orang yang melakukan hal benar setelah diberitahukan lebih dari satu kali. Dibandingkan dengan tipe pertama, maka orang yang masuk dalam kategori ini tentunya lebih baik.

Jika dalam tim terdapat orang seperti ini, hal yang perlu dilakukan adalah sedikit bersabar.

Mungkin juga sebagai pemimpin, kita tidak memberikan arahan yang cukup jelas. Janganlah langsung menyalahkan mereka.

Orang tipe ketiga, orang-orang yang melakukan hal yang benar saat diberitahukan sekali. Rata-rata sebagian besar orang-orang di dalam tim biasanya masuk dalam kategori ini. Orang dalam kategori ini merupakan kelompok terbesar, sehingga kelompok ini dapat disebut sebagai kelompok standar (rata-rata).

Jika saat ini Anda mau menjadi orang luar biasa, maka perlu bergerak dari kelompok ini menjadi pribadi yang masuk ke orang dalam kategori keempat.

Orang tipe keempat, orang-orang yang melakukan hal benar tanpa harus diberitahukan. Inilah yang dikategorikan sebagai orang yang memiliki inisiatif. Untuk belajar tentang inisiatif, saya jadi teringat pada masa kecil saya di mana saya suka sekali mengamati kegiatan yang dilakukan oleh semut.

Semut-semut, meskipun tidak ada pemimpinnya, pengaturnya, atau penguasanya, mereka mengumpulkan makanan pada waktu musim panas. Setiap kali ada kesempatan, mereka selalu mengumpulkan makanan dan selalu bekerja sama dalam mengumpulkannya.

Semuanya tampak terjadi, tanpa ada yang mengomando. Nah, jika semut saja bisa, harusnya setiap kita pun mampu melakukannya.

Jadi, kita bisa simpulkan bahwa salah satu rahasia besar untuk menjadi seorang pribadi yang sukses dan berhasil, adalah kemauan untuk mengambil berbagai inisiatif. Untuk itu, janganlah memiliki sikap hanya menunggu bola datang menghampiri, tetapi yang harus dilakukan adalah menjemput bola kemudian cetaklah gol dalam kehidupan. Ini khususnya berlaku dalam bidangbidang sales ataupun bisnis kepada customer.

Namun, dalam banyak pembicaraan, saya sering menemukan sekali orang yang hanya terus menunggu datangnya kesempatan.

Mereka terus berharap akan adanya peluang yang datang menghampiri hidup mereka.

Tentunya sampai beberapa tahun pun mereka akan tetap didapati sebagai orang yang dalam posisi yang sama. Alihalih menunggu datangnya kesempatan dan peluang dalam hidup kita, lebih baik kita mempersiapkan hidup kita saat ini dengan terus mengasah skill dan kemampuan, membangun networking, dll.

Pastikan pada saatnya kesempatan itu datang, Anda sudah siap! Saya pun jadi teringat oleh sebuah pepatah yang pernah disampaikan oleh sahabat saya, “Janganlah berdoa supaya kesempatan datang, tetapi berdoalah supaya Anda siap saat kesempatan datang!” Mungkin Anda pernah mengalami saat-saat dimana kesempatan datang, tetapi Anda justru belum siap. Betapa sayangnya! Maka, mulai saat ini mari berjanjilah untuk menjadi pribadi yang berinisiatif serta mempersiapkan segala sesuatunya, sehingga saat peluang ada di depan mata, Anda dapat meraihnya sehingga mampu menggenggam sukses dan keberhasilan Anda. (Oleh : Anthony Dio Martin, Managing Director HR Excellency. sumber : http://web.bisnis.com/kolom/2id2058.html)
Read More - Kunci Sukses Dimulai Dengan Inisiatif

Kamis, 08 Oktober 2009

Organisasi Pembelajar (Organizational Learning)

Organisasi pada dasarnya seperti mahluk hidup yang kelangsungan hidupnya sangat ditentukan oleh kemampuannya utk beradapatasi dengan lingkungan.  Perubahan lingkungan strategik organisasi yang sangat cepat dalam berbagai dimensi, seperti teknologi, sosial, ekonomi, perundangan , globalisasi, dll. menuntut organisasi untuk mampu  beradaptasi pada perubahan itu. Apabila organisasi terlambat utk berubah maka sangat besar kemungkinan organisasi akan mundur kinerjanya bahkan, dapat punah. Oleh karena itu suatu hal yang harus dilakukan oleh organisasi untuk tetap bertahan dan bekembang ialah apabila dia mempelajari perubahan lingkungan strategik dan segera beradaptasi pada
Read More - Organisasi Pembelajar (Organizational Learning)

 

Terima Kasih

Saya Wawan Herdianto, sahabat sahabat saya memanggil saya wawan atau maswawan. Saat ini aktif sebagai Trainer di Lembaga Manajemen Terapan TRUSTCO Lampung. Hobi saya membaca, menulis, memancing, diskusi, dan belajar hal hal baru. Memiliki minat yang kuat di bidang Pengembangan SDM dan IT . gabung di Facabook, Friendster, My Bloglog, dan di My Twetter. Silahkan klik link tersebut.

Thanks to Kang Rohman dan mas Agus Ramadhani (o-om) buat tutorial blognya yang mantaps. Tetap semangat dan terus berkarya.

Pojok Inspirasi

Perbanyak belajar dan berlatih, untuk mengetahui cara bekerja yang benar, serta mampu melakukan dengan benar. SUKSES adalah sebuah proses. Kegagalan adalah bumbu kehidupan. Tetapi jangan hobi membuat kesalahan dan melupakan pengalaman. Perbanyak berlatih agar terbiasa menapaki jalan menuju sukses, serta meminimalkan kesalahan. Perbanyak belajar untuk menghilangkan kebodohan, dan tidak mengulangi kesalahan serupa di masa yang akan datang.